Jumat, 30 Maret 2012

Suara tentang NEGERI TEKA TEKI

huuhhh.... semakin carut marut saja negeri ini... Banyak kasus korupsi, kolusi, nepotisame, dan pengelabuan (baca; penipuan) hukum. Ekonomi dikuasai oleh asing, politik dijadikan alat adu domba, mementingkan diri sendiri dan golongan. Keamanan terusik dari berbagai ketidakstabilan negeri ini. masyarakat hidup dalam kecemasan, kecenderungan bertindak kriminal dan perbuatan-perbuatan asusila lainnya sebagai pelampiasan efek dari kemiskinan nilai dalam rentetan permasalahan yang jika kita uraikan tidak cukup halaman ini untuk membahasnya. Lalu harus bagaimana kita? Solusi apa yg harusnya diambil? pertanyaan demi pertanyaan melayang dibenak kita semua. GALAU, layaknya puisi Gus Mus yang satu ini

NEGERI TEKA TEKI oleh : Gus Mus

jangan tanya, tebak saja

jangan tanya apa
jangan tanya siapa
jangan tanya mengapa
tebak saja

jangan tanya apa yang terjadi
apalagi apa yang ada di balik kejadian
karena disini yang ada memang
hanya kotak-kotak teka-teki silang
dan daftar pertanyaan-pertanyaan

jangan tanya mengapa
yang disana dimanjakan
yang disini dihinakan,
tebak saja
jangan tanya siapa
membunuh buruh dan wartawan
siapa merenggut nyawa
yang dimuliakan Tuhan
jangan tanya mengapa,
tebak saja

jangan tanya mengapa
yang disini selalu dibenarkan
yang disana selalu disalahkan
tebak saja

jangan tanya siapa
membakar hutan dan emosi rakyat
siapa melindungi penjahat keparat
jangan tanya mengapa,
tebak saja

jangan tanya mengapa
setiap kali terjadi kekeliruan
pertanggungjawabannya tak karuan
tebak saja

jangan tanya siapa
beternak kambing hitam
untuk setiap kali dikorbankan
tebak saja

jangan tanya siapa
membungkam kebenaran
dan menyembunyikan fakta
siapa menyuburkan kemunafikan dan dusta
jangan tanya mengapa
tebak saja

jangan tanya siapa
jangan tanya mengapa
jangan tanya apa-apa
tebak saja

rembang – oktober 1997

(Heeemmm pembahasannya sok iya banget ya kawan ^_^)  Bicara dari sudut pandang saya. Negeri yang kaya ini sudah selayaknya mendapat perhatian khusus oleh bangsanya sendiri. Kesalahan yang dilakukan oleh para penguasa berimbas pada rakyat dan ahirnya mempengaruhi nilai-nilai kehidupan yang ada dalam masyarakat itu sendiri. Tapi tidak akan ada habisnya klo kita mencari dan menyalahkan siapa yang salah dan siapa yang benar, kemudia siapa yang patutnya disalahkan.... 

Bicara dari sudut pandang saya (lagi). Harusnya ada PERUBAHAN, kalau kita hususnya saya yang tidak bisa banyak bertindak untuk perubahan negeri ini, harusnya terus  bermuhasabah n berusaha berubah, membentuk diri menjadi pribadi yang ihsan, pribadi yang peka dan peduli, pribadi yang cerdas, pribadi yang berintelektual, pribadi Robbani, minimal berusaha menjadi pribadi yang terus meningkat lebih baik lagi. alangkah dahsyatnya jika para generasi muda yang kelak akan menggantikan mereka para penggerak bangsa berhasil memiliki pribadi seperti yang disebutkan diatas. Bukan malah semakin memperkeruh keadaan negeri yang memang sudah gila ini, misalnya rusuh antar mahasiswa, berDEMO tidak sesuai aturan dan lain sebagainya.

Ahir kalimat dari sudut pandang saya yang sungguh masih sangat jauh dari kriteria pribadi yang unggul seperti diatas, hanya ingin menyampaikan, mari melakukan perubahan, sekecil apapun itu, karena saya sudah kehabisan kata untuk para petinggi negara jadi saya hanya ingin lebih mengajak melakukan perubahan untuk para generasi muda. Yang mahasiswa ataupun siswa, belajarlah, kembali kebangku kuliah atau kelas kalian. Jadilah Juara. Jadilah Orang Hebat, yang kelak menjadi Direktur, yang kelak menjadi Manager, yang kelak menjadi pengusaha besar yang benar, atau bahkan yang kelak memimpin negara ini. Majukanlah negara ini dengan prestasi kita, bangsa kita kelak ditentukan oleh kita.

Salam perubahan  ^_^

-Zy A-Fikriyah (Kiky)-

Rabu, 28 Maret 2012

Senjaku di Angkot 04

Lamunanku dalam perjalanan hendak ke Kampus.
Angkot biru muda jurusan Salemba-Rawasari (04) ini adalah salah satu tempat favoritku, bukan karena angkotnya yang nyaman atau supirnya yang rupawan, melainkan nge-temnya yang aduhai sungguh membosankan, belumlagi macetnya yang ngga ketulungan. Pukul 16.35 aku keluar dari Kantor menuju Kampus.

Awalnya memang terasa sangat membosankan, tapi setelah terbiasa dan tahu bahwa ng-tem adalah salah satu budaya dia (angkot) mau tidak mau harus ngejalananin itu juga, kalo kata abang supir "kalo ga mau ngerasain ng-tem ya naik mobil pribadi" heeemm ya bener juga sih... semenjak itu pola fikir kurubah, sebisa mungkin melakukan hal yang penting dan bermanfaat disaat-saat seperti itu, seperti nulis misalnya, murojaah, menghafal, bahkan tidur atau apapun yang bisa bikin hati tidak lelah, memprotes karena lama nge-tem atau emosi karena memang sedang sangat terburu-buru tidak ada gunanya, karena semua itu tidak mempengaruhi prinsip supir (pengendara angkot) "sebelum angkot penuh oleh penumpang ya tidak  jalan" ya memang justru kita yang harus menyesuaikan dengan budaya nge-tem mereka dan macet yang memang sudah mendarah daging di Jakarta ini, misalnya, memprediksikan waktu berapalama angkot nge-tem, berapa lama perjalanan hingga ketempat tujuan agar semuanya sesuai dengan harapan kita, minimal tidak membuat hati lelah, atau cari alternatif  lain seperti ojeg misalnya, dan lain-lain. Kalo kata pepatah " hidup itu tergantung bagaimana kita yang menjalankannya" ya benar sekali, klo kita benar-benar memenej hidup kita dari hal terkecil apapun semua akan sesuai dengan apa yang kita harapkan, kalo kita melakukan sesuatu maka akan terjadi sesuatu (hukum sebab akibat)  tentunya kecuali jika Allah berkehendak lain (Takdir). haduuuuhh jadi kemana-mana nih jadinya...

Angkot jurusan Salemba-Rawasari memiliki kapasitas penumpang yang sama seperti angkot-angkot pada umumnya, jarak Rawasari ketempat tujuanku Salemba juga terbilang dekat, hanya saja jalur yang ditempuh harus melewati Jl. Percetakan Negara yang terkenal sedikit macet, jadi membutuhkan waktu yang lumayan untuk sampai ke Kampus (Salemba), tapi saya bersyukur karena dari angkot ini banyak terlahir puisi, sajak, cerpen, artikel dan tugas lainnyapun terselesaikan. Dan sejak itulah, sejak pola fikir kurubah aku sangat menyukai setiap waktu luangku, termasuk berada diangko. Dan inilah tempat favoritku ^_^


ini ceritaku, bagaimana ceritamu????


Selasa, 20 Maret 2012

Engkau dan Rindu

Dalam ingatan, engkau dan rindu telah kukekalkan
Kuabadikan di tiap tetirah zaman.
Mengenangmu, yang aku tahu hanya tentang rindu yang selalu menggebu 
Tak peduli kau telah meninggalkanku !
 

Senin, 19 Maret 2012

Siluet


Sepenggal episode dalam perjalan pernah menghadirkan satu sketsa yang “bertuan”,
Menjadi materi pelajaran dan mengisi raport kehidupan.

Lalu satu siluet yang “bernama” hadir di ujung jalan,
Membangun kembali pilar-pilar keberanian untuk menegakkan mimpi yang pernah berkeping.



Tapi disini..
Ada Jeda,
Ada yang harus dijaga.



Dan semua akan baik-baik saja selama tidak ada batasan yang di langgar.
Karna semua, harus kembali bersandar pada Aturan dan Kehendak-NYA.

Cinta



Engkau adalah kertas dan aku tintanya.
Lihatlah huruf, itu adalah anak kita dan Tuhan penyairnya

Dan Aku mencintaimu dengan kebiasaanku yang biasa.
Kebiasaan yang slalu menceritakanmu dihadapan Tuhan saat apapun, saat malam, saat pejam..........



.....................................................................................................

Setiap hari aku slalu belajar cara sederhana untuk mencintaimu,
semacam; menitip doa di sela bantal tidurmu misalnya :)

ya, Doa adalah caraku bercerita tentangmu kepada Tuhan,
cara merindukanmu saat kita saling diam
saat kita tak pernah mengenal namun saling merindu


-Zy-

Ohh... My Beloved Sister

My Dearest...
Bahagia itu bukan dari ada atau tidak adanya seseorang, atau terjadi atau tidaknya suatu peristiwa

bahagia itu pilihan dear..
bukankah sering kuingatkan " bersukurlah slalu atas hidupmu agar kau tahu dimana bahagia itu berada"

tidak jugakah kau mengerti?, sepanjang kita bisa mensyukuri atas apa yang kita miliki, maka disaat itulah kita akan merasa bahagia.

yah, bahagia itu bersyukur. dan aku sudah sangat bahagia karena memilikimu

Your little sister
-Zy-

My Dearest

My Dearest.....
Jika ahir2 ini kau mampu bdiri tegak n tetap tegar, tdk ada alasan untk mrsa takut.

ªĸƲ setuju dnngan mu. Mmiliki dua matahari (ibu n dia) jauh lebih beruntung daripada hanya memandang kegelapan malam.

Jadi tunggu apa lagi? Songsonglah mataharimu. ªĸƲ selalu mendukungmu dear.....
Tetap semangat menggapai bahagiamu ^_^

Your Friend
-Zy-

My Dearest

My Dearest ......

Bukankah prnh ku katakan dulu, "jngn prnahh mlwan cinta. Mnyerahlah pda kata hatimu"
Jika smpai dtik ini kau msih tegar dan mampu bertahan, jngn coba2 untuk mnyerah.

Yeah, kau benar. Karangpun bsa hancur, tapi tidak dngn kau. Takkan pernah!!

Tetep smnngat raih bahagiamu
-Zy-

Jumat, 16 Maret 2012

Musik Asyik




Kamu Ng-Fans banget ya sama Mas Bro (Maher Zain) ????? pertanyaan salah satu temanku di Faceebook. kujawab sederhana saja " ngga juga. hanya saja, saya suka lagunya dan saya bahagia dengan niat sucinya"
Pertanyaan itu sedikit menyemangati saya, untuk menulis tentang ini.

Maher zain, siapa yang tidak kenal laki-laki kelahiran libanon ini, dengan lagunya "Insya Allah" telah banyak memberikan inspirasi kepada kaum muslim dan mengingatkan kepada kita tentang kekuasaan Allah,  tentang perdamaian dan kebaikan. Terlepas dari kisah masa lalunya, Maher dengan Hidayah Allah menjadi manusia yang baru, manusia yang begitu cinta akan agamanya, manusia dengan hati yang tulus ingin berdakwah mengajak kita semua lebih mengenal tentang kasih Allah melalui lagu-lagunya. Kehadiran Maher Zain setidaknya mengobati kegalauan kita sebagai sosok muslim, yang moderat dan mengajak kepada Islam yang damai dengan dakwah bil hikmah (cara yang baik).


Pelajaran hidup yang amat berharga bagi Maher Zain tentunya bagi kita juga. Memang ada saatnya menjadi seorang muslim itu seperti memegang bara api di genggaman tangan…tapi Allah SW telah menjanjikan dalam firmannya " IntansuruLLAHa yansurkum wa yutsabit aqdamakum........" (Tolonglah agama Allah maka Allah akan menolongmu dan meninggikan derajatmu).

Proses yang begitu panjang dan perjalanan bathin inilah yang menjadikannya sebagai seorang penyanyi dengan Genre “Islami”. Sebuah pilihan “berani” ditengah persaingan industri musik Luar Negeri yang luar biasa tetapi pilihan untuk terjun di musik Islami menjadikan dirinya di Idolakan oleh Generasi Muda khususnya di Negara-Negara Muslim seperti halnya di Indonesia dan belahan dunia lainnya.

salah satu bentuk dakwahnya lewat lagu adalah
"Open Your Eyes"

Look around yourselves
Can’t you see this wonder
Spreaded infront of you
The clouds floating by
The skies are clear and blue
Planets in the orbits
The moon and the sun
Such perfect harmony

Let’s start question in ourselves
Isn’t this proof enough for us

Or are we so blind
To push it all aside..
No..

We just have to
Open our eyes, our hearts, and minds
If we just look bright to see the signs
We can’t keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way
(Allah..)
Guide us every single day..
(Allah..)
Keep us close to You
Until the end of time..

Look inside yourselves
Such a perfect order
Hiding in yourselves
Running in your veins
What about anger love and pain
And all the things you’re feeling
Can you touch them with your hand?
So are they really there?

Lets start question in ourselves
Isn’t this proof enough for us?
Or are we so blind
To push it all aside..?
No..

We just have to
Open our eyes, our hearts, and minds
If we just look bright to see the signs
We can’t keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way
(Allah..)
Guide us every single day..
(Allah..)
Keep us close to You
Until the end of time..

When a baby’s born
So helpless and weak
And you’re watching him growing..
So why deny
Whats in front of your eyes
The biggest miracle of life..

We just have to
Open our eyes, our hearts, and minds
If we just look quiet we’ll see the signs
We can’t keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way
(Allah..)
Guide us every single day..
(Allah..)
Keep us close to You
Until the end of time..

Open your eyes and hearts and minds
If you just look bright to see the signs
We can’t keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way
(Allah..)
Guide us every single day..
(Allah..)
Keep us close to You
Until the end of time..

Allah..
You created everything
We belong to You
Ya Robb we raise our hands
Forever we thank You..
Alhamdulillah..


Sssstttttttt, Mampir yuuk..

sssssssssssttttt, jangan berisik ya..
kecuali yang yang mau berbagi Cara Mempercantik Blog
tapi....
yang mau ngobrol n curhat juga boleh sih.....
ssssssttttt, jangan bilang siapa-siapa ya...
kalo saya masih sangat awam,
masih belajar ng-Blog
sssttttt, walopun jelek,
tapi jangan bosen mampir ya...
ssstttttt, jangan lupa,
follow & ajak temen2 ya...

hehehehehe

Cara ter-Ampuh mengobati BT, Galau, Stres dan Mellow

Galau, BT, Mellow dan kata sejenisnya sekarang nampaknya memang sedang jadi trending topic di Twitter dan FB, belum lagi kata yang mengikuti setelahnya seperti "Tingkat dewa", "tingkat propinsi" dan yang lainnya. heeemmmm..... tapi perasaan itu memang tidak bisa dipungkiri sering melanda kita, ya kalaupun tidak sering, pasti pernah dooong (ngaku ajadeeehhh....). perasaan itu muncul bisa dari berbagai alasan,seperti ga ada kegiatan misalnya, atau bingung karena dihadapkan oleh dua/banyak pilihan, dan yang paling sering terjadi biasanya klo kita lagi putus cinta, heemmmm bisa Mellow abiieezzzz... bisa juga disebabkan oleh alasan yang lain tentunya.

lalu gimanasih caranya biar ngga Galau, BT dan Mellow????

setiap kita biasanya punya cara tersendiri buat mengatasi ketiga masalah itu, solusinya tergantung dari penyebab ketiga kata tersebut. Ada banyak macam cara, seperti dengeren musik klo lg BT misalnya, atau Shoping cara terampuh buat Shopaholik biasanya, curhat dan diskusi santai (tukar pikiran) kalo lagi galau atau mellow, karena bisanya orang yang lagi galau lebih butuh solusi buat masalah yang sedang dihadapinya, bisa juga dengan membaca Ayat-ayat Al-qur'an, sholat malam dan kegiatan2 positif lainnya, masih banyak cara lainnya juga pastinya yah. Nah... gimana kalau kalian??....

lain kalian lain juga dengan saya. Cara diatas ngga terlalu ampuh buat saya. dengerin musik, shoping, curhat, diskusi kecil dan yang lainnya engga berpengaruh besar buat saya, ya walaupun ada efeknya juga sih pastinya, tapi saya punya cara tersendiri, sebut saja kebisaan yang mengasyikkan buat mengobati ketiga kata tersebut, bahkan bukan cuma ketiga kata itu saja, stres krna kerjaan, marah, kesel dan lain2 juga bisa hilang loh... ajaib kan?? mau tau apakah itu???

gampang saja sih, walaupun memang sedikit merogoh isi Dompet Kalian, tapi ga sampai bikin KANGKER (KAntoNG KERing) kok.... apasih kegiatan itu??, kegiatan itu adalah KULINER. yah kuliner adalah cara terampun (bagi saya) buat sedikit mengurangi ketiga kata diatas. heemmmmm tunggu sebentar, sampai sini pasti kalian sudah tidak sabar untuk berargumen... biasanya argumen yang keluar adalah "harus ngeluarin uang dong..", "ga punya uang..." atau "kan harus banyak uang ", bisa juga "ihh... nanti gemuk dong??" ada juga " boro2 nafsu makan, lagi mellow, BT n galau" dan banyak argumen lainnya.

buat argumen pertama sampai keempat, smua itu tergantung kelasnya, tapi yang pasti memang harus ngeluarin uang, yang murah juga banyak kok.. kalau kalian kulinernya di Resto ya jelas bikin KANGKER lah... ga usah mewah, di warung kaki lima/emperan juga banyak makanan yang ajibb looh, contohnya Pisang Kremes, ayam kremes, Kebab Turki (babarafi), pisang ijo, bebek kaleyo, bebek penyet, pecel lele, pecel ayam dan masih banyak lagi. ga bikin gemuk kok, asalkan pola olah raga kita teratur (padahal sendirinya juga melar.. xixixixi). klo argumen yang terahir, agak sulit sih karena setiap orang beda2 memang, tapi klo saya justru makin tambah nafsu (hahahha... dasar doyan makan). cobain dulu deeh, pasti ketagihan... seru kok, bikin BT, Stres dan Galau Ilang loohhh..

Selamaat mencobaaaaaa ^_^

Rabu, 14 Maret 2012

Lukisan Hati

Melukismu serupa menggores tepian lara
Berbagai warna tertuang didalamnya
Menjadi lukisan hati ƔªήG peling pelangi
Meski ahirnya hanya biru ƔªήG tertinggal

ªĸƲ bagimu, serupa apa?

Hei bung,
ªĸƲ suka pada kata ƔªήG baru saJa kau semaikan...

Begini..
Akan ku jawab dngan sederhana

atau
Begini saja..
Biar kuhadiahi satu pertanyaan saja sekarang

"ªĸƲ bagimu, serupa apa?"

Senin, 25 Juli 2011

:: Insya Allah (( *_*)) ::

Bismillaahirarhmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

==============================
Ya Ghaffar...
Ya Robb..
Ya Qahhar...

Benarlah... bila DIA hendak menguji hambaNya, Dia akan menguji dengan sebenar-benar ujian. Namun, qodratku hanyalah sebagai hambaNya yang lemah..di mana harus kucari kekuatan??

ujian.. ujian.. berbagai bentuk, segi dan rupa.. aku yakin, ujian itu “tarbiyah”, dan seharusnya aku merindukan “tarbiyah” itu..
ujian itu adalah tanda “sayang”-Nya padaku, namun ku mohon ya Allah, sebagai hamba yang lemah, tunduk sujudku padaMu, jangan uji aku di luar batas mampu dan sanggupku..

ya Allah.. ya Robb.. ku mohon lindungi diriku dari “kezaliman” yang akan ku lakukan sendiri. Sungguh Kau sebaik2 Pelindung dan Penolong bagiku di Dunia dan Akhirat..

Pernah satu ketika.. seorang sahabat menemuiku, mohon penjelasan yang lebih jelas tentang “cinta”.

Cinta..??? Cinta insani atau cinta Ilahi..?

Jawabannya : “cinta makhlukNya..”!

“Akhwat sahabatmu..?? “

Jawabannya : “ikhwanku..”!.

SubhanAllah.. mohon maghfirahMu ya Allah.. Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.

" insyaAllah..selalu ada jodoh untukmu ukhtie. Usah dirisaukan tentang jodohmu ya..” hiburku.

“ ana tahu, tapi bukankah kita perlu berikhtiar??”
“ berikhtiar? Ya.. “ jawabku ringkas.
“ anti dah berikhtiar..?? “ aku bertanya.
“ ana..?? si ‘dia’ bagaimana?” dia malah balik bertanya.
“ maksud anti..?” tanyaku.. seakan tidak mengerti, walau aku tahu siapa “dia” yang di maksudkan.
“ana dengar dia dah bertunangan. Benar?” Tanyaku.

Diam.....Hening dan sunyi.
Aku mengulum senyum.. ku tinggalkan persoalan itu tanpa menjawabnya...

Kepada saudariku yang ku kasihi dan sayangi..,
telah tercatat nama seseorang di LAUH MAHFUZ untukmu sayang....
telah Allah tentukan untuk dirimu seseorang yang akan jadi “sayap kiri”perjuanganmu.

Namun ukhtiku fillah, siapalah kita untuk menentukan.. melainkan DIA..
Hanya DIA yang tahu bila kita akan di pertemukan antara satu sama lain.. di mana.. semuanya dalam pengetahuan Allah...

Bersabarlah ukhtieku yang sedang bermujahadah... apa ukhtie lupa.. Janji Allah itu kan pasti...

Ketahuilah ukhtieku fillah.. pribadi dirinya terletak pada ketinggian peribadimu...
Bukankah Allah telah berfirman dalam al-qur'an, surah anNur ; ayat 26, mafhumnya :

“ ... perempuan-perempuan yang baik itu adalah untuk lelaki-lelaki yang baik, dan lelaki-lelaki yang baik itu adalah untuk perempuan-perempuan yang baik... “

Muslimah mana yang tidak menginginkan seorang “imam” yang soleh ukhtie?? Apa ukhtie tidak menginginkan itu???
Tapi sebelum dapat yang soleh.. kita mesti terlebih dahulu menabur benih-benih solehah dalam diri, sirami dengan akhlak Islamiyah...

Berusahalah ukhtie.. menjadikan dirimu WANITA yang UNGGUL di pandangan PENCIPTAMU..
Sambil terus berupaya mengekang NAFSU mu ukhty suci idaman setiap mujahid Islam...
Pagarilah dengan sifat MALU.. IMAN.. dan TAQWA..

Sebagaimana Baginda SAW mendidik puteri kandung kesayangannya, Fatimah Az-Zahra.. MALU itu di umpamakannya seperti pohon putri malu...

Teruslah bermujahadah ukhtieku...
insyaAllah.. mujahadah mu itu tidak akan sia-sia...
Karna dengan izin Yang Maha Berkuasa, anti akan di pertemukan dengan seorang Mujahid Islam...

“ ana sadari hakikat itu ukhtie.. memang penat untuk bermujahadah..." jawabnya setelah lama ia terdiam.

“ Tapi ingatlah ukhtie.. BALASANNYA pasti INDAH.. insyaAllah...Allah tidak pernah mensia-siakan do’a hambanya.... jangan pernah berhenti untuk berdo’a...mohonlah agar “dia” yang kau inginkan sebagai “imam” mu... yang kau yakini bisa memimpinmu sehingga ke Syurga abadi....akan menjadi kekasih halal bagi mu...."
Aku diam sejenak. lalu kulanjutkan setelah tak ada jawaban darinya,
“Jika sudah bertemu yang mampu menerima ukhtie apa adanya.. istikharohlah... mulailah dengan istikhorah dan sholat hajat.. minta Allah tunjukkan pada kita...bila sudah dapat jawaban yang pasti.. binalah “masjid” itu dgn kemampuan kalian masing-masing...

“ Yakinlah dengan hidayah yang Maha Esa ya sayang.... muhasabahlah dirimu selalu.. bertafakkur.. teruslah cari Ridha Ilahi dan RahmatNya...teruslah perbaiki dirimu...Laksanakan apa yang perlu kita laksanakan dulu..
“ Jangan risau.. Allah itu Maha ‘Adil......berbicaralah denganNya ukhtie.. letakkan harapanmu sepenuhnya pada Penciptamu, bukan pada ciptaanNya..."

Senyap... hening. dan bicara ku tenggelam ....
“ ukhti menangis..?" tanyaku.
“ Gak lah... “
“ Anti kecewa?? Ana dengar dia sudah berhijrah.. betul ??? “ tanyaku lagi.
“ Smoga Allah permudahkan segala urusannya.. mungkin ana bukan yang terbaik untuk dia. Dan mungkin dia juga bukan yang terbaik yang Allah tetapkan untuk ana....”
“ adikku sayang...” tak sadar kupeluk dirinya ketika kulihat airmatanya kembali jatuh.
“ Biarlah ku pendam luka yang lara ini, ukhtie ku fillah... “ jawabnya menegarkan diri, membalas memelukku.

Lalu akupun pamit. Kupercepat langkahku pulang.. meneruskan perjuangan... walau satu ketika dulu, aku juga pernah di uji dengan cinta Insani.. sampai suatu ketika aku tersadar, siapa aku sebenarnya di mata hamba yang bernama “manusia”.. hitungan jiwa juga cinta insani, sehingga hampir membutakan mataku dari cinta yang Maha Esa..
sesungguhnya Allah lebih Mengerti..

terima kasih ya Allah.. teruslah uji aku ya Allah dgn mengikuti kemampuan terbaikku, agar aku tidak lupa dan senantiasa mengingatiMu.. kerna “ujian” itu tanda KAU menyayangiku...
Yakinlah.. kita akan di uji daripada apa yang kita katakan.. jangan salahkan mereka yang terjebak dengan “cinta” sebelum “nikah” – “IMAN” itu yanqus dan yazid, bisa bertambah dan berkurang.. dan soal Iman itu, hanya Allah yang layak mengujinya..
Hari itu berlalu cepat dan diri ini berlari mengejar bahagia, mengharap sinarNya lalu tersungkur dalam derita dan duka. Tapi kubangkit kembali dengan harap dan doa, tetapi bila dipenghujung cerita diakhiri dengan sesal, hampa dan kecewa, jangan Putus harapan dari sinarNya sehingga kita belajar kembali bagaimana untuk memulai, walaupun tertatih menerima ukiran takdir atas sutera kehidupan.

Masa yang lalu itu juga akan mengajarkan diri kita bagaimana untuk meminta meski tahu mungkin akan kecewa juga, tetapi masa lalu itu juga yang menyadarkan diri bahwa meminta dan kecewa adalah nikmat yang perlu di nikmati dengan sabar.

Masa lalu yang tlah berlalu itu juga menjadi bukti betapa diri ini lemah tiada berdaya, tak pernah mampu untuk menghadapi apa saja yang tidak ada melalui impian, namun masa lalu itu juga yang mengajarkan bahwa inilah “sutera kehidupan”.

Masa lalu itu yang tidak hanya sepi dihias duka tetapi hari itu juga DIA hadiahkan cinta itu di penghujung sendu dan balutan kecewa. Hari itu yang berlalu membuatku takut untuk diri melukis impian pada langit nan indah itu karena bimbang pelangi yang berpaut pada awan kan sirna jua. Lalu cinta itu kubiarkan tanpa impian juga hiasan harapan, yang ada cuma memasrahkan diri ini kepada DIA sang pemilik segala cinta.

Hari itu yang berlalu melahirkan seorang insan yang tidak punya impian dan mimpi untuk hidup, segala yang ada cuma perkiraan untuk kembali kepada tuhan, dan menanam harapan untuk bertemu dan menatap wajahNya pada esok hari. Hari itu yang berlalu mengajarkan padaku bahwa cinta ini untuk diisi dan diukir dgn sinar kasih padaNYA sebagai bekal pertemuan kembali aku dan DIA, justru cinta itu kusimpan, lalu tumbuh bunga harapan untuk ku sulam cinta itu dengan sebuah ikatan.

Hari ini menyebabkan diri tegar menghadapi hari esok...Tuhan segalanya sudah kuserahkan padaMU apa yang akan menjadi takdirku.

Barakallahufikum..semoga bermanfaat,
Banyak sayang dan cinta
Wassalamualaikum

-----------------------


terimakasih "Ali junior " atas share'a ...... ^_^

:: Ceritanya-Padaku ::

kurang lebih ini seperti yang diceritakan sahabat ku malam tadi....
dua bulan lebih setelah ia utarakan keinginannya untuk lebih mengenal islam pada ku
kusambut dngan sangat gembira.... bukan kemampuanku mengajarinya tentang islam lebih dalam, karena akupun masih sangat belajar..... bukan karena akupula ia berubah menjadi sesholehah ini....

ini ceritanya, aku hanya merangkainya agar sedikit lebih menarik (menurutku, entah menurutmu ??..)


smoga bermanfaat ^_^





**********************

melepas mu
kala itu..
ya, saat itu.
saat laju motormu smakin menjauh
meninggalkan pelataran rumahku malam itu
disaat itu pula cinta dalam hati kulucuti paksa


"kenapa??" tanya mu

jangan tanya knapa..
karena aku hanya mampu menjawab “sudah sepantasnya”


"maksud mu????" smakin bingung ia dngan pikirku



sudah brapa banyak dosa ku karena mencintaimu
bukan...
bukan menyalahkan cinta
hanya menyalahi kebodohanku yg tak mengerti akan hakikat cinta sesungguhnya
menyalahi kehilafanku mengekspresikan makna cinta

yah.... kesalahan terbesar ku tentang cinta
adalah ini
bukan...
bukan karena kau tak pantas untuk dicinta

sudah berapa banyak waktu yg terbuang karena memikirkanmu, merindumu, dan memujamu, jalan berduaan denganmu, pegangan tangan, bahkan bercumbu (astaghfirullah…..)

belum lagi efek lain yg timbul karena itu….
Dan itu semua karena aku mencintaimu
Oh bukan, mungkin Karena hubungan ini lebih tepatnya

Kini aku tau
Dan karena ini pula kulucuti rasa itu

Cinta memang fitrah
Jelas bodoh jika kusalahkan cinta
“Lalu ???” kebingungannya memecahkan ‘kata’ ku



Pacaran…
Bukan itu yang diajarkan islam
Tak sepatutnya itu ku lakukan

Menikah
Yah, pacaran setelah menikah akan lebih indah nampaknya
Karena sudah ada lebel HALAL yang membalutnya


maaf........


Dan ia hanya diam membisu……

Selasa, 05 Juli 2011

Hati yg Q Rasa (Part 2)

Rabu 15 Juni 2011

Menangis dan terisak tiada henti bukan menyalahi takdir atau menangisi kabar yg ku dengar sore tadi, tapi menangisi rasa yang semakin menggila, menangisi rasa yg tak seharusnya ada. tangis ku smakin mnjadi, bayang mu (ouuupps .. red) menari penuhi dunia fikirku, 2 tahun mengenal mu ku rasa bukan waktu yg singkat dan 7 bulan penantian mu cukup mematangkan hati yg condong kepada mu, jawaban itu yg ku temui di"istikharah" ku. 7 bulan dengan sabar kau lalui itu, yah, 7 bulan setelah anggukanmu untuk menunggu ku, karena pikir ku tak mungkin jika harus menikah saat ini, bukan hanya masalah pendidikanku yang belum rampung dan ketidak siapan ku untuk secepat itu menikah (lagian juga biayanya mahal boo… red) yang menghalanginya, tapi tak mungkin jika harus ku langkahi kk ku yang tercinta, tak mungkin aqu melukainya apalagi dngan kondisinya yg sekarag, tak sampai hati rasanya untuk ku lakukan itu, review ku mengingat masa itu.



ku temukan sesuatu dalam fikir ku, oh Tuhan, salahkh aqu? knpa hati menyalahkannya, mengadilinya, dan membenci keputusannya? sedang dia sudah terlalu lama menunggu dan tak kunjung datang keseriusan dari ku, tapi knapa tak tunggu satu hariii… saja kau ceritakan hal itu kpada ku padahal baru saja ingin ku sampaikan niat keseriusanmu kepada keluarga ku, ingin rasanya q katakan " tolong jangan kau luruskan niat ibumu.." (jika benar itu terucap celakalah n berdosalah aqu…red) saat kau meminta pendapat ku... entahlah lidah ku kelu yang keluar justru kata ku yg ahirnya menggores hati bahkan bukan hanya aqu terlebih kmu, entah bagai mana rasa mu kala itu, aqu terlalu naïf, terlalu egois tak menanyakan bagaimana ingin mu kala itu, tapi bukan maksud ku untuk itu, aqupun sakit atas smua yg ku ucap kala itu, tak ingin memberatkan mu, hanya ingin yg terbaik untuk mu dan berusaha bijak untuk smua ini, ya Rabb.. salahkh aku atas smua yg ku ucap ???, Huuufff…. andai kala itu ku ucapkan, “hati ku condong kepadamu dan besok akan ku utarakan niatmu kepada keluarga ku”, mungkin akan lain keadaannya sekarang, keluh batin ku. Knapa jadi berandai?? fikir ku saat ini…. Smakin sekiiiiiit (entahlah qu rasa kata itu tak cukup mewakiliya… red) berasa sesak sekali dada ku, seolah tak tercipta ruang untuk ku bernafas. Ah terlalu sulit ku gambarkan rasa ku kali ini, rasa menyesal akan keputusan ku, kebodohan akan jawaban yang tak kunjung ku berikan, kecewa akan keputusannya, dan keegoisanku, smua bercampur menjadi satu. Astaghfirullah hal’adziiiiiim…. Harusnya aqu ikhlas untuk smua ini, teringat aku akan kata2 itu # Allah tidak memberi apa yg kita mau tapi Allah mmberi apa yg kita butuhkan#. Segera ku seka air mata seiring dengan rasa ku yg masih tak menentu sedangkan waktu trus melaju tanpa mempedulikan ketidak berdayaan ku… pukul 02.30 dini hari, saat ku lirik jam beker ku. mncoba tuk bangkit, berharap berwudhu sedikit menghilangkan sakit dikepala ku dan sholat serta bermunajah mampu menenangkan ku….. “ya Rabb…. ya Rahman ya Rahim ampunilah segala dosa, segala hilaf ku ya Rabb…. Aku berlindung dari godaan syaitan yg terkutuk, jauhkanlah aqu dari segala penyakit hati yg bisa melumpuhkan fungsinya bahkan mluluhlantahkan semua iman dan taqwa qu… ampuni ya Rabb, ampuni kesyukuran q yang hanya setetes saja, padahal Engkau telah memberikan q nikmat yang luas menyamudera… ku pasrahkan semua hidup dan mati ku pada-MU” tangis ku menyesali smua rasa yang tak seharusnya ada, di 1/3 malam ini tak seperti biasanya begitu tenang, begitu khusu’, bagai malam hanya milik ku seorang. Lega rasanya smua telah ku adukan pada-NYA “ya smoga esok tak ada lagi tangis karena laki2 itu atau bahkan laki2 manapun…” janjiku pada hati, senyum ku sedikit merekah. ya, Insya Allah smua hanya karena-MU bahkan jika –KAU izinkan menangispun cuma karena-MU.



******

Pagi itu di 16 Juni 2011. Rasa ku sudah membaik, bahkan semakin membaik seiring dengan keikhlasan ku akan taqdir-NYa, rasa itu tak semuanya lenyap (tak membohongi hati.. red) terkadang muncul sebagai pengganggu, melemahkan niat ku, tapi kedatangannya sudah tak ku hiraukan lagi, ku anggap saja dia benalu (bedanya benalu itu tumbuh dihati… red) yang tak akan muncul jika tetap ku pupuk, dan ku rawat kesuciannya hingga tak ada satu benalupun yg mengotori kesuciannya (*ngarep. semoga ya Rabb….red). pagi ini walau mata membengkak tapi ku langkahkan kaki menuju kantor dngan semangat baru, niat yg insya Allah smakin menguat, ya niat yg sempat tercabik oleh kedatangannya. Insya Allah dengan izin Allah smoga tetap istiqomah menjalaninya…. Muhasabah ku terus menerus



******

Malam itu di 29 Juni 2011. Satu paket Arif kirim lewat temannya untuk ku, ya sebut saja laki2 itu Arif, laki2 yg sempat membuat ku hanyut dengan indahnya cinta yg indahnya bisa hancurkan dunia ku….. sebuah mushaf cantik isinya, dan surat sederhana berwarna kuning terang



“ smoga ini bermanfaat ukhti, bertilawahlah dikala apapun rasamu padaku, bagaimanapun pikirmu tentangku, dan dalam keadaan seperti apapun. Ku sadari ini adalah suatu kesalahan, rasa yg harusnya tak ada, rasa yg harusnya kita pu2k setelah ijab qabul tertunaikan, tapi rasa terlanjur terpu2k dan harap terlanjur terucap kala itu, aqupun telah bersimpuh memohon sgala dosa atas hilaf ku, smoga Allah ta’ala mengampuninya, terlebih smoga kamupun begitu. Do’akan akang smoga slalu diberkahi-NYa begitupun aku sebaliknya. Terimakasih, ini ahir untuk hidup ku yang baru, ya hidup baru esok di 03-07-2011(pernikahan sang pria…red). Agar tuntas sekedar goresan pena yg mewakili rasa sebenarnya. tanpa maksud, ini hanya goresan kata yang hampa, anggap saja hanya angin lalu, smoga kau selalu bahagia, begitupun aku esok dan seterusnya”



Tertulis….

“Senja itu bukan akhir dari segalanya

Senja bukanlah matahari yang terbenam

Senja bukanlah kembang di ujung barat

Senja itu sambutan Dari setiap langkah penantian menuju kesuksessan .

Titip rindu pada malam.. Entah, tiap kali surya kan menapak, ada segores sepi dan sedih tersisa.. Kendati mentari menyambut degan hangat dan ceria,

tetap saja yg tertinggal rindu pada sang malam..

Rindu syahdunya, rindu sejuknya, rindu heningnya,selalu terasa menghentak.

Padamu yg jauh disana, yang tengah berjumpa degan sang malam..

ku Titip rinduku padanya, pada pekat’a malam..

Karena ku tahu, cinta tak akan menjerumuskan.

Maka ku ingin tak sedikit pun kau tampak cacat di mataNya. Karena ku tahu,

aku pun berarti dalam hidupmu, maka jadikanku jalanmu menggapai cintaNya.

mohon degan sangat, dari hati yg terdalam,

jangan.. bukan karena aku, tapi karenaNya.

Karena aku dapat mati, cintaku dapat pupus.



Terkadang diri ini begitu lelah berkejaran degan cepat’a putaran dunia..

Mataku perih menatap debu-debu fana.

Kaki ini rapuh untuk berlari.

Ingin ku tutup telingaku yang terasa bising dengan teriakan para penikmat dunia.

Hatiku begitu kecil untuk membagi cinta pada mereka yang kering akan kasih.

Aku letih, ku ajukan izin pada-Mu..

Untuk beristirahat Sejenak saja, ingin kututup mata ini.. Aku letih.. Bolehkah?



Mencintaimu bagai menggenggam mawar..

Ada kalanya membawa wangi yang semerbak.

Namun dapat berubah luka karena duri yg melekat.

Mencintaimu bagai menatap pelangi.

Indah tak terkira membentang di angkasa.

Namun hati ini tak tenang karena cinta kan hilang tersapu waktu..

Kadang ku ingin seperti mentari.

Yang mampu memberi hangat pada semesta.

Namun ketika ku sadar ku tak mampu,

ku pun cukup bahagia mejadi pohon yang tumbuh di pinggir jalan,

yang dapat menjadi tamu beteduh dari terik yang memanggang.

Kadang ku ingin seindah purnama, bersinar indah di daalm gulita.

Namun ketika ku tau tak mungkin.

Aku pun cukup bahagia mejadi sepoi angin, walau tak nampak,

tapi mampu meberimu sejuk dalam lelap malammu..

Terpekur aku di ujung sajadah, menangis pilu tak tertahan.

sungai-sungai kecil mengalir begitu saja membasahi ruang wajah sang musafir ,

Ahhhaiiai Jika mulai teringatmu sang wanita hebat, kembali tunduk jiwaku pada hening tanpa batas. Semoga kau selalu berbahagia dikehidupan indahnya kini, esok dan seterusnya”



Aaaahhhh mengganggu rasa saja, abaiku (padahal aduuhaaai….red) berusaha menolak rasa. oh kamu sang pengirim surat andai kau tau rasa ku dulu…. Sebelum malam itu, disaat aqu tersedu menangis karena mu, disaat ahirnya ku putuskan melucuti smua rasa ku, dan berjanji akan mencinta setelah tiba saatnya. Ya setelah ijab qabul tertunaikan seperti kata mu disurat itu, tapi bukan dengan mu tentunya. “ kata mu indah, tapi aqu tak suka puisi mu” ucap ku pada diri..



Hanya ini cerita ku, karena tak ada yg sepesial dimalam ini, batin ku membohongi hati.



******

Siang itu di 01 Juli 2011. Dipukul 13.54 tepatnya. HP ku bergetar, suara Craig David *Unbelieveable* mengalun merdu. Kulirik, No baru tertera di layar Hp, siapa?? Pikir ku.



“Assalamualaikum sayang….” Suara disebrang sana

“wa’alaikum salam…” jawabku bingung

“ini Ummi Arif ki, kamu sehat nak??” lanjutnya seolah tau kebingungan ku

“ oh Ummi, Alhamdulillah sehat, Ummi sndri gimana kabanya? Lama ga ketemu, kangen deh..” jawab ku manja, karena dia sudah ku anggap layaknya ibuku sendiri.

“Alhamdulillah Ummi sehat, Cuma ya ga enak badan sedikit sih wajar.. kapan kamu maen lagi ke rumah? Katanya kangen.. Ummi mu ini ditengoklah nak sekali2…” lanjutnya

“Ummi jangan terlalu capek, masalah persiapan pernikahan kang Arif biar diserahin ke Kang Arif aja. Abah, Teteh, sama Akang Reno juga sekuat tenaga ngebantu.. insya Allah besok lancar acaranya n ga kurang suatu apapun, nanti kalo hari H Ummi sakit kan repot…” lanjutku mengingatkan…. Seolah ada yg mengiris lagi luka yg perlahan kering, oh Tuhaaaan… kuatkan aku, ya Allah yg Maha membolak-balikkan hati…. Smua berawal dari –Mu dan berahir pula kepada –Mu, maka ku serahkan smua rasa ku pada –Mu.. batin ku memohon.



“Ummi pengen besok kamu dateng bantu Ummi ngebungkus seserahan’a Arif, lagian rasanya Ummi sudah terlanjur kangen sama kamu nak…” lanjutnya menyentak hatiku, seolah jantung berhenti berdetak mendengar pintanya. oh Tuhaaaan… harus ku jawab apa?? Tidak kah dia tau luka ini masih basah….



“hari sabtu besok temen q ada yg nikah juga Ummi, Tapi Insya Allah pulang dari sana, jika q tidak berhalangan n smoga Allah memberi kesempatan, q pasti dateng…. “ ucapku segera, tak ingin Ummi menunggu lama



“Amiiin, Jazakillah Khoir sayaang… wa Barokallah Fii Umrik…..” ucapnya mengahiri perbincangan kala itu.



Ya Allah besar sekali rasanya cobaan n ujian yg –Kau beri…. Ampunilah ya Rabb… berilah petunjuk, ikhlaskn hati, smua milik-Mu… tak berhak harusnya aqu atas dia, n tak seharusnya pula rasa ini ada…



Masih di 01 Juli 2011, rasa kembali tak menentu, tapi kli ini berbeda dengan sebelumnya. Yg ku risaukan sekarang harus bagaimana nanti jika besok (02-07-2011) berjumpa dengannya…. Apa ku tolak saja permintaan Ummi?? Aku tak ingin & aku takut rasa itu tumbuh lagi jika melihat matanya yg teduh, wajahnya yg cakep perangainya yg cakap dan senyumnya yg aduuhaaaiii (astaghfirullah…. Red), aku takut itu mampu melumpuhkan smua niat yg dngan sekuat tenaga ku bangun lagi, krna aqu tau iman ku masih rapuh, ilmuku masih dangkal dan aku yakin masih jauuuh skali mengenal kata sabar. Jika tak hadir bagai mana dengan Ummi??? Sampai hatikah aqu menolak permintaannya… setelah smua kasih sayang yg tercurah untuk ku.. tapi bagai mana dengan rasa ku??? Oh tuhaaaan…… batin ku di pukul 03.26 dini hari……..





……………………………… bersambung……………………………………..



maaf bersambung lagi cape nulisnya ^_~



*lagi belajar nulis, masih sangat jaauuuuh dari kata sempurna. & Mhon maaf jika dalam catatan ini ada pihak yang tersinggung… Hanya milik Allahlah segala kesempurnaan



***** smoga bermanfaat*****

Hati yg Q Rasa

@ tempat kerja : (di waktu senggangku) tringat 1 bulan yang lalu saat ibumu masih mengharapkan ku. dan 7 bulanpun berlalu setelah kau sampaikan niat mu dan q jawab " jika kau sanggup menunggu" dan kulihat anggukan dari mu setalah qu jelaskan keadaan ku " jika dimasa menunggu mu kau rasa tak kuat dan menemukan calon selain aqu, maka menikahlah dengan izin Allah. insya Allah yang terbaik untuk mu". 2 hari yang lalu saat kau meminta pendapat ku dan qu jawab "bla bla bla bla........subhanallah aqu bahagia mendengarnya, berta'aruflah barang 1 atau 2 minggu jika masih bimbang istikharahlah dngn sebenar2nya istikharah.... smoga Allah memberi petunjuk, bla bla bla.." hiks hiks.. ttp berusaha memberikan jawaban tanpa membuat mu bimbang ataupun menolak kemauan ibumu dan hari ini tepat di hari ini Rabu, 16.05 WIB kau kabari aqu "bla bla bla.... jika kau berkenan hadir, insya Allah 03-07-2011 akad pernikahan di masjid **** 09.00-09.30 dan dilanjutkan dengan resepsi di gedung *** " ... tak ada kata yang sanggup keluar dari mulut qu..... masih qu dengar suaranya, ya suara laki-laki bijak,sholeh, penyayang dan pintar itu... laki2 yang sempat terfikir akan menjadi pendamping ku.....smakin mengecil.. seperti terisak tapi nyaris tak terdengar, dan kemudian "TUT TuT TuT.." oh Tuhaaannn....... tubuh ku nyaris seperti tak bertulang... kepala ku terasa berat dan cenat-cenut, rasanya sulit tuk ku gambarkan bagaimana hati saat ini, tak terasa waktu menunjukkan 18.05, kupaksa langkahkan kaki menuju kampus dengan rasa tak menentu.......



@ homz : bingung harus bagaimana. sedih, kecewa, marah, tapi bukankah aqu yang tak menerima niatnya waktu itu?? tapi aqupun tak menolaknya... dan ibunya !! ... oh ibu kau sudah ku anggap layaknya ibu ku sendri, bahkan tak pernah terbesit sebentarpun menjadikanmu mertua qu, karna kau lebih dari itu... kau yang penyabar, kau yang begitu menyayangi ku, teganya dirimu... bukankah kaupun tau dia menyayangi ku.... ???



astaghfirullah... harusnya aqu bahagia bukan mengadilinya ... tangisku smakin menjadi nyaris membuat smua datang menghampiri.. dengan rasa yang masih tak menentu kuraih Ponsel ku, kutulis dan kuhapus lagi, 5 menit jari ku menari diatasnya. dengan segera kutekan tombol send, tak terasa air mata mengalir begitu lincah " baarakallahu laka, wabaaraka'alaika, wa jama'a baynakumaa fii khair.... smoga Allah memberikan berkah kepada mu, dan semoga Allah mencurahkan keberkahan kepadamu, dan smoga Allah mempersatukan kalian dalam kebaikan.." setelah qu baca ulang sms itu segera qu matikan ponsel ...........









..........................

........ bersambung............







sedih qu.....

zy Al-fikriyah

Selasa, 14 Juni 2011

KisaH Luar BiaSa

♥♥kisah Wanita yang Selalu Berbicara Dengan Al-Qur’an♥♥


Bismilahirrahmanirrahim Walhamdulillah Wassholatu Wassalamu`Ala Rasulillah,Wa’ala Aalihii Washohbihii Waman Waalah amma ba’du…
Berkata Abdullah bin Mubarak Rahimahullahu Ta’ala :

Saya berangkat menunaikan Haji ke Baitullah Al-Haram, lalu berziarah ke makam Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam. Ketika saya berada disuatu sudut jalan, tiba-tiba saya melihat sesosok tubuh berpakaian yang dibuat dari bulu. Ia adalah seorang ibu yang sudah tua. Saya berhenti sejenak seraya mengucapkan salam untuknya. Terjadilah dialog dengannya beberapa saat.

Dalam dialog tersebut wanita tua itu , setiap kali menjawab pertanyaan Abdulah bin Mubarak, dijawab dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an. Walaupun jawabannya tidak tepat sekali, akan tetapi cukup memuaskan, karena tidak terlepas dari konteks pertanyaan yang diajukan kepadanya.

Abdullah : “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.” Wanita tua : “Salaamun qoulan min robbi rohiim.” (QS. Yaasin : 58) (”Salam sebagai ucapan dari Tuhan maha kasih”)

Abdullah : “Semoga Allah merahmati anda, mengapa anda berada di tempat ini?” Wanita tua : “Wa man yudhlilillahu fa la hadiyalahu.” (QS : Al-A’raf : 186 ) (”Barang siapa disesatkan Allah, maka tiada petunjuk baginya”)

Dengan jawaban ini, maka tahulah saya, bahwa ia tersesat jalan.

Abdullah : “Kemana anda hendak pergi?” Wanita tua : “Subhanalladzi asra bi ‘abdihi lailan minal masjidil haraami ilal masjidil aqsa.” (QS. Al-Isra’ : 1) (”Maha suci Allah yang telah menjalankan hambanya di waktu malam dari masjid haram ke masjid aqsa”)

Dengan jawaban ini saya jadi mengerti bahwa ia sedang mengerjakan haji dan hendak menuju ke masjidil Aqsa.

Abdullah : “Sudah berapa lama anda berada di sini?” Wanita tua : “Tsalatsa layaalin sawiyya” (QS. Maryam : 10) (”Selama tiga malam dalam keadaan sehat”)

Abdullah : “Apa yang anda makan selama dalam perjalanan?” Wanita tua : “Huwa yut’imuni wa yasqiin.” (QS. As-syu’ara’ : 79) (”Dialah pemberi aku makan dan minum”)

Abdullah : “Dengan apa anda melakukan wudhu?” Wanita tua : “Fa in lam tajidu maa-an fatayammamu sha’idan thoyyiban” (QS. Al-Maidah : 6) (”Bila tidak ada air bertayamum dengan tanah yang bersih”)

Abdulah : “Saya mempunyai sedikit makanan, apakah anda mau menikmatinya?” Wanita tua : “Tsumma atimmus shiyaama ilallaiil.” (QS. Al-Baqarah : 187) (”Kemudian sempurnakanlah puasamu sampai malam”)

Abdullah : “Sekarang bukan bulan Ramadhan, mengapa anda berpuasa?” Wanita tua : “Wa man tathawwa’a khairon fa innallaaha syaakirun ‘aliim.” (QS. Al-Baqarah : 158) (”Barang siapa melakukan sunnah lebih baik”)

Abdullah : “Bukankah diperbolehkan berbuka ketika musafir?” Wanita tua : “Wa an tashuumuu khoirun lakum in kuntum ta’lamuun.” (QS. Al-Baqarah : 184) (”Dan jika kamu puasa itu lebih utama, jika kamu mengetahui”)

Abdullah : “Mengapa anda tidak menjawab sesuai dengan pertanyaan saya?” Wanita tua : “Maa yalfidhu min qoulin illa ladaihi roqiibun ‘atiid.” (QS. Qaf : 18) (”Tiada satu ucapan yang diucapkan, kecuali padanya ada Raqib Atid”)

Abdullah : “Anda termasuk jenis manusia yang manakah, hingga bersikap seperti itu?” Wanita tua : “Wa la taqfu ma laisa bihi ilmun. Inna sam’a wal bashoro wal fuaada, kullu ulaaika kaana ‘anhu mas’ula.” (QS. Al-Isra’ : 36) (”Jangan kamu ikuti apa yang tidak kamu ketahui, karena pendengaran, penglihatan dan hati, semua akan dipertanggung jawabkan”)

Abdullah : “Saya telah berbuat salah, maafkan saya.” Wanita tua : “Laa tastriiba ‘alaikumul yauum, yaghfirullahu lakum.” (QS.Yusuf : 92) (”Pada hari ini tidak ada cercaan untuk kamu, Allah telah mengampuni kamu”)

Abdullah : “Bolehkah saya mengangkatmu untuk naik ke atas untaku ini untuk melanjutkan perjalanan, karena anda akan menjumpai kafilah yang di depan.” Wanita tua : “Wa maa taf’alu min khoirin ya’lamhullah.” (QS Al-Baqoroh : 197) (”Barang siapa mengerjakan suatu kebaikan, Allah mengetahuinya”)

Lalu wanita tua ini berpaling dari untaku, sambil berkata :

Wanita tua : “Qul lil mu’miniina yaghdudhu min abshoorihim.” (QS. An-Nur : 30) (”Katakanlah pada orang-orang mukminin tundukkan pandangan mereka”)

Maka saya pun memejamkan pandangan saya, sambil mempersilahkan ia mengendarai untaku. Tetapi tiba-tiba terdengar sobekan pakaiannya, karena unta itu terlalu tinggi baginya. Wanita itu berucap :

Wanita tua : “Wa maa ashobakum min mushibatin fa bimaa kasabat aidiikum.” (QS. Asy-Syura’ 30) (”Apa saja yang menimpa kamu disebabkan perbuatanmu sendiri”)

Abdullah : “Sabarlah sebentar, saya akan mengikatnya terlebih dahulu.” Wanita tua : “Fa fahhamnaaha sulaiman.” (QS. Anbiya’ 79) (”Maka kami telah memberi pemahaman pada nabi Sulaiman”)

Selesai mengikat unta itu sayapun mempersilahkan wanita tua itu naik.

Abdullah : “Silahkan naik sekarang.” Wanita tua : “Subhaanalladzi sakhkhoro lana hadza wa ma kunna lahu muqriniin, wa inna ila robbinaa munqolibuun.” (QS. Az-Zukhruf : 13-14) (”Maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini pada kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya kami akan kembali pada tuhan kami”)

Sayapun segera memegang tali unta itu dan melarikannya dengan sangat kencang. Wanita itu berkata :

Wanita tua : “Waqshid fi masyika waghdud min shoutik” (QS. Lukman : 19) (”Sederhanakan jalanmu dan lunakkanlah suaramu”)

Lalu jalannya unta itu saya perlambat, sambil mendendangkan beberapa syair, Wanita tua itu berucap :

Wanita tua : “Faqraa-u maa tayassara minal qur’aan” (QS. Al- Muzammil : 20) (”Bacalah apa-apa yang mudah dari Al-Qur’an”)

Abdullah : “Sungguh anda telah diberi kebaikan yang banyak.” Wanita tua : “Wa maa yadzdzakkaru illa uulul albaab.” (QS Al-Baqoroh : 269) (”Dan tidaklah mengingat Allah itu kecuali orang yang berilmu”)

Dalam perjalanan itu saya bertanya kepadanya.

Abdullah : “Apakah anda mempunyai suami?” Wanita tua : “Laa tas-alu ‘an asy ya-a in tubda lakum tasu’kum” (QS. Al-Maidah : 101) (”Jangan kamu menanyakan sesuatu, jika itu akan menyusahkanmu”)

Ketika berjumpa dengan kafilah di depan kami, saya bertanya kepadanya.

Abdullah : “Adakah orang anda berada dalam kafilah itu?” Wanita tua : “Al-maalu wal banuuna zinatul hayatid dunya.” (QS. Al-Kahfi : 46) (”Adapun harta dan anak-anak adalah perhiasan hidup di dunia”)

Baru saya mengerti bahwa ia juga mempunyai anak.

Abdullah : “Bagaimana keadaan mereka dalam perjalanan ini?” Wanita tua : “Wa alaamatin wabin najmi hum yahtaduun” (QS. An-Nahl : 16) (”Dengan tanda bintang-bintang mereka mengetahui petunjuk”)

Dari jawaban ini dapat saya fahami bahwa mereka datang mengerjakan ibadah haji mengikuti beberapa petunjuk. Kemudian bersama wanita tua ini saya menuju perkemahan.

Abdullah : “Adakah orang yang akan kenal atau keluarga dalam kemah ini?” Wanita tua : “Wattakhodzallahu ibrohima khalilan” (QS. An-Nisa’ : 125) (”Kami jadikan ibrahim itu sebagai yang dikasihi”)

“Wakallamahu musa takliima” (QS. An-Nisa’ : 146) (”Dan Allah berkata-kata kepada Musa”)

“Ya yahya khudil kitaaba biquwwah” (QS. Maryam : 12) (”Wahai Yahya pelajarilah alkitab itu sungguh-sungguh”)

Lalu saya memanggil nama-nama, ya Ibrahim, ya Musa, ya Yahya, maka keluarlah anak-anak muda yang bernama tersebut. Wajah mereka tampan dan ceria, seperti bulan yang baru muncul. Setelah tiga anak ini datang dan duduk dengan tenang maka berkatalah wanita itu.

Wanita tua : “Fab’atsu ahadaku bi warikikum hadzihi ilal madiinati falyandzur ayyuha azkaa tho’aaman fal ya’tikum bi rizkin minhu.” (QS. Al-Kahfi : 19) (”Maka suruhlah salah seorang dari kamu pergi ke kota dengan membawa uang perak ini, dan carilah makanan yang lebih baik agar ia membawa makanan itu untukmu”)

Maka salah seorang dari tiga anak ini pergi untuk membeli makanan, lalu menghidangkan di hadapanku, lalu perempuan tua itu berkata :

Wanita tua : “Kuluu wasyrobuu hanii’an bima aslaftum fil ayyamil kholiyah” (QS. Al-Haqqah : 24) (”Makan dan minumlah kamu dengan sedap, sebab amal-amal yang telah kamu kerjakan di hari-hari yang telah lalu”)

Abdullah : “Makanlah kalian semuanya makanan ini. Aku belum akan memakannya sebelum kalian mengatakan padaku siapakah perempuan ini sebenarnya.”

Ketiga anak muda ini secara serempak berkata : “Beliau adalah orang tua kami. Selama empat puluh tahun beliau hanya berbicara mempergunakan ayat-ayat Al-Qur’an, karena kuatir salah bicara.”

Maha suci zat yang maha kuasa terhadap sesuatu yang dikehendakinya. Akhirnya saya pun berucap :

“Fadhluhu yu’tihi man yasyaa’ Wallaahu dzul fadhlil adhiim.” (QS. Al-Hadid : 21) (”Karunia Allah yang diberikan kepada orang yang dikehendakinya, Allah adalah pemberi karunia yang besar”)


[Diambil dari kitab karya: Sayyid Abubakar bin Muhammad Syatha, hal. 161-168]

sumber "Muslimah Sholehah"

Rabu, 08 Juni 2011

:: Yang Tercatat ::

Ayah,,



Maaf jika aku baru tersadar Bahwa sudah terlalu banyak keringat yang keluar dari kulitmu Hingga tak mampu aku seka walau dengan sejuta handuk Karena sudah membanjiri dan menggenangi setiap lantai yang kupijak Maaf jika aku kini tercenung Karena terperangah oleh gundukan kebijakan Yang telah kau pikirkan, katakan, dan kau lakukan... Hingga rasanya segunung uang yang telah kukumpulkan Tak mampu untuk membayar semuanya



Maaf jika aku baru melihat Banyaknya luka di otak dan tubuhmu karena tersayat oleh segala kekurangan dan ketidak berdayaanku, Terhujam dan tertikam oleh tindak tanduk yang tiada berkenan, Maaf jika aku tidak memperhatikan Berjuta keluh dan lenguh lelah yang kau teriakkan di kesunyian kala sendiri, Sembunyi agar tak ada anakmu yang terbangun karenanya di tengah malam Dan kembali ke dunia mimpi dengan ketidakberdayaan jiwa.



Aku tahu engkau telah hidup di dua alam sejak dulu Siang kau sibuk bagai semut yang tak kenal lelah Dan malam kau beterbangan bagai kelelawar lapar yang tak kenal bosan mengepak sayap, Aku juga tahu bahwa kau telah tutupi sakit dan perihmu Karena ketegaran itu harus kau tunjukkan agar kami tiada berteriak lapar dan sedih. Kini usiamu telah lanjut seperti bunga yang kembali merunduk setelah 1 minggu mekar. Gurat gurat lemas di wajahmu mulai berlomba untuk bersolek Dan ritme nafasmu yang semakin lemah terdengar hembusannya.



wahai ayah......ini aku tulis sebuah surat janji padamu akan ku bangun ruang Kebahagiaan dimasa tuamu, dalam satu kedip mata akan ku antar ke Istana kebahagiaan yang ingin kau dapatkan. dalam satu sebut kau panggil kau akan berada didalamnya, Ketenangan jiwa yang kau idamkan dalam dua kali teriakmu akan terbirit birit untuk menghadapmu, Senyum-senyum puas dalam dua kali kau injak bumi akan tergantung dengan manis di wajahmu. Segarnya udara pagi tanpa beban..akan selalu menyapamu tanpa kau mimpikan terlebih dulu Dan peluk istri tercintamu akan selalu dapat kau rasakan karena tak akan pernah ku biarkan ia mengkhawatirkan kebutuhanku dan adik2ku..... Insya Allah.... dengan izin Allah..



Surat janjiku ini adalah sumpah atas nyawaku, Surat janji ini adalah harta yang menjadi jaminan atas kebahagiaanku, Jika boleh maka biar kutukarkan semua nafas yang kumiliki dengan terkabulkannya isi suratku, Sebelum aku melihat ayah menangis bahagia dan memelukku atas terciptanya mimpimu, Maka tak akan pernah kubiarkan tubuh ini beristirahat hingga jatuh dan terkulai untuk selamanya. Hidupku untuk kebahagiaanmu wahai orangtuaku percaya dan yakinlah aku mampu esok.





seperti yang telah diceritakan sahabatfillah.... Mutiara Hati..... '23.25' WIB



:: Smoga bermanfaat juga untuk kita smua..... ::

keep ukhuwah..

:: Puasa SunnaH ::

1). Puasa 6 hari dibulan syawwal



Berdasarkan hadits Abu Ayyub Al-Anshari bahwa Raulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“barangsiapa yang berpuasa ramadhan, lalu menyambungnya dengan enam hari dibulan syawwal,maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR.Muslim: 1164 )

Hadits ini merupakan nash yang jelas menunjukkan disunnahkannya berpuasa enam hari dibulan syawwal. Adapun sebab mengapa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam menyamakannya dengan puasa setahun lamanya, telah disebutkan oleh Imam Nawawi rahimahullah bahwa beliau berkata:

“berkata para ulama: sesungguhnya amalan tersebut sama kedudukannya dengan puasa sepanjang tahun,sebab satu kebaikannya nilainya sama dengan sepuluh kali lipat, maka bulan ramadhan sama seperti 10 bulan,dan enam hari sama seperti dua bulan.” (Syarah Nawawi:8/56)

Hal ini dikuatkan dengan hadits Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:
صيام شهر رمضان بعشرة أشهر وصيام ستة أيام بشهرين فذلك صيام سنة

“berpuasa ramadhan seimbang dengan sepuluh bulan,dan berpuasa enam hari seimbang dengan dua bulan,maka yang demikian itu sama dengan berpuasa setahun.” (HR.Nasaai dalam Al-kubra (2860),Al-Baihaqi (4/293),dishahihkan Al-Albani dalam Al-Irwa’ (4/107).

2). Puasa senin dan kamis

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa pada hari senin? Maka beliau menjawab:
ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فيه وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أو أُنْزِلَ عَلَيَّ فيه

“itu adalah hari yang aku dilahirkan padanya,dan aku diutus,atau diturunkan kepadaku (wahyu).” (HR.Muslim:1162)

Juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan yang lainnya dari Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau ditanya tentang puasanya Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam, maka beliau menjawab:
وَكَانَ يَتَحَرَّى صِيَامَ الاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ

“adalah beliau senantiasa menjaga puasa pada hari senin dan kamis” (HR.Tirmidzi (745),Ibnu Majah:1739,An-Nassai (2187),Ibnu Hibban (3643).dan dishahihkan Al-Albani dalam shahih Ibnu Majah)

Juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Nabi shallahu ‘alaihi wasalam berpuasa pada hari senin dan kamis. Lalu ada yang bertanya: sesungguhnya engkau senantiasa berpuasa pada hari senin dan kamis? Beliau menjawab:

تُفَتَّحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يوم الإثنين وَالْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ فِيهِمَا لِمَنْ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شيئا إلا الْمُهْتَجِرَيْنِ يُقَالُ رُدُّوا هَذَيْنِ حتى يَصْطَلِحَا

“dibuka pintu-pintu surga pada hari senin dan kamis,lalu diampuni (dosa) setiap orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun,kecuali dua orang yang saling bertikai,dikatakan: biarkan mereka berdua sampai keduanya berbaikan.” (HR.Tirmidzi (2023),Ibnu Majah (1740),dan dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi dan Ibnu Majah)

3) Puasa Dawud Alaihissalam

Berdasarkan hadits yang datang dari Abdullah bin Amr bin ‘Al-Ash radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bersabda
أَحَبُّ الصِّيَامِ إلى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ كان يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا وَأَحَبُّ الصَّلَاةِ إلى اللَّهِ صَلَاةُ دَاوُدَ كان يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ

“puasa yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah puasa Dawud,beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari.Dan shalat yang paling dicintai Allah adalah shalatnya Dawud,beliau tidur dipertengahan malam,lalu bangun (shalat) pada sepertiga malam,dan tidur pada seperenamnya.” (HR.Bukhari :3238,dan Muslim:1159)

Dalam riwayat lain beliau shallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

لَا صَوْمَ فَوْقَ صَوْمِ دَاوُدَ عليه السَّلَام شَطْرَ الدَّهَرِ صُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًا
“tidak ada puasa (yang lebih utama) diatas puasa Dawud Alaihisssalam,setengah tahun,berpuasalah sehari dan berbukalah sehari.” (HR.Bukhari: 1879,Muslim:1159)

4). Puasa tiga hari dalam sebulan

Berdasarkan hadits Abdullah bin Amr bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam berkata kepadanya:
وَإِنَّ بِحَسْبِكَ أَنْ تَصُومَ كُلَّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فإن لك بِكُلِّ حَسَنَةٍ عَشْرَ أَمْثَالِهَا فإن ذلك صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

“dan sesungguhnya cukup bagimu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan,karena sesungguhnya bagimu pada setiap kebaikan mendapat sepuluh kali semisalnya,maka itu sama dengan berpuasa setahun penuh.” (HR.Bukhari:1874,Muslim:1159)

Juga diriwayatkan oleh Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau ditanya oleh Mu’adzah Al-Adawiyyah: apakah Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam senantiasa berpuasa tiga hari dalam setiap bulan? Maka beliau menjawab: iya.Lalu ditanya lagi: pada hari yang mana dari bulan tersebut? Beliau menjawab:

لم يَكُنْ يُبَالِي من أَيِّ أَيَّامِ الشَّهْرِ يَصُومُ

“beliau tidak peduli dihari yang mana dari bulan tersebut ia berpuasa.” (HR.Muslim:1160)

Juga dari hadits Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa beliau berkata:

أَوْصَانِي خَلِيلِي e بِثَلَاثٍ صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ من كل شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قبل أَنْ أَنَامَ

“Teman setiaku Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam memberi wasiat kepadaku untuk berpuasa tiga hari dalam setiap bulan,mengerjakan shalat dua raka’at dhuha,dan agar aku mengerjakan shalat witir sebelum aku tidur.” (HR.Bukhari:1180)

Hadits ini menjelaskan bahwa diperbolehkan pada hari yang mana saja dari bulan tersebut ia berpuasa,maka ia telah mengamalkan sunnah.Namun jika ia ingin mengamalkan yang lebih utama lagi,maka dianjurkan untuk berpuasa pada pertengahan bulan hijriyyah, yaitu tanggal 13,14 dan 15. Hal ini berdasarkan hadits yang datang dari Abu Dzar radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

يا أَبَا ذَرٍّ إذا صُمْتَ من الشَّهْرِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

“wahai Abu Dzar,jika engkau hendak berpuasa tiga hari dalam sebulan,maka berpuasalah pada hari ketiga belas,empat belas dan lima belas.” (HR.Tirmidzi:761,An-Nasaai:2424,ahmad:5/162,Ibnu Khuzaimah: 2128,Al-Baihaqi: 4/292.Dihasankan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa’:4/101-102)

Puasa tiga hari dipertengahan bulan ini disebut dengan hari-hari putih. Dalam riwayat lain dari hadits Abu Dzar radhiallahu’anhu,beliau berkata:

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ e أَنْ نَصُومَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاثَةَ أَيَّامِ الْبِيضِ ثَلاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ
“Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam memerintah kami untuk berpuasa tiga hari-hari putih dalam setiap bulan:13,14 dan 15.” (HR.Ibnu Hibban:3656)

disebut sebagai “hari-hari putih” disebabkan karena malam-malam yang terdapat pada tanggal tersebut bulan bersinar putih dan terang benderang. (lihat:fathul Bari:4/226)

Yang lebih menunjukkan keutamaan yang besar dalam berpuasa pada hari-hari putih tersebut, dimana Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam tidak pernah meninggalkan amalan ini. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas radhiallahu’anhu bahwa beliau berkata:

كان رسول اللَّهِ صلى اللَّهُ عليه وسلم لا يَدَعُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيضِ في سَفَرٍ وَلا حَضَرٍ
“adalah Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam tidak pernah meninggalkan puasa pada hari-hari putih,baik diwaktu safar maupun disaat mukim.” (HR.At-thabarani: ,dishahihkan Al-Albani dalam shahihul jami’:4848).

5). Puasa Arafah

Berdasarkan hadits Abu Qatadah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam ditanya tentang puasa pada hari arafah,Beliau menjawab:

يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ
“menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR.Muslim:1162)

Kecuali bagi mereka yang sedang wukuf di Arafah dalam rangka menunaikan ibadah haji,maka tidak dianjurkan berpuasa pada hari itu. Berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam berbuka di Arafah,Ummul Fadhl mengirimkan segelas susu kepada beliau,lalu beliau meminumnya.” (HR.Tirmidzi: 750,dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi)

Juga diriwayatkan dari hadits Ibnu Umar radhiallahu’anhu bahwa beliau ditanya tentang hukum berpuasa pada hari Arafah di Arafah?,beliau menjawab”

حَجَجْتُ مع النبي e فلم يَصُمْهُ وَمَعَ أبي بَكْرٍ فلم يَصُمْهُ وَمَعَ عُمَرَ فلم يَصُمْهُ وَمَعَ عُثْمَانَ فلم يَصُمْهُ وأنا لَا أَصُومُهُ ولا آمُرُ بِهِ ولا أَنْهَى عنه
“aku menunaikan ibadah haji bersama Nabi shallahu ‘alaihi wasalam dan beliau tidak berpuasa pada hari itu,aku bersama Abu Bakar radhiallahu’anhu beliau pun tidak berpuasa padanya,aku bersama Umar dan beliau pun tidak berpuasa padanya,aku bersama Utsman dan beliau pun tidak berpuasa padanya. Dan akupun tidak berpuasa padanya,dan aku tidak memerintahkannya dan tidak pula melarangnya.” (HR.Tirmidzi:751.Dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi)

6). Puasa dibulan muharram,khususnya pada hari ‘Asyura (10 muharram)

Bulan muharram adalah bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak berpuasa padanya. Berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
“puasa yang paling afdhal setelah ramadhan adalah bulan Allah: muharram,dan shalat yang paling afdhal setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR.Muslim:1163)

Dan diantara hari-hari dibulan tersebut,lebih dianjurkan lagi berpuasa pada hari Asyura,yaitu tanggal 10 muharram. Banyak hadits-hadits yang menunjukkan sangat dianjurkannya berpuasa pada hari ‘Asyura. Diantaranya adalah hadits Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau berkata:

كان رسول اللَّهِ أَمَرَ بِصِيَامِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فلما فُرِضَ رَمَضَانُ كان من شَاءَ صَامَ وَمَنْ شَاءَ أَفْطَرَ
Adalah Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam memerintahkan (perintah yang mewajibkan) puasa pada hari ‘Asyura. Maka tatkala telah diwajibkannya ramadhan,maka siapa yang ingin berpuasa maka silahkan dan siapa yang ingin berbuka juga boleh.” (HR.Bukhari:1897,Muslim: 1125)

Dalam riwayat Muslim dari hadits Abu Qatadah bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam ditanya tentang puasa pada hari ‘Asyura,maka beliau menjawab:

يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
“menghapus dosa setahun yang telah lalu.” (HR.Muslim:1162)

Dan juga dianjurkan berpuasa pada tanggal sembilan muharram,berdasarkan hadits Ibnu abbas radhiallahu’anhu bahwa beliau berkata: tatkala Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya. Mereka (para shahabat) berkata:wahai Rasulullah,itu adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashara. Maka bersabda Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam : jika tiba tahun yang berikutnya,insya Allah kita pun berpuasa pada hari kesembilan. Namun belum tiba tahun berikutnya hingga Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam wafat.” (HR.Muslim:1134)

7). Puasa dibulan sya’ban

Diantara bulan yang dianjurkan memperbanyak puasa adalah dibulan sya’ban. Berdasarkan hadits Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau berkata:

فما رأيت رَسُولَ اللَّهِ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إلا رَمَضَانَ وما رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا منه في شَعْبَانَ
“aku tidak pernah melihat Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali ramadhan,dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak dari bulan sya’ban,” (HR.Bukhari:1868)

Kecuali pada hari-hari terakhir,sehari atau dua hari sebelum ramadhan ,tidak diperbolehkan berpuasa pada hari itu,terkecuali seseorang yang menjadi hari kebiasaannya berpuasa maka dibolehkan,seperti seseorang yang terbiasa berpuasa senin kamis,lalu sehari atau dua hari tersebut bertepatan dengan hari senin atau kamis. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bahwa beliau bersabda:

لَا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ ولا يَوْمَيْنِ إلا رَجُلٌ كان يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ
“Janganlah kalian mendahului ramadhan dengan berpuasa sehari dan dua hari,kecuali seseorang yang biasa berpuasa pada hari itu maka boleh baginya berpuasa. (HR.Muslim:1082)

Semoga Allah senantiasa menambah ilmu yang bermanfaat dan amal saleh kita yang senantiasa diterima disisi-Nya.






sumber : Mutiara Hati