Senin, 25 Juli 2011

:: Insya Allah (( *_*)) ::

Bismillaahirarhmaanirrahiim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

==============================
Ya Ghaffar...
Ya Robb..
Ya Qahhar...

Benarlah... bila DIA hendak menguji hambaNya, Dia akan menguji dengan sebenar-benar ujian. Namun, qodratku hanyalah sebagai hambaNya yang lemah..di mana harus kucari kekuatan??

ujian.. ujian.. berbagai bentuk, segi dan rupa.. aku yakin, ujian itu “tarbiyah”, dan seharusnya aku merindukan “tarbiyah” itu..
ujian itu adalah tanda “sayang”-Nya padaku, namun ku mohon ya Allah, sebagai hamba yang lemah, tunduk sujudku padaMu, jangan uji aku di luar batas mampu dan sanggupku..

ya Allah.. ya Robb.. ku mohon lindungi diriku dari “kezaliman” yang akan ku lakukan sendiri. Sungguh Kau sebaik2 Pelindung dan Penolong bagiku di Dunia dan Akhirat..

Pernah satu ketika.. seorang sahabat menemuiku, mohon penjelasan yang lebih jelas tentang “cinta”.

Cinta..??? Cinta insani atau cinta Ilahi..?

Jawabannya : “cinta makhlukNya..”!

“Akhwat sahabatmu..?? “

Jawabannya : “ikhwanku..”!.

SubhanAllah.. mohon maghfirahMu ya Allah.. Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.

" insyaAllah..selalu ada jodoh untukmu ukhtie. Usah dirisaukan tentang jodohmu ya..” hiburku.

“ ana tahu, tapi bukankah kita perlu berikhtiar??”
“ berikhtiar? Ya.. “ jawabku ringkas.
“ anti dah berikhtiar..?? “ aku bertanya.
“ ana..?? si ‘dia’ bagaimana?” dia malah balik bertanya.
“ maksud anti..?” tanyaku.. seakan tidak mengerti, walau aku tahu siapa “dia” yang di maksudkan.
“ana dengar dia dah bertunangan. Benar?” Tanyaku.

Diam.....Hening dan sunyi.
Aku mengulum senyum.. ku tinggalkan persoalan itu tanpa menjawabnya...

Kepada saudariku yang ku kasihi dan sayangi..,
telah tercatat nama seseorang di LAUH MAHFUZ untukmu sayang....
telah Allah tentukan untuk dirimu seseorang yang akan jadi “sayap kiri”perjuanganmu.

Namun ukhtiku fillah, siapalah kita untuk menentukan.. melainkan DIA..
Hanya DIA yang tahu bila kita akan di pertemukan antara satu sama lain.. di mana.. semuanya dalam pengetahuan Allah...

Bersabarlah ukhtieku yang sedang bermujahadah... apa ukhtie lupa.. Janji Allah itu kan pasti...

Ketahuilah ukhtieku fillah.. pribadi dirinya terletak pada ketinggian peribadimu...
Bukankah Allah telah berfirman dalam al-qur'an, surah anNur ; ayat 26, mafhumnya :

“ ... perempuan-perempuan yang baik itu adalah untuk lelaki-lelaki yang baik, dan lelaki-lelaki yang baik itu adalah untuk perempuan-perempuan yang baik... “

Muslimah mana yang tidak menginginkan seorang “imam” yang soleh ukhtie?? Apa ukhtie tidak menginginkan itu???
Tapi sebelum dapat yang soleh.. kita mesti terlebih dahulu menabur benih-benih solehah dalam diri, sirami dengan akhlak Islamiyah...

Berusahalah ukhtie.. menjadikan dirimu WANITA yang UNGGUL di pandangan PENCIPTAMU..
Sambil terus berupaya mengekang NAFSU mu ukhty suci idaman setiap mujahid Islam...
Pagarilah dengan sifat MALU.. IMAN.. dan TAQWA..

Sebagaimana Baginda SAW mendidik puteri kandung kesayangannya, Fatimah Az-Zahra.. MALU itu di umpamakannya seperti pohon putri malu...

Teruslah bermujahadah ukhtieku...
insyaAllah.. mujahadah mu itu tidak akan sia-sia...
Karna dengan izin Yang Maha Berkuasa, anti akan di pertemukan dengan seorang Mujahid Islam...

“ ana sadari hakikat itu ukhtie.. memang penat untuk bermujahadah..." jawabnya setelah lama ia terdiam.

“ Tapi ingatlah ukhtie.. BALASANNYA pasti INDAH.. insyaAllah...Allah tidak pernah mensia-siakan do’a hambanya.... jangan pernah berhenti untuk berdo’a...mohonlah agar “dia” yang kau inginkan sebagai “imam” mu... yang kau yakini bisa memimpinmu sehingga ke Syurga abadi....akan menjadi kekasih halal bagi mu...."
Aku diam sejenak. lalu kulanjutkan setelah tak ada jawaban darinya,
“Jika sudah bertemu yang mampu menerima ukhtie apa adanya.. istikharohlah... mulailah dengan istikhorah dan sholat hajat.. minta Allah tunjukkan pada kita...bila sudah dapat jawaban yang pasti.. binalah “masjid” itu dgn kemampuan kalian masing-masing...

“ Yakinlah dengan hidayah yang Maha Esa ya sayang.... muhasabahlah dirimu selalu.. bertafakkur.. teruslah cari Ridha Ilahi dan RahmatNya...teruslah perbaiki dirimu...Laksanakan apa yang perlu kita laksanakan dulu..
“ Jangan risau.. Allah itu Maha ‘Adil......berbicaralah denganNya ukhtie.. letakkan harapanmu sepenuhnya pada Penciptamu, bukan pada ciptaanNya..."

Senyap... hening. dan bicara ku tenggelam ....
“ ukhti menangis..?" tanyaku.
“ Gak lah... “
“ Anti kecewa?? Ana dengar dia sudah berhijrah.. betul ??? “ tanyaku lagi.
“ Smoga Allah permudahkan segala urusannya.. mungkin ana bukan yang terbaik untuk dia. Dan mungkin dia juga bukan yang terbaik yang Allah tetapkan untuk ana....”
“ adikku sayang...” tak sadar kupeluk dirinya ketika kulihat airmatanya kembali jatuh.
“ Biarlah ku pendam luka yang lara ini, ukhtie ku fillah... “ jawabnya menegarkan diri, membalas memelukku.

Lalu akupun pamit. Kupercepat langkahku pulang.. meneruskan perjuangan... walau satu ketika dulu, aku juga pernah di uji dengan cinta Insani.. sampai suatu ketika aku tersadar, siapa aku sebenarnya di mata hamba yang bernama “manusia”.. hitungan jiwa juga cinta insani, sehingga hampir membutakan mataku dari cinta yang Maha Esa..
sesungguhnya Allah lebih Mengerti..

terima kasih ya Allah.. teruslah uji aku ya Allah dgn mengikuti kemampuan terbaikku, agar aku tidak lupa dan senantiasa mengingatiMu.. kerna “ujian” itu tanda KAU menyayangiku...
Yakinlah.. kita akan di uji daripada apa yang kita katakan.. jangan salahkan mereka yang terjebak dengan “cinta” sebelum “nikah” – “IMAN” itu yanqus dan yazid, bisa bertambah dan berkurang.. dan soal Iman itu, hanya Allah yang layak mengujinya..
Hari itu berlalu cepat dan diri ini berlari mengejar bahagia, mengharap sinarNya lalu tersungkur dalam derita dan duka. Tapi kubangkit kembali dengan harap dan doa, tetapi bila dipenghujung cerita diakhiri dengan sesal, hampa dan kecewa, jangan Putus harapan dari sinarNya sehingga kita belajar kembali bagaimana untuk memulai, walaupun tertatih menerima ukiran takdir atas sutera kehidupan.

Masa yang lalu itu juga akan mengajarkan diri kita bagaimana untuk meminta meski tahu mungkin akan kecewa juga, tetapi masa lalu itu juga yang menyadarkan diri bahwa meminta dan kecewa adalah nikmat yang perlu di nikmati dengan sabar.

Masa lalu yang tlah berlalu itu juga menjadi bukti betapa diri ini lemah tiada berdaya, tak pernah mampu untuk menghadapi apa saja yang tidak ada melalui impian, namun masa lalu itu juga yang mengajarkan bahwa inilah “sutera kehidupan”.

Masa lalu itu yang tidak hanya sepi dihias duka tetapi hari itu juga DIA hadiahkan cinta itu di penghujung sendu dan balutan kecewa. Hari itu yang berlalu membuatku takut untuk diri melukis impian pada langit nan indah itu karena bimbang pelangi yang berpaut pada awan kan sirna jua. Lalu cinta itu kubiarkan tanpa impian juga hiasan harapan, yang ada cuma memasrahkan diri ini kepada DIA sang pemilik segala cinta.

Hari itu yang berlalu melahirkan seorang insan yang tidak punya impian dan mimpi untuk hidup, segala yang ada cuma perkiraan untuk kembali kepada tuhan, dan menanam harapan untuk bertemu dan menatap wajahNya pada esok hari. Hari itu yang berlalu mengajarkan padaku bahwa cinta ini untuk diisi dan diukir dgn sinar kasih padaNYA sebagai bekal pertemuan kembali aku dan DIA, justru cinta itu kusimpan, lalu tumbuh bunga harapan untuk ku sulam cinta itu dengan sebuah ikatan.

Hari ini menyebabkan diri tegar menghadapi hari esok...Tuhan segalanya sudah kuserahkan padaMU apa yang akan menjadi takdirku.

Barakallahufikum..semoga bermanfaat,
Banyak sayang dan cinta
Wassalamualaikum

-----------------------


terimakasih "Ali junior " atas share'a ...... ^_^

:: Ceritanya-Padaku ::

kurang lebih ini seperti yang diceritakan sahabat ku malam tadi....
dua bulan lebih setelah ia utarakan keinginannya untuk lebih mengenal islam pada ku
kusambut dngan sangat gembira.... bukan kemampuanku mengajarinya tentang islam lebih dalam, karena akupun masih sangat belajar..... bukan karena akupula ia berubah menjadi sesholehah ini....

ini ceritanya, aku hanya merangkainya agar sedikit lebih menarik (menurutku, entah menurutmu ??..)


smoga bermanfaat ^_^





**********************

melepas mu
kala itu..
ya, saat itu.
saat laju motormu smakin menjauh
meninggalkan pelataran rumahku malam itu
disaat itu pula cinta dalam hati kulucuti paksa


"kenapa??" tanya mu

jangan tanya knapa..
karena aku hanya mampu menjawab “sudah sepantasnya”


"maksud mu????" smakin bingung ia dngan pikirku



sudah brapa banyak dosa ku karena mencintaimu
bukan...
bukan menyalahkan cinta
hanya menyalahi kebodohanku yg tak mengerti akan hakikat cinta sesungguhnya
menyalahi kehilafanku mengekspresikan makna cinta

yah.... kesalahan terbesar ku tentang cinta
adalah ini
bukan...
bukan karena kau tak pantas untuk dicinta

sudah berapa banyak waktu yg terbuang karena memikirkanmu, merindumu, dan memujamu, jalan berduaan denganmu, pegangan tangan, bahkan bercumbu (astaghfirullah…..)

belum lagi efek lain yg timbul karena itu….
Dan itu semua karena aku mencintaimu
Oh bukan, mungkin Karena hubungan ini lebih tepatnya

Kini aku tau
Dan karena ini pula kulucuti rasa itu

Cinta memang fitrah
Jelas bodoh jika kusalahkan cinta
“Lalu ???” kebingungannya memecahkan ‘kata’ ku



Pacaran…
Bukan itu yang diajarkan islam
Tak sepatutnya itu ku lakukan

Menikah
Yah, pacaran setelah menikah akan lebih indah nampaknya
Karena sudah ada lebel HALAL yang membalutnya


maaf........


Dan ia hanya diam membisu……

Selasa, 05 Juli 2011

Hati yg Q Rasa (Part 2)

Rabu 15 Juni 2011

Menangis dan terisak tiada henti bukan menyalahi takdir atau menangisi kabar yg ku dengar sore tadi, tapi menangisi rasa yang semakin menggila, menangisi rasa yg tak seharusnya ada. tangis ku smakin mnjadi, bayang mu (ouuupps .. red) menari penuhi dunia fikirku, 2 tahun mengenal mu ku rasa bukan waktu yg singkat dan 7 bulan penantian mu cukup mematangkan hati yg condong kepada mu, jawaban itu yg ku temui di"istikharah" ku. 7 bulan dengan sabar kau lalui itu, yah, 7 bulan setelah anggukanmu untuk menunggu ku, karena pikir ku tak mungkin jika harus menikah saat ini, bukan hanya masalah pendidikanku yang belum rampung dan ketidak siapan ku untuk secepat itu menikah (lagian juga biayanya mahal boo… red) yang menghalanginya, tapi tak mungkin jika harus ku langkahi kk ku yang tercinta, tak mungkin aqu melukainya apalagi dngan kondisinya yg sekarag, tak sampai hati rasanya untuk ku lakukan itu, review ku mengingat masa itu.



ku temukan sesuatu dalam fikir ku, oh Tuhan, salahkh aqu? knpa hati menyalahkannya, mengadilinya, dan membenci keputusannya? sedang dia sudah terlalu lama menunggu dan tak kunjung datang keseriusan dari ku, tapi knapa tak tunggu satu hariii… saja kau ceritakan hal itu kpada ku padahal baru saja ingin ku sampaikan niat keseriusanmu kepada keluarga ku, ingin rasanya q katakan " tolong jangan kau luruskan niat ibumu.." (jika benar itu terucap celakalah n berdosalah aqu…red) saat kau meminta pendapat ku... entahlah lidah ku kelu yang keluar justru kata ku yg ahirnya menggores hati bahkan bukan hanya aqu terlebih kmu, entah bagai mana rasa mu kala itu, aqu terlalu naïf, terlalu egois tak menanyakan bagaimana ingin mu kala itu, tapi bukan maksud ku untuk itu, aqupun sakit atas smua yg ku ucap kala itu, tak ingin memberatkan mu, hanya ingin yg terbaik untuk mu dan berusaha bijak untuk smua ini, ya Rabb.. salahkh aku atas smua yg ku ucap ???, Huuufff…. andai kala itu ku ucapkan, “hati ku condong kepadamu dan besok akan ku utarakan niatmu kepada keluarga ku”, mungkin akan lain keadaannya sekarang, keluh batin ku. Knapa jadi berandai?? fikir ku saat ini…. Smakin sekiiiiiit (entahlah qu rasa kata itu tak cukup mewakiliya… red) berasa sesak sekali dada ku, seolah tak tercipta ruang untuk ku bernafas. Ah terlalu sulit ku gambarkan rasa ku kali ini, rasa menyesal akan keputusan ku, kebodohan akan jawaban yang tak kunjung ku berikan, kecewa akan keputusannya, dan keegoisanku, smua bercampur menjadi satu. Astaghfirullah hal’adziiiiiim…. Harusnya aqu ikhlas untuk smua ini, teringat aku akan kata2 itu # Allah tidak memberi apa yg kita mau tapi Allah mmberi apa yg kita butuhkan#. Segera ku seka air mata seiring dengan rasa ku yg masih tak menentu sedangkan waktu trus melaju tanpa mempedulikan ketidak berdayaan ku… pukul 02.30 dini hari, saat ku lirik jam beker ku. mncoba tuk bangkit, berharap berwudhu sedikit menghilangkan sakit dikepala ku dan sholat serta bermunajah mampu menenangkan ku….. “ya Rabb…. ya Rahman ya Rahim ampunilah segala dosa, segala hilaf ku ya Rabb…. Aku berlindung dari godaan syaitan yg terkutuk, jauhkanlah aqu dari segala penyakit hati yg bisa melumpuhkan fungsinya bahkan mluluhlantahkan semua iman dan taqwa qu… ampuni ya Rabb, ampuni kesyukuran q yang hanya setetes saja, padahal Engkau telah memberikan q nikmat yang luas menyamudera… ku pasrahkan semua hidup dan mati ku pada-MU” tangis ku menyesali smua rasa yang tak seharusnya ada, di 1/3 malam ini tak seperti biasanya begitu tenang, begitu khusu’, bagai malam hanya milik ku seorang. Lega rasanya smua telah ku adukan pada-NYA “ya smoga esok tak ada lagi tangis karena laki2 itu atau bahkan laki2 manapun…” janjiku pada hati, senyum ku sedikit merekah. ya, Insya Allah smua hanya karena-MU bahkan jika –KAU izinkan menangispun cuma karena-MU.



******

Pagi itu di 16 Juni 2011. Rasa ku sudah membaik, bahkan semakin membaik seiring dengan keikhlasan ku akan taqdir-NYa, rasa itu tak semuanya lenyap (tak membohongi hati.. red) terkadang muncul sebagai pengganggu, melemahkan niat ku, tapi kedatangannya sudah tak ku hiraukan lagi, ku anggap saja dia benalu (bedanya benalu itu tumbuh dihati… red) yang tak akan muncul jika tetap ku pupuk, dan ku rawat kesuciannya hingga tak ada satu benalupun yg mengotori kesuciannya (*ngarep. semoga ya Rabb….red). pagi ini walau mata membengkak tapi ku langkahkan kaki menuju kantor dngan semangat baru, niat yg insya Allah smakin menguat, ya niat yg sempat tercabik oleh kedatangannya. Insya Allah dengan izin Allah smoga tetap istiqomah menjalaninya…. Muhasabah ku terus menerus



******

Malam itu di 29 Juni 2011. Satu paket Arif kirim lewat temannya untuk ku, ya sebut saja laki2 itu Arif, laki2 yg sempat membuat ku hanyut dengan indahnya cinta yg indahnya bisa hancurkan dunia ku….. sebuah mushaf cantik isinya, dan surat sederhana berwarna kuning terang



“ smoga ini bermanfaat ukhti, bertilawahlah dikala apapun rasamu padaku, bagaimanapun pikirmu tentangku, dan dalam keadaan seperti apapun. Ku sadari ini adalah suatu kesalahan, rasa yg harusnya tak ada, rasa yg harusnya kita pu2k setelah ijab qabul tertunaikan, tapi rasa terlanjur terpu2k dan harap terlanjur terucap kala itu, aqupun telah bersimpuh memohon sgala dosa atas hilaf ku, smoga Allah ta’ala mengampuninya, terlebih smoga kamupun begitu. Do’akan akang smoga slalu diberkahi-NYa begitupun aku sebaliknya. Terimakasih, ini ahir untuk hidup ku yang baru, ya hidup baru esok di 03-07-2011(pernikahan sang pria…red). Agar tuntas sekedar goresan pena yg mewakili rasa sebenarnya. tanpa maksud, ini hanya goresan kata yang hampa, anggap saja hanya angin lalu, smoga kau selalu bahagia, begitupun aku esok dan seterusnya”



Tertulis….

“Senja itu bukan akhir dari segalanya

Senja bukanlah matahari yang terbenam

Senja bukanlah kembang di ujung barat

Senja itu sambutan Dari setiap langkah penantian menuju kesuksessan .

Titip rindu pada malam.. Entah, tiap kali surya kan menapak, ada segores sepi dan sedih tersisa.. Kendati mentari menyambut degan hangat dan ceria,

tetap saja yg tertinggal rindu pada sang malam..

Rindu syahdunya, rindu sejuknya, rindu heningnya,selalu terasa menghentak.

Padamu yg jauh disana, yang tengah berjumpa degan sang malam..

ku Titip rinduku padanya, pada pekat’a malam..

Karena ku tahu, cinta tak akan menjerumuskan.

Maka ku ingin tak sedikit pun kau tampak cacat di mataNya. Karena ku tahu,

aku pun berarti dalam hidupmu, maka jadikanku jalanmu menggapai cintaNya.

mohon degan sangat, dari hati yg terdalam,

jangan.. bukan karena aku, tapi karenaNya.

Karena aku dapat mati, cintaku dapat pupus.



Terkadang diri ini begitu lelah berkejaran degan cepat’a putaran dunia..

Mataku perih menatap debu-debu fana.

Kaki ini rapuh untuk berlari.

Ingin ku tutup telingaku yang terasa bising dengan teriakan para penikmat dunia.

Hatiku begitu kecil untuk membagi cinta pada mereka yang kering akan kasih.

Aku letih, ku ajukan izin pada-Mu..

Untuk beristirahat Sejenak saja, ingin kututup mata ini.. Aku letih.. Bolehkah?



Mencintaimu bagai menggenggam mawar..

Ada kalanya membawa wangi yang semerbak.

Namun dapat berubah luka karena duri yg melekat.

Mencintaimu bagai menatap pelangi.

Indah tak terkira membentang di angkasa.

Namun hati ini tak tenang karena cinta kan hilang tersapu waktu..

Kadang ku ingin seperti mentari.

Yang mampu memberi hangat pada semesta.

Namun ketika ku sadar ku tak mampu,

ku pun cukup bahagia mejadi pohon yang tumbuh di pinggir jalan,

yang dapat menjadi tamu beteduh dari terik yang memanggang.

Kadang ku ingin seindah purnama, bersinar indah di daalm gulita.

Namun ketika ku tau tak mungkin.

Aku pun cukup bahagia mejadi sepoi angin, walau tak nampak,

tapi mampu meberimu sejuk dalam lelap malammu..

Terpekur aku di ujung sajadah, menangis pilu tak tertahan.

sungai-sungai kecil mengalir begitu saja membasahi ruang wajah sang musafir ,

Ahhhaiiai Jika mulai teringatmu sang wanita hebat, kembali tunduk jiwaku pada hening tanpa batas. Semoga kau selalu berbahagia dikehidupan indahnya kini, esok dan seterusnya”



Aaaahhhh mengganggu rasa saja, abaiku (padahal aduuhaaai….red) berusaha menolak rasa. oh kamu sang pengirim surat andai kau tau rasa ku dulu…. Sebelum malam itu, disaat aqu tersedu menangis karena mu, disaat ahirnya ku putuskan melucuti smua rasa ku, dan berjanji akan mencinta setelah tiba saatnya. Ya setelah ijab qabul tertunaikan seperti kata mu disurat itu, tapi bukan dengan mu tentunya. “ kata mu indah, tapi aqu tak suka puisi mu” ucap ku pada diri..



Hanya ini cerita ku, karena tak ada yg sepesial dimalam ini, batin ku membohongi hati.



******

Siang itu di 01 Juli 2011. Dipukul 13.54 tepatnya. HP ku bergetar, suara Craig David *Unbelieveable* mengalun merdu. Kulirik, No baru tertera di layar Hp, siapa?? Pikir ku.



“Assalamualaikum sayang….” Suara disebrang sana

“wa’alaikum salam…” jawabku bingung

“ini Ummi Arif ki, kamu sehat nak??” lanjutnya seolah tau kebingungan ku

“ oh Ummi, Alhamdulillah sehat, Ummi sndri gimana kabanya? Lama ga ketemu, kangen deh..” jawab ku manja, karena dia sudah ku anggap layaknya ibuku sendiri.

“Alhamdulillah Ummi sehat, Cuma ya ga enak badan sedikit sih wajar.. kapan kamu maen lagi ke rumah? Katanya kangen.. Ummi mu ini ditengoklah nak sekali2…” lanjutnya

“Ummi jangan terlalu capek, masalah persiapan pernikahan kang Arif biar diserahin ke Kang Arif aja. Abah, Teteh, sama Akang Reno juga sekuat tenaga ngebantu.. insya Allah besok lancar acaranya n ga kurang suatu apapun, nanti kalo hari H Ummi sakit kan repot…” lanjutku mengingatkan…. Seolah ada yg mengiris lagi luka yg perlahan kering, oh Tuhaaaan… kuatkan aku, ya Allah yg Maha membolak-balikkan hati…. Smua berawal dari –Mu dan berahir pula kepada –Mu, maka ku serahkan smua rasa ku pada –Mu.. batin ku memohon.



“Ummi pengen besok kamu dateng bantu Ummi ngebungkus seserahan’a Arif, lagian rasanya Ummi sudah terlanjur kangen sama kamu nak…” lanjutnya menyentak hatiku, seolah jantung berhenti berdetak mendengar pintanya. oh Tuhaaaan… harus ku jawab apa?? Tidak kah dia tau luka ini masih basah….



“hari sabtu besok temen q ada yg nikah juga Ummi, Tapi Insya Allah pulang dari sana, jika q tidak berhalangan n smoga Allah memberi kesempatan, q pasti dateng…. “ ucapku segera, tak ingin Ummi menunggu lama



“Amiiin, Jazakillah Khoir sayaang… wa Barokallah Fii Umrik…..” ucapnya mengahiri perbincangan kala itu.



Ya Allah besar sekali rasanya cobaan n ujian yg –Kau beri…. Ampunilah ya Rabb… berilah petunjuk, ikhlaskn hati, smua milik-Mu… tak berhak harusnya aqu atas dia, n tak seharusnya pula rasa ini ada…



Masih di 01 Juli 2011, rasa kembali tak menentu, tapi kli ini berbeda dengan sebelumnya. Yg ku risaukan sekarang harus bagaimana nanti jika besok (02-07-2011) berjumpa dengannya…. Apa ku tolak saja permintaan Ummi?? Aku tak ingin & aku takut rasa itu tumbuh lagi jika melihat matanya yg teduh, wajahnya yg cakep perangainya yg cakap dan senyumnya yg aduuhaaaiii (astaghfirullah…. Red), aku takut itu mampu melumpuhkan smua niat yg dngan sekuat tenaga ku bangun lagi, krna aqu tau iman ku masih rapuh, ilmuku masih dangkal dan aku yakin masih jauuuh skali mengenal kata sabar. Jika tak hadir bagai mana dengan Ummi??? Sampai hatikah aqu menolak permintaannya… setelah smua kasih sayang yg tercurah untuk ku.. tapi bagai mana dengan rasa ku??? Oh tuhaaaan…… batin ku di pukul 03.26 dini hari……..





……………………………… bersambung……………………………………..



maaf bersambung lagi cape nulisnya ^_~



*lagi belajar nulis, masih sangat jaauuuuh dari kata sempurna. & Mhon maaf jika dalam catatan ini ada pihak yang tersinggung… Hanya milik Allahlah segala kesempurnaan



***** smoga bermanfaat*****

Hati yg Q Rasa

@ tempat kerja : (di waktu senggangku) tringat 1 bulan yang lalu saat ibumu masih mengharapkan ku. dan 7 bulanpun berlalu setelah kau sampaikan niat mu dan q jawab " jika kau sanggup menunggu" dan kulihat anggukan dari mu setalah qu jelaskan keadaan ku " jika dimasa menunggu mu kau rasa tak kuat dan menemukan calon selain aqu, maka menikahlah dengan izin Allah. insya Allah yang terbaik untuk mu". 2 hari yang lalu saat kau meminta pendapat ku dan qu jawab "bla bla bla bla........subhanallah aqu bahagia mendengarnya, berta'aruflah barang 1 atau 2 minggu jika masih bimbang istikharahlah dngn sebenar2nya istikharah.... smoga Allah memberi petunjuk, bla bla bla.." hiks hiks.. ttp berusaha memberikan jawaban tanpa membuat mu bimbang ataupun menolak kemauan ibumu dan hari ini tepat di hari ini Rabu, 16.05 WIB kau kabari aqu "bla bla bla.... jika kau berkenan hadir, insya Allah 03-07-2011 akad pernikahan di masjid **** 09.00-09.30 dan dilanjutkan dengan resepsi di gedung *** " ... tak ada kata yang sanggup keluar dari mulut qu..... masih qu dengar suaranya, ya suara laki-laki bijak,sholeh, penyayang dan pintar itu... laki2 yang sempat terfikir akan menjadi pendamping ku.....smakin mengecil.. seperti terisak tapi nyaris tak terdengar, dan kemudian "TUT TuT TuT.." oh Tuhaaannn....... tubuh ku nyaris seperti tak bertulang... kepala ku terasa berat dan cenat-cenut, rasanya sulit tuk ku gambarkan bagaimana hati saat ini, tak terasa waktu menunjukkan 18.05, kupaksa langkahkan kaki menuju kampus dengan rasa tak menentu.......



@ homz : bingung harus bagaimana. sedih, kecewa, marah, tapi bukankah aqu yang tak menerima niatnya waktu itu?? tapi aqupun tak menolaknya... dan ibunya !! ... oh ibu kau sudah ku anggap layaknya ibu ku sendri, bahkan tak pernah terbesit sebentarpun menjadikanmu mertua qu, karna kau lebih dari itu... kau yang penyabar, kau yang begitu menyayangi ku, teganya dirimu... bukankah kaupun tau dia menyayangi ku.... ???



astaghfirullah... harusnya aqu bahagia bukan mengadilinya ... tangisku smakin menjadi nyaris membuat smua datang menghampiri.. dengan rasa yang masih tak menentu kuraih Ponsel ku, kutulis dan kuhapus lagi, 5 menit jari ku menari diatasnya. dengan segera kutekan tombol send, tak terasa air mata mengalir begitu lincah " baarakallahu laka, wabaaraka'alaika, wa jama'a baynakumaa fii khair.... smoga Allah memberikan berkah kepada mu, dan semoga Allah mencurahkan keberkahan kepadamu, dan smoga Allah mempersatukan kalian dalam kebaikan.." setelah qu baca ulang sms itu segera qu matikan ponsel ...........









..........................

........ bersambung............







sedih qu.....

zy Al-fikriyah

Selasa, 14 Juni 2011

KisaH Luar BiaSa

♥♥kisah Wanita yang Selalu Berbicara Dengan Al-Qur’an♥♥


Bismilahirrahmanirrahim Walhamdulillah Wassholatu Wassalamu`Ala Rasulillah,Wa’ala Aalihii Washohbihii Waman Waalah amma ba’du…
Berkata Abdullah bin Mubarak Rahimahullahu Ta’ala :

Saya berangkat menunaikan Haji ke Baitullah Al-Haram, lalu berziarah ke makam Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam. Ketika saya berada disuatu sudut jalan, tiba-tiba saya melihat sesosok tubuh berpakaian yang dibuat dari bulu. Ia adalah seorang ibu yang sudah tua. Saya berhenti sejenak seraya mengucapkan salam untuknya. Terjadilah dialog dengannya beberapa saat.

Dalam dialog tersebut wanita tua itu , setiap kali menjawab pertanyaan Abdulah bin Mubarak, dijawab dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an. Walaupun jawabannya tidak tepat sekali, akan tetapi cukup memuaskan, karena tidak terlepas dari konteks pertanyaan yang diajukan kepadanya.

Abdullah : “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.” Wanita tua : “Salaamun qoulan min robbi rohiim.” (QS. Yaasin : 58) (”Salam sebagai ucapan dari Tuhan maha kasih”)

Abdullah : “Semoga Allah merahmati anda, mengapa anda berada di tempat ini?” Wanita tua : “Wa man yudhlilillahu fa la hadiyalahu.” (QS : Al-A’raf : 186 ) (”Barang siapa disesatkan Allah, maka tiada petunjuk baginya”)

Dengan jawaban ini, maka tahulah saya, bahwa ia tersesat jalan.

Abdullah : “Kemana anda hendak pergi?” Wanita tua : “Subhanalladzi asra bi ‘abdihi lailan minal masjidil haraami ilal masjidil aqsa.” (QS. Al-Isra’ : 1) (”Maha suci Allah yang telah menjalankan hambanya di waktu malam dari masjid haram ke masjid aqsa”)

Dengan jawaban ini saya jadi mengerti bahwa ia sedang mengerjakan haji dan hendak menuju ke masjidil Aqsa.

Abdullah : “Sudah berapa lama anda berada di sini?” Wanita tua : “Tsalatsa layaalin sawiyya” (QS. Maryam : 10) (”Selama tiga malam dalam keadaan sehat”)

Abdullah : “Apa yang anda makan selama dalam perjalanan?” Wanita tua : “Huwa yut’imuni wa yasqiin.” (QS. As-syu’ara’ : 79) (”Dialah pemberi aku makan dan minum”)

Abdullah : “Dengan apa anda melakukan wudhu?” Wanita tua : “Fa in lam tajidu maa-an fatayammamu sha’idan thoyyiban” (QS. Al-Maidah : 6) (”Bila tidak ada air bertayamum dengan tanah yang bersih”)

Abdulah : “Saya mempunyai sedikit makanan, apakah anda mau menikmatinya?” Wanita tua : “Tsumma atimmus shiyaama ilallaiil.” (QS. Al-Baqarah : 187) (”Kemudian sempurnakanlah puasamu sampai malam”)

Abdullah : “Sekarang bukan bulan Ramadhan, mengapa anda berpuasa?” Wanita tua : “Wa man tathawwa’a khairon fa innallaaha syaakirun ‘aliim.” (QS. Al-Baqarah : 158) (”Barang siapa melakukan sunnah lebih baik”)

Abdullah : “Bukankah diperbolehkan berbuka ketika musafir?” Wanita tua : “Wa an tashuumuu khoirun lakum in kuntum ta’lamuun.” (QS. Al-Baqarah : 184) (”Dan jika kamu puasa itu lebih utama, jika kamu mengetahui”)

Abdullah : “Mengapa anda tidak menjawab sesuai dengan pertanyaan saya?” Wanita tua : “Maa yalfidhu min qoulin illa ladaihi roqiibun ‘atiid.” (QS. Qaf : 18) (”Tiada satu ucapan yang diucapkan, kecuali padanya ada Raqib Atid”)

Abdullah : “Anda termasuk jenis manusia yang manakah, hingga bersikap seperti itu?” Wanita tua : “Wa la taqfu ma laisa bihi ilmun. Inna sam’a wal bashoro wal fuaada, kullu ulaaika kaana ‘anhu mas’ula.” (QS. Al-Isra’ : 36) (”Jangan kamu ikuti apa yang tidak kamu ketahui, karena pendengaran, penglihatan dan hati, semua akan dipertanggung jawabkan”)

Abdullah : “Saya telah berbuat salah, maafkan saya.” Wanita tua : “Laa tastriiba ‘alaikumul yauum, yaghfirullahu lakum.” (QS.Yusuf : 92) (”Pada hari ini tidak ada cercaan untuk kamu, Allah telah mengampuni kamu”)

Abdullah : “Bolehkah saya mengangkatmu untuk naik ke atas untaku ini untuk melanjutkan perjalanan, karena anda akan menjumpai kafilah yang di depan.” Wanita tua : “Wa maa taf’alu min khoirin ya’lamhullah.” (QS Al-Baqoroh : 197) (”Barang siapa mengerjakan suatu kebaikan, Allah mengetahuinya”)

Lalu wanita tua ini berpaling dari untaku, sambil berkata :

Wanita tua : “Qul lil mu’miniina yaghdudhu min abshoorihim.” (QS. An-Nur : 30) (”Katakanlah pada orang-orang mukminin tundukkan pandangan mereka”)

Maka saya pun memejamkan pandangan saya, sambil mempersilahkan ia mengendarai untaku. Tetapi tiba-tiba terdengar sobekan pakaiannya, karena unta itu terlalu tinggi baginya. Wanita itu berucap :

Wanita tua : “Wa maa ashobakum min mushibatin fa bimaa kasabat aidiikum.” (QS. Asy-Syura’ 30) (”Apa saja yang menimpa kamu disebabkan perbuatanmu sendiri”)

Abdullah : “Sabarlah sebentar, saya akan mengikatnya terlebih dahulu.” Wanita tua : “Fa fahhamnaaha sulaiman.” (QS. Anbiya’ 79) (”Maka kami telah memberi pemahaman pada nabi Sulaiman”)

Selesai mengikat unta itu sayapun mempersilahkan wanita tua itu naik.

Abdullah : “Silahkan naik sekarang.” Wanita tua : “Subhaanalladzi sakhkhoro lana hadza wa ma kunna lahu muqriniin, wa inna ila robbinaa munqolibuun.” (QS. Az-Zukhruf : 13-14) (”Maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini pada kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya kami akan kembali pada tuhan kami”)

Sayapun segera memegang tali unta itu dan melarikannya dengan sangat kencang. Wanita itu berkata :

Wanita tua : “Waqshid fi masyika waghdud min shoutik” (QS. Lukman : 19) (”Sederhanakan jalanmu dan lunakkanlah suaramu”)

Lalu jalannya unta itu saya perlambat, sambil mendendangkan beberapa syair, Wanita tua itu berucap :

Wanita tua : “Faqraa-u maa tayassara minal qur’aan” (QS. Al- Muzammil : 20) (”Bacalah apa-apa yang mudah dari Al-Qur’an”)

Abdullah : “Sungguh anda telah diberi kebaikan yang banyak.” Wanita tua : “Wa maa yadzdzakkaru illa uulul albaab.” (QS Al-Baqoroh : 269) (”Dan tidaklah mengingat Allah itu kecuali orang yang berilmu”)

Dalam perjalanan itu saya bertanya kepadanya.

Abdullah : “Apakah anda mempunyai suami?” Wanita tua : “Laa tas-alu ‘an asy ya-a in tubda lakum tasu’kum” (QS. Al-Maidah : 101) (”Jangan kamu menanyakan sesuatu, jika itu akan menyusahkanmu”)

Ketika berjumpa dengan kafilah di depan kami, saya bertanya kepadanya.

Abdullah : “Adakah orang anda berada dalam kafilah itu?” Wanita tua : “Al-maalu wal banuuna zinatul hayatid dunya.” (QS. Al-Kahfi : 46) (”Adapun harta dan anak-anak adalah perhiasan hidup di dunia”)

Baru saya mengerti bahwa ia juga mempunyai anak.

Abdullah : “Bagaimana keadaan mereka dalam perjalanan ini?” Wanita tua : “Wa alaamatin wabin najmi hum yahtaduun” (QS. An-Nahl : 16) (”Dengan tanda bintang-bintang mereka mengetahui petunjuk”)

Dari jawaban ini dapat saya fahami bahwa mereka datang mengerjakan ibadah haji mengikuti beberapa petunjuk. Kemudian bersama wanita tua ini saya menuju perkemahan.

Abdullah : “Adakah orang yang akan kenal atau keluarga dalam kemah ini?” Wanita tua : “Wattakhodzallahu ibrohima khalilan” (QS. An-Nisa’ : 125) (”Kami jadikan ibrahim itu sebagai yang dikasihi”)

“Wakallamahu musa takliima” (QS. An-Nisa’ : 146) (”Dan Allah berkata-kata kepada Musa”)

“Ya yahya khudil kitaaba biquwwah” (QS. Maryam : 12) (”Wahai Yahya pelajarilah alkitab itu sungguh-sungguh”)

Lalu saya memanggil nama-nama, ya Ibrahim, ya Musa, ya Yahya, maka keluarlah anak-anak muda yang bernama tersebut. Wajah mereka tampan dan ceria, seperti bulan yang baru muncul. Setelah tiga anak ini datang dan duduk dengan tenang maka berkatalah wanita itu.

Wanita tua : “Fab’atsu ahadaku bi warikikum hadzihi ilal madiinati falyandzur ayyuha azkaa tho’aaman fal ya’tikum bi rizkin minhu.” (QS. Al-Kahfi : 19) (”Maka suruhlah salah seorang dari kamu pergi ke kota dengan membawa uang perak ini, dan carilah makanan yang lebih baik agar ia membawa makanan itu untukmu”)

Maka salah seorang dari tiga anak ini pergi untuk membeli makanan, lalu menghidangkan di hadapanku, lalu perempuan tua itu berkata :

Wanita tua : “Kuluu wasyrobuu hanii’an bima aslaftum fil ayyamil kholiyah” (QS. Al-Haqqah : 24) (”Makan dan minumlah kamu dengan sedap, sebab amal-amal yang telah kamu kerjakan di hari-hari yang telah lalu”)

Abdullah : “Makanlah kalian semuanya makanan ini. Aku belum akan memakannya sebelum kalian mengatakan padaku siapakah perempuan ini sebenarnya.”

Ketiga anak muda ini secara serempak berkata : “Beliau adalah orang tua kami. Selama empat puluh tahun beliau hanya berbicara mempergunakan ayat-ayat Al-Qur’an, karena kuatir salah bicara.”

Maha suci zat yang maha kuasa terhadap sesuatu yang dikehendakinya. Akhirnya saya pun berucap :

“Fadhluhu yu’tihi man yasyaa’ Wallaahu dzul fadhlil adhiim.” (QS. Al-Hadid : 21) (”Karunia Allah yang diberikan kepada orang yang dikehendakinya, Allah adalah pemberi karunia yang besar”)


[Diambil dari kitab karya: Sayyid Abubakar bin Muhammad Syatha, hal. 161-168]

sumber "Muslimah Sholehah"

Rabu, 08 Juni 2011

:: Yang Tercatat ::

Ayah,,



Maaf jika aku baru tersadar Bahwa sudah terlalu banyak keringat yang keluar dari kulitmu Hingga tak mampu aku seka walau dengan sejuta handuk Karena sudah membanjiri dan menggenangi setiap lantai yang kupijak Maaf jika aku kini tercenung Karena terperangah oleh gundukan kebijakan Yang telah kau pikirkan, katakan, dan kau lakukan... Hingga rasanya segunung uang yang telah kukumpulkan Tak mampu untuk membayar semuanya



Maaf jika aku baru melihat Banyaknya luka di otak dan tubuhmu karena tersayat oleh segala kekurangan dan ketidak berdayaanku, Terhujam dan tertikam oleh tindak tanduk yang tiada berkenan, Maaf jika aku tidak memperhatikan Berjuta keluh dan lenguh lelah yang kau teriakkan di kesunyian kala sendiri, Sembunyi agar tak ada anakmu yang terbangun karenanya di tengah malam Dan kembali ke dunia mimpi dengan ketidakberdayaan jiwa.



Aku tahu engkau telah hidup di dua alam sejak dulu Siang kau sibuk bagai semut yang tak kenal lelah Dan malam kau beterbangan bagai kelelawar lapar yang tak kenal bosan mengepak sayap, Aku juga tahu bahwa kau telah tutupi sakit dan perihmu Karena ketegaran itu harus kau tunjukkan agar kami tiada berteriak lapar dan sedih. Kini usiamu telah lanjut seperti bunga yang kembali merunduk setelah 1 minggu mekar. Gurat gurat lemas di wajahmu mulai berlomba untuk bersolek Dan ritme nafasmu yang semakin lemah terdengar hembusannya.



wahai ayah......ini aku tulis sebuah surat janji padamu akan ku bangun ruang Kebahagiaan dimasa tuamu, dalam satu kedip mata akan ku antar ke Istana kebahagiaan yang ingin kau dapatkan. dalam satu sebut kau panggil kau akan berada didalamnya, Ketenangan jiwa yang kau idamkan dalam dua kali teriakmu akan terbirit birit untuk menghadapmu, Senyum-senyum puas dalam dua kali kau injak bumi akan tergantung dengan manis di wajahmu. Segarnya udara pagi tanpa beban..akan selalu menyapamu tanpa kau mimpikan terlebih dulu Dan peluk istri tercintamu akan selalu dapat kau rasakan karena tak akan pernah ku biarkan ia mengkhawatirkan kebutuhanku dan adik2ku..... Insya Allah.... dengan izin Allah..



Surat janjiku ini adalah sumpah atas nyawaku, Surat janji ini adalah harta yang menjadi jaminan atas kebahagiaanku, Jika boleh maka biar kutukarkan semua nafas yang kumiliki dengan terkabulkannya isi suratku, Sebelum aku melihat ayah menangis bahagia dan memelukku atas terciptanya mimpimu, Maka tak akan pernah kubiarkan tubuh ini beristirahat hingga jatuh dan terkulai untuk selamanya. Hidupku untuk kebahagiaanmu wahai orangtuaku percaya dan yakinlah aku mampu esok.





seperti yang telah diceritakan sahabatfillah.... Mutiara Hati..... '23.25' WIB



:: Smoga bermanfaat juga untuk kita smua..... ::

keep ukhuwah..

:: Puasa SunnaH ::

1). Puasa 6 hari dibulan syawwal



Berdasarkan hadits Abu Ayyub Al-Anshari bahwa Raulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“barangsiapa yang berpuasa ramadhan, lalu menyambungnya dengan enam hari dibulan syawwal,maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR.Muslim: 1164 )

Hadits ini merupakan nash yang jelas menunjukkan disunnahkannya berpuasa enam hari dibulan syawwal. Adapun sebab mengapa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam menyamakannya dengan puasa setahun lamanya, telah disebutkan oleh Imam Nawawi rahimahullah bahwa beliau berkata:

“berkata para ulama: sesungguhnya amalan tersebut sama kedudukannya dengan puasa sepanjang tahun,sebab satu kebaikannya nilainya sama dengan sepuluh kali lipat, maka bulan ramadhan sama seperti 10 bulan,dan enam hari sama seperti dua bulan.” (Syarah Nawawi:8/56)

Hal ini dikuatkan dengan hadits Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:
صيام شهر رمضان بعشرة أشهر وصيام ستة أيام بشهرين فذلك صيام سنة

“berpuasa ramadhan seimbang dengan sepuluh bulan,dan berpuasa enam hari seimbang dengan dua bulan,maka yang demikian itu sama dengan berpuasa setahun.” (HR.Nasaai dalam Al-kubra (2860),Al-Baihaqi (4/293),dishahihkan Al-Albani dalam Al-Irwa’ (4/107).

2). Puasa senin dan kamis

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa pada hari senin? Maka beliau menjawab:
ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فيه وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أو أُنْزِلَ عَلَيَّ فيه

“itu adalah hari yang aku dilahirkan padanya,dan aku diutus,atau diturunkan kepadaku (wahyu).” (HR.Muslim:1162)

Juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan yang lainnya dari Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau ditanya tentang puasanya Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam, maka beliau menjawab:
وَكَانَ يَتَحَرَّى صِيَامَ الاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ

“adalah beliau senantiasa menjaga puasa pada hari senin dan kamis” (HR.Tirmidzi (745),Ibnu Majah:1739,An-Nassai (2187),Ibnu Hibban (3643).dan dishahihkan Al-Albani dalam shahih Ibnu Majah)

Juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Nabi shallahu ‘alaihi wasalam berpuasa pada hari senin dan kamis. Lalu ada yang bertanya: sesungguhnya engkau senantiasa berpuasa pada hari senin dan kamis? Beliau menjawab:

تُفَتَّحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يوم الإثنين وَالْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ فِيهِمَا لِمَنْ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شيئا إلا الْمُهْتَجِرَيْنِ يُقَالُ رُدُّوا هَذَيْنِ حتى يَصْطَلِحَا

“dibuka pintu-pintu surga pada hari senin dan kamis,lalu diampuni (dosa) setiap orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun,kecuali dua orang yang saling bertikai,dikatakan: biarkan mereka berdua sampai keduanya berbaikan.” (HR.Tirmidzi (2023),Ibnu Majah (1740),dan dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi dan Ibnu Majah)

3) Puasa Dawud Alaihissalam

Berdasarkan hadits yang datang dari Abdullah bin Amr bin ‘Al-Ash radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bersabda
أَحَبُّ الصِّيَامِ إلى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ كان يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا وَأَحَبُّ الصَّلَاةِ إلى اللَّهِ صَلَاةُ دَاوُدَ كان يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ

“puasa yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah puasa Dawud,beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari.Dan shalat yang paling dicintai Allah adalah shalatnya Dawud,beliau tidur dipertengahan malam,lalu bangun (shalat) pada sepertiga malam,dan tidur pada seperenamnya.” (HR.Bukhari :3238,dan Muslim:1159)

Dalam riwayat lain beliau shallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

لَا صَوْمَ فَوْقَ صَوْمِ دَاوُدَ عليه السَّلَام شَطْرَ الدَّهَرِ صُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًا
“tidak ada puasa (yang lebih utama) diatas puasa Dawud Alaihisssalam,setengah tahun,berpuasalah sehari dan berbukalah sehari.” (HR.Bukhari: 1879,Muslim:1159)

4). Puasa tiga hari dalam sebulan

Berdasarkan hadits Abdullah bin Amr bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam berkata kepadanya:
وَإِنَّ بِحَسْبِكَ أَنْ تَصُومَ كُلَّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فإن لك بِكُلِّ حَسَنَةٍ عَشْرَ أَمْثَالِهَا فإن ذلك صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

“dan sesungguhnya cukup bagimu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan,karena sesungguhnya bagimu pada setiap kebaikan mendapat sepuluh kali semisalnya,maka itu sama dengan berpuasa setahun penuh.” (HR.Bukhari:1874,Muslim:1159)

Juga diriwayatkan oleh Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau ditanya oleh Mu’adzah Al-Adawiyyah: apakah Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam senantiasa berpuasa tiga hari dalam setiap bulan? Maka beliau menjawab: iya.Lalu ditanya lagi: pada hari yang mana dari bulan tersebut? Beliau menjawab:

لم يَكُنْ يُبَالِي من أَيِّ أَيَّامِ الشَّهْرِ يَصُومُ

“beliau tidak peduli dihari yang mana dari bulan tersebut ia berpuasa.” (HR.Muslim:1160)

Juga dari hadits Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa beliau berkata:

أَوْصَانِي خَلِيلِي e بِثَلَاثٍ صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ من كل شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قبل أَنْ أَنَامَ

“Teman setiaku Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam memberi wasiat kepadaku untuk berpuasa tiga hari dalam setiap bulan,mengerjakan shalat dua raka’at dhuha,dan agar aku mengerjakan shalat witir sebelum aku tidur.” (HR.Bukhari:1180)

Hadits ini menjelaskan bahwa diperbolehkan pada hari yang mana saja dari bulan tersebut ia berpuasa,maka ia telah mengamalkan sunnah.Namun jika ia ingin mengamalkan yang lebih utama lagi,maka dianjurkan untuk berpuasa pada pertengahan bulan hijriyyah, yaitu tanggal 13,14 dan 15. Hal ini berdasarkan hadits yang datang dari Abu Dzar radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

يا أَبَا ذَرٍّ إذا صُمْتَ من الشَّهْرِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

“wahai Abu Dzar,jika engkau hendak berpuasa tiga hari dalam sebulan,maka berpuasalah pada hari ketiga belas,empat belas dan lima belas.” (HR.Tirmidzi:761,An-Nasaai:2424,ahmad:5/162,Ibnu Khuzaimah: 2128,Al-Baihaqi: 4/292.Dihasankan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa’:4/101-102)

Puasa tiga hari dipertengahan bulan ini disebut dengan hari-hari putih. Dalam riwayat lain dari hadits Abu Dzar radhiallahu’anhu,beliau berkata:

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ e أَنْ نَصُومَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاثَةَ أَيَّامِ الْبِيضِ ثَلاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ
“Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam memerintah kami untuk berpuasa tiga hari-hari putih dalam setiap bulan:13,14 dan 15.” (HR.Ibnu Hibban:3656)

disebut sebagai “hari-hari putih” disebabkan karena malam-malam yang terdapat pada tanggal tersebut bulan bersinar putih dan terang benderang. (lihat:fathul Bari:4/226)

Yang lebih menunjukkan keutamaan yang besar dalam berpuasa pada hari-hari putih tersebut, dimana Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam tidak pernah meninggalkan amalan ini. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas radhiallahu’anhu bahwa beliau berkata:

كان رسول اللَّهِ صلى اللَّهُ عليه وسلم لا يَدَعُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيضِ في سَفَرٍ وَلا حَضَرٍ
“adalah Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam tidak pernah meninggalkan puasa pada hari-hari putih,baik diwaktu safar maupun disaat mukim.” (HR.At-thabarani: ,dishahihkan Al-Albani dalam shahihul jami’:4848).

5). Puasa Arafah

Berdasarkan hadits Abu Qatadah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam ditanya tentang puasa pada hari arafah,Beliau menjawab:

يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ
“menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR.Muslim:1162)

Kecuali bagi mereka yang sedang wukuf di Arafah dalam rangka menunaikan ibadah haji,maka tidak dianjurkan berpuasa pada hari itu. Berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam berbuka di Arafah,Ummul Fadhl mengirimkan segelas susu kepada beliau,lalu beliau meminumnya.” (HR.Tirmidzi: 750,dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi)

Juga diriwayatkan dari hadits Ibnu Umar radhiallahu’anhu bahwa beliau ditanya tentang hukum berpuasa pada hari Arafah di Arafah?,beliau menjawab”

حَجَجْتُ مع النبي e فلم يَصُمْهُ وَمَعَ أبي بَكْرٍ فلم يَصُمْهُ وَمَعَ عُمَرَ فلم يَصُمْهُ وَمَعَ عُثْمَانَ فلم يَصُمْهُ وأنا لَا أَصُومُهُ ولا آمُرُ بِهِ ولا أَنْهَى عنه
“aku menunaikan ibadah haji bersama Nabi shallahu ‘alaihi wasalam dan beliau tidak berpuasa pada hari itu,aku bersama Abu Bakar radhiallahu’anhu beliau pun tidak berpuasa padanya,aku bersama Umar dan beliau pun tidak berpuasa padanya,aku bersama Utsman dan beliau pun tidak berpuasa padanya. Dan akupun tidak berpuasa padanya,dan aku tidak memerintahkannya dan tidak pula melarangnya.” (HR.Tirmidzi:751.Dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi)

6). Puasa dibulan muharram,khususnya pada hari ‘Asyura (10 muharram)

Bulan muharram adalah bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak berpuasa padanya. Berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
“puasa yang paling afdhal setelah ramadhan adalah bulan Allah: muharram,dan shalat yang paling afdhal setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR.Muslim:1163)

Dan diantara hari-hari dibulan tersebut,lebih dianjurkan lagi berpuasa pada hari Asyura,yaitu tanggal 10 muharram. Banyak hadits-hadits yang menunjukkan sangat dianjurkannya berpuasa pada hari ‘Asyura. Diantaranya adalah hadits Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau berkata:

كان رسول اللَّهِ أَمَرَ بِصِيَامِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فلما فُرِضَ رَمَضَانُ كان من شَاءَ صَامَ وَمَنْ شَاءَ أَفْطَرَ
Adalah Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam memerintahkan (perintah yang mewajibkan) puasa pada hari ‘Asyura. Maka tatkala telah diwajibkannya ramadhan,maka siapa yang ingin berpuasa maka silahkan dan siapa yang ingin berbuka juga boleh.” (HR.Bukhari:1897,Muslim: 1125)

Dalam riwayat Muslim dari hadits Abu Qatadah bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam ditanya tentang puasa pada hari ‘Asyura,maka beliau menjawab:

يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
“menghapus dosa setahun yang telah lalu.” (HR.Muslim:1162)

Dan juga dianjurkan berpuasa pada tanggal sembilan muharram,berdasarkan hadits Ibnu abbas radhiallahu’anhu bahwa beliau berkata: tatkala Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya. Mereka (para shahabat) berkata:wahai Rasulullah,itu adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashara. Maka bersabda Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam : jika tiba tahun yang berikutnya,insya Allah kita pun berpuasa pada hari kesembilan. Namun belum tiba tahun berikutnya hingga Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam wafat.” (HR.Muslim:1134)

7). Puasa dibulan sya’ban

Diantara bulan yang dianjurkan memperbanyak puasa adalah dibulan sya’ban. Berdasarkan hadits Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau berkata:

فما رأيت رَسُولَ اللَّهِ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إلا رَمَضَانَ وما رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا منه في شَعْبَانَ
“aku tidak pernah melihat Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali ramadhan,dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak dari bulan sya’ban,” (HR.Bukhari:1868)

Kecuali pada hari-hari terakhir,sehari atau dua hari sebelum ramadhan ,tidak diperbolehkan berpuasa pada hari itu,terkecuali seseorang yang menjadi hari kebiasaannya berpuasa maka dibolehkan,seperti seseorang yang terbiasa berpuasa senin kamis,lalu sehari atau dua hari tersebut bertepatan dengan hari senin atau kamis. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bahwa beliau bersabda:

لَا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ ولا يَوْمَيْنِ إلا رَجُلٌ كان يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ
“Janganlah kalian mendahului ramadhan dengan berpuasa sehari dan dua hari,kecuali seseorang yang biasa berpuasa pada hari itu maka boleh baginya berpuasa. (HR.Muslim:1082)

Semoga Allah senantiasa menambah ilmu yang bermanfaat dan amal saleh kita yang senantiasa diterima disisi-Nya.






sumber : Mutiara Hati

:: Lamunan Gila dikelas 22.2E.07 ::

* berawal dari lamunan gila n terinspirasi dari salah seorang teman yg menulis "SURAT UNTUK JODOH QU"



Ah…Ada apa dengan hati?? Terlalu dini aku harus memikirkannya. Hanya ku anggap debu yang terbawa angin dan mampir sekejap saja. Segera ku menyekanya dengan saputangan dalam angan. Aku hanya ingin menetralisir rasa agar steril dari semua yang ku anggap tak penting untuk sekedar hinggap.



Lain waktu, eh…kembali datang. Angin memang tak pandang membawa apa dan harus mampir dimana, angin memang pemurah, memberi tumpangan pada siapa saja dan pada apa saja.



Kali ini mampir lagi, namun ku seka sedikit saja, ku katakan pada diriku, nanti akan ku basuh biar lebih cemerlang…hohoho…aku pun tersenyum dan mengalihkan fikiran.



Kali ini, aku tak kuasa. Yang diserangnya adalah organ yang berkaitan dengan seluruh rasa. Menyerang otak, fikiran, dan tentunya dimanalagi kalau bukan tempat penuh humus untuk bercocok tanam dan menyemai rasa yaitu HATI. Waaaaaahhh….jangan gilaaaaa duuuunnnkk aku tak kuasaaaaa…, terlalu beraaatttzzz!!!. Bibirku berucap istighfar terus melawan fikiran yang sedari tadi selalu terbayang rasa.



Huuuuffffhhh… kali ini aku mendesah, lemah namun pasti. Ya Tuhan, apa yang mendera?? Sempat terfikir bahwa aku harus mengakuinya, toh tak ada yang terdzolimi dengan apa yang kurasa, karena semua manusia di dunia pasti juga merasakannya. Aku tak harus berbohong untuk sesuatu yang wajar bagi logika, ya logika kita sebagai manusia. Aku harus berani mengakuinya, rasa itu ada karena satu kata penuh makna, yaitu ‘cinta’. Ah…lega rasanya, sudah kuteriakkan dalam hati…hehe walaupun –dia- tak mendengarkannya. tapi apakah benar ini 'cinta' ?? ah aqu tak yakin itu... aqu ragu.. aaaaaaahhhhhhhhh rempong deh....



aqu ragu ini cinta, mana mungkin ???!!! sebab......

terbesit dalam benak yng slalu diimpikan " aqu mendamba -dia- siapapun yg kan menjadi pendampingku kelak adalah yng baik imannya,agamanya, baik akhlaknya, dan sebaik-baik imam dalam hal apapun...*ngarep banget.. bukan -dia- yang tertawa terbahak2 tanpa kontrol, bukan -dia- yang tidak menjaga hijabnya, dan bukan -dia- yang kesana OK kesini juga OK.... tapi bukankah cinta datang pada siapa saja tanpa pandang bulu *ouuppss idiom loh...



astagfirullah.... " bukankah laki-laki yang baik untuk wanita yang baik " aqu mengharapkan pendamping yang terbaik tanpa melihat bagaimana aqu??? astagfirullah... harusnya aqu muhasabah diri...



Baiklah, kali ini aku berdamai dengan rasa. Ya Allah…Engkau tak hanya memberikan rasa sedih dan senang pada setiap hamba, namun Kau berikan juga semua rasa. Pelangi itu terlalu indah untuk dihapuskan, namun takkan indah jika terlukis paksa tanpa ridho dariNya. ya Allah..-dia- yang kau cipta, dalam pandanganku biasa saja, apa adanya, ada satu hal yang ku suka aqu nyaman bersama dia, hmmmmm…. tapi, ada tapinya ya Allah.... apakah baik pula menurut padanganMu???’. Ah…aku tak mau menerka-nerka. Biarlah waktu yang akan menentukan arahnya dan memberi jawab sesuai kehendak Yang Kuasa.



ya Allah…Kau tahu sejauh mana bentuk ikhtiarku, namun…aku tak berani memastikan sejauh mana –dia- berikhtiar, karena itu semua rahasia. ya Allah…aku tak berani melangkah tanpa kehendakMu, tak berani memelihara rasa tanpa seizinMu, maka biarlah kusimpan sejenak atau selamanya. ya Allah…Kau Berkuasa atas Segala Rasa, maka satu yang ku pinta



titip RINDUku buat -dia-





22.2E.07 (30-05-2011 "19.30")

Kamis, 28 April 2011

Dermaga Jiwa........

Sungguh terasa indah ketika dia menyapaku dengan hatinya.Dan sungguh hati ini bahagia ketika dia senyuman terukir dari wajah teduhnya.Ya Rabb,sungguh hatiku berbunga ketika dia menyapaku.... semoga kau segera Halal bagiku,

"Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu,jika kau hilangkan agama dalam dirimu,maka hilanglah cintaku padamu."(Imam Nawawi)

Rabu, 02 Februari 2011

Ketika Cinta Datang...

Tidak ada kehidupan yang paling berkesan kecuali ketika hati terpaut asmara. jiwa menggelora, haru biru suasana menyenangkan dada & membuat hidup terasa milik kita berdua, ketika kita jatuh cintakeada seseorang, yang slalu nampak padanya adalah suatu kebaikannya, sementara kekurangannya tersamar, karena tertutup kabut asmara yang menggelora.apa yang membuat gaya hidup & perilakunya terlihat hampir slalu mempesona.
Sungguh, sekalipun ada cacat yang amat jelas, itu semua tidak mengendurkan semangat untuk terus mencinta. pokoknya, tak ada kata kecuali ucapan cinta, tak ada hari kecuali dimabuk cinta, tak ada waktu kecuali merenda cinta, tak ada bayangan kecuali merona merah wajah cinta. ketika cinta datang ia tak pilih kasih, setiap hari merindu sang kekaasih.sungguh, pesona cinta membuat hidup lebih bergairah, hari2 terasa begitu indah...

cinta memang membuat hidup lebih hidup. membuat si lemah menjadi kuat, membuat si kikir menjadi baik & membuat hidup lebih terasa indah. kekuatan cinta menarik rasa, menggugah asa & menterlenakan jiwa. keterikatan cinta membelenggu hati, & rasa indah tak bertepi.
saat jatuh cinta , berjuta rasa didada. indahnya saat berdua melupakan segala yang ada. hari2 terasa indah, waktu kewaktu terasa teduh & hidup terasa bergairah. tetapi saat cinta tiada, terasa menyesakkan dada. tak ada gelak canda yang menyenangkan jiwa. tak ada yang senyum yang terkulum, tak ada rindu yang menggebu, hidup terasa sepi, sebab tak ada lagi yang dnant, ah....cinta memang penuh misteri. CINTA Manusia, Ceria Indah Namn Tak Abadi Kecuali Cinta kepada ALLAH, itulah Cinta Hakiki.

mata adalah pintu masuk perasaan cinta. awalnya melihat, kemudian bertanya, akhirnya membayangkan. timbul kesan mendalam ketika mata beradu pandang, ada getaran jiwa yang tak dimengerti. tersimpan sejuta asa dalam hati, keindahan mulai menyelimuti hari2. rindu ingin bertemu terus mendorong rasa, hingga tak kuasa menehan gejolak jiwa. segala sesuatu itu sumbernya pandangan.bahkan siksa neraka yang terbesar berasal dari kemaksiatan yang dianggap kecil. mula2 memandang, kemudian senyum & salam, setelah itu berbicara, ahirnya janji & kencan. oleh karenanya Rasul bersabda : "Pandangan itu adalah anak panah beracun dari anak2 panah iblis, siapa saja yang menghindarkannya karena takut kepada Allah, ia akan dikaruniai oleh Allah keimanan yang terasa manis didalam hatinya (HR.Hakim)



Bersambung........

Kamis, 21 Oktober 2010

Dikepenatan KRL Jakarta-Bogor

Aqu Menangis....
Lirih...
Lalu Merintih...
Perih....
Saat deretan para pengemis..
Berjalan tertatih...
Memohon belaskasih...


Aduhai... Miris !!!

smoga negri ni tak smakn bengis !!!!





zy.al-fikriyah

(kiky)

Kamis, 25 Februari 2010

'Tak Terungkap

Rasa ini begtu kuat
tapi ragu menyelinap begitu cepat
Tebarkan kebimbangan distiap sudut
Takut..
Saat mendekat..
Tak sanggup hancur suatu saat
Sakit..
Menahan cinta tak terucap
Menahan rindu ingin mendekap



Hanya goresan tinta..
yang mungkin tak bermakna
Hanya barisan kata
Tanpa arti luar biasa
tapi ini tulus benar bertahta
Walau menyiksa jiwa raga

Minggu, 21 Februari 2010

Qamu

Kamu adalah impian
Kumpulan sebuah angan
dan serpihan harapan

Kamu adalah panorama
Hadirkan sejuta nuansa
Pesona tiada tara

Kamu seolah kisah nyata
Taburkan warna-warni dunia
Berikan makna cinta

Kamu adalah impian
Tetap menjadi impian, angan, & harapan
Hingga Tuhan kirim kamu dalam kehidupan

Senin, 08 Februari 2010

Ketika Fajar Membuai

Fajar membuai..
Hancurkan kegelapan
bisikkan sejuta harapan
Membelai smua impian
Terbangkan smua angan
Fajar membuai..
Mendekap asa penuh makna
Mengurung rasa putus asa
Mencekek malas yg melanda
Mematikan rasa tidak percaya
Fajar membuai..
Memberi makna kehidupan
Tebarkan kebahagiaan
Membagikan kasih sayang
Tersenyum menanti kita datang.

Selasa, 02 Februari 2010

oleh Maziyatul Fikriyah



(belum ada judul)


Senyum, canda & tawa
slalu ku hadirkan...
kalahkan derita kehidupan
walau masih terlihat
mencoba ku tepis & ciptakan suasana riang

'ku hanya 'tak mau kau iba
dan ciptakan kesedihan
cukup 'ku yang rasakan
izinkan ku ciptakan kebohongan
demi kebahagiaan

tenang saja kawan 'tak 'kan lama..
dokterpun berani memutuskan
berapa lama ku bertahan
rasakan kehidupan
dan siksaan yang menyakitkan

tenang saja kawan...
aku menikmatinya
tak sulit..tak ada beban...
hanya sedikit mengerikan
saat ku bayangkan sendiri tak berkawan

aku yakin..
sangat gelap..
sunyi..senyap..
hanya ditemani sehelai kain kafan
yang masih ku ragukan setiaannya

oh tuhan..
ku mohon...
jangan larang aku menangis...
aku janji hanya saat ini..
dan hanya didepan Mu..

Mungkin Lain Waktu

oleh Maziyatul Fikriyah
Bukan pengalaman pribadi
tapi kisah nyata sang kupu-kupu malam
saat aku hendak berbincang tentang penyesalan
(Astaghfirullah..smoga dimaafkan)
..................................

Terhempas...
Di lembah hina
'Tak ada senyum - sapa
Apa lagi canda - tawa

Hanya rayuan mesra
Tatapan menggoda dan
Nafsu yang hina
Dari mulut penikmat setia

Terkapar...
Menjadi raga yang tak berguna
'Tak ada cahaya
Patahkan harapan & cita

Terdampar...
Di lembah yang tak bisa ku tolak
Di lembah yang hina
Di lembah yang tawarkan kekayaan

Tersiksa...
Oleh tatapan menjijikkan
Gunjingan menyakitkan
Dan hinaan yang mematikan

Tapi tak ada pilihan
Hanya keterpaksaan
Atas dosa yang menjanjikan kebahagiaan
Atas salah yang memberikan harapan

Walau sakit...
Walau direndahkan
Tapi beri ku kesempatan
'Tuk nikmati kehidupan

Maaf tuhan...
Mungkin lain waktu...

Derita Ibu Kota

Mereka…
Sinis...
Tak ada gerak walau sedikit
Jangankan tergerak
Melirikpun enggan
Membisu…
Hanya mampu mengernyit
Seolah mengumpat sengit
Mendengar ocehan yang semakin pekik

kami…
Selalu tersenyum….
Tutup rapat derita kehidupan
Seraya tetap senandung ria
Walau entah mereka anggap apa

Sinis…
Melirik…
Seraya jemari tangan menghadang
Saat sekantong plastik (yang kami anggap kehidupan ) disodorkan
Tidak 1 sen pun !!!

Kami…
Yang mereka anggap Sampah !!!
Hanya seonggok sampah
Menghiburpun tak dianggap
Hanya bisa pecahkan gendang telinga.

Mereka …
Ya… mereka para penikmat ibu kota
Dan Kami…
Hanya pengamen jalanan