Rabu, 02 Februari 2011

Ketika Cinta Datang...

Tidak ada kehidupan yang paling berkesan kecuali ketika hati terpaut asmara. jiwa menggelora, haru biru suasana menyenangkan dada & membuat hidup terasa milik kita berdua, ketika kita jatuh cintakeada seseorang, yang slalu nampak padanya adalah suatu kebaikannya, sementara kekurangannya tersamar, karena tertutup kabut asmara yang menggelora.apa yang membuat gaya hidup & perilakunya terlihat hampir slalu mempesona.
Sungguh, sekalipun ada cacat yang amat jelas, itu semua tidak mengendurkan semangat untuk terus mencinta. pokoknya, tak ada kata kecuali ucapan cinta, tak ada hari kecuali dimabuk cinta, tak ada waktu kecuali merenda cinta, tak ada bayangan kecuali merona merah wajah cinta. ketika cinta datang ia tak pilih kasih, setiap hari merindu sang kekaasih.sungguh, pesona cinta membuat hidup lebih bergairah, hari2 terasa begitu indah...

cinta memang membuat hidup lebih hidup. membuat si lemah menjadi kuat, membuat si kikir menjadi baik & membuat hidup lebih terasa indah. kekuatan cinta menarik rasa, menggugah asa & menterlenakan jiwa. keterikatan cinta membelenggu hati, & rasa indah tak bertepi.
saat jatuh cinta , berjuta rasa didada. indahnya saat berdua melupakan segala yang ada. hari2 terasa indah, waktu kewaktu terasa teduh & hidup terasa bergairah. tetapi saat cinta tiada, terasa menyesakkan dada. tak ada gelak canda yang menyenangkan jiwa. tak ada yang senyum yang terkulum, tak ada rindu yang menggebu, hidup terasa sepi, sebab tak ada lagi yang dnant, ah....cinta memang penuh misteri. CINTA Manusia, Ceria Indah Namn Tak Abadi Kecuali Cinta kepada ALLAH, itulah Cinta Hakiki.

mata adalah pintu masuk perasaan cinta. awalnya melihat, kemudian bertanya, akhirnya membayangkan. timbul kesan mendalam ketika mata beradu pandang, ada getaran jiwa yang tak dimengerti. tersimpan sejuta asa dalam hati, keindahan mulai menyelimuti hari2. rindu ingin bertemu terus mendorong rasa, hingga tak kuasa menehan gejolak jiwa. segala sesuatu itu sumbernya pandangan.bahkan siksa neraka yang terbesar berasal dari kemaksiatan yang dianggap kecil. mula2 memandang, kemudian senyum & salam, setelah itu berbicara, ahirnya janji & kencan. oleh karenanya Rasul bersabda : "Pandangan itu adalah anak panah beracun dari anak2 panah iblis, siapa saja yang menghindarkannya karena takut kepada Allah, ia akan dikaruniai oleh Allah keimanan yang terasa manis didalam hatinya (HR.Hakim)



Bersambung........

Kamis, 21 Oktober 2010

Dikepenatan KRL Jakarta-Bogor

Aqu Menangis....
Lirih...
Lalu Merintih...
Perih....
Saat deretan para pengemis..
Berjalan tertatih...
Memohon belaskasih...


Aduhai... Miris !!!

smoga negri ni tak smakn bengis !!!!





zy.al-fikriyah

(kiky)

Kamis, 25 Februari 2010

'Tak Terungkap

Rasa ini begtu kuat
tapi ragu menyelinap begitu cepat
Tebarkan kebimbangan distiap sudut
Takut..
Saat mendekat..
Tak sanggup hancur suatu saat
Sakit..
Menahan cinta tak terucap
Menahan rindu ingin mendekap



Hanya goresan tinta..
yang mungkin tak bermakna
Hanya barisan kata
Tanpa arti luar biasa
tapi ini tulus benar bertahta
Walau menyiksa jiwa raga

Minggu, 21 Februari 2010

Qamu

Kamu adalah impian
Kumpulan sebuah angan
dan serpihan harapan

Kamu adalah panorama
Hadirkan sejuta nuansa
Pesona tiada tara

Kamu seolah kisah nyata
Taburkan warna-warni dunia
Berikan makna cinta

Kamu adalah impian
Tetap menjadi impian, angan, & harapan
Hingga Tuhan kirim kamu dalam kehidupan

Senin, 08 Februari 2010

Ketika Fajar Membuai

Fajar membuai..
Hancurkan kegelapan
bisikkan sejuta harapan
Membelai smua impian
Terbangkan smua angan
Fajar membuai..
Mendekap asa penuh makna
Mengurung rasa putus asa
Mencekek malas yg melanda
Mematikan rasa tidak percaya
Fajar membuai..
Memberi makna kehidupan
Tebarkan kebahagiaan
Membagikan kasih sayang
Tersenyum menanti kita datang.

Selasa, 02 Februari 2010

oleh Maziyatul Fikriyah



(belum ada judul)


Senyum, canda & tawa
slalu ku hadirkan...
kalahkan derita kehidupan
walau masih terlihat
mencoba ku tepis & ciptakan suasana riang

'ku hanya 'tak mau kau iba
dan ciptakan kesedihan
cukup 'ku yang rasakan
izinkan ku ciptakan kebohongan
demi kebahagiaan

tenang saja kawan 'tak 'kan lama..
dokterpun berani memutuskan
berapa lama ku bertahan
rasakan kehidupan
dan siksaan yang menyakitkan

tenang saja kawan...
aku menikmatinya
tak sulit..tak ada beban...
hanya sedikit mengerikan
saat ku bayangkan sendiri tak berkawan

aku yakin..
sangat gelap..
sunyi..senyap..
hanya ditemani sehelai kain kafan
yang masih ku ragukan setiaannya

oh tuhan..
ku mohon...
jangan larang aku menangis...
aku janji hanya saat ini..
dan hanya didepan Mu..

Mungkin Lain Waktu

oleh Maziyatul Fikriyah
Bukan pengalaman pribadi
tapi kisah nyata sang kupu-kupu malam
saat aku hendak berbincang tentang penyesalan
(Astaghfirullah..smoga dimaafkan)
..................................

Terhempas...
Di lembah hina
'Tak ada senyum - sapa
Apa lagi canda - tawa

Hanya rayuan mesra
Tatapan menggoda dan
Nafsu yang hina
Dari mulut penikmat setia

Terkapar...
Menjadi raga yang tak berguna
'Tak ada cahaya
Patahkan harapan & cita

Terdampar...
Di lembah yang tak bisa ku tolak
Di lembah yang hina
Di lembah yang tawarkan kekayaan

Tersiksa...
Oleh tatapan menjijikkan
Gunjingan menyakitkan
Dan hinaan yang mematikan

Tapi tak ada pilihan
Hanya keterpaksaan
Atas dosa yang menjanjikan kebahagiaan
Atas salah yang memberikan harapan

Walau sakit...
Walau direndahkan
Tapi beri ku kesempatan
'Tuk nikmati kehidupan

Maaf tuhan...
Mungkin lain waktu...

Derita Ibu Kota

Mereka…
Sinis...
Tak ada gerak walau sedikit
Jangankan tergerak
Melirikpun enggan
Membisu…
Hanya mampu mengernyit
Seolah mengumpat sengit
Mendengar ocehan yang semakin pekik

kami…
Selalu tersenyum….
Tutup rapat derita kehidupan
Seraya tetap senandung ria
Walau entah mereka anggap apa

Sinis…
Melirik…
Seraya jemari tangan menghadang
Saat sekantong plastik (yang kami anggap kehidupan ) disodorkan
Tidak 1 sen pun !!!

Kami…
Yang mereka anggap Sampah !!!
Hanya seonggok sampah
Menghiburpun tak dianggap
Hanya bisa pecahkan gendang telinga.

Mereka …
Ya… mereka para penikmat ibu kota
Dan Kami…
Hanya pengamen jalanan