Jumat, 09 Mei 2014

Kangen


Saya ingin bercerita sedikit, tapi mungkin juga akan jadi panjang pada ahirnya. Tentang sebuah SMS dari nomor yang sudah saya hafal siapa pemiliknya, saya terima pukul 04.47 pagi tadi, begini isinya

“ki, sudah solat shubuh belum? Kalau memang masih banyak urusan di kantor yang harus diselesaikan, ke dokter dulu pagi-pagi sebelum ke kantor. Atau pulang dulu sajalah ki, ikut sama Mbah Min pake mobilnya, kamu itu sakit karena kepengen pulang, pengen ketemu sama orang tua. Atau kalau engga, kamu pulang sabtu saja naik kereta”

Isi SMS ini sudah saya terjemahkan dalam bahasa Indonesia meski EYDnya mungkin masih berantakan, sebab hawatir barangkali beberapa dari kalian tidak mengerti bahasa jawa-Cirebon.

Pengirim SMS itu adalah Bapak saya. Meski semalam sudah ngomong lewat HP perihal rencana saya untuk pulang ke Cirebon ahir bulan ini, tapi nampaknya beliau terlalu hawatir dengan kondisi badan saya yang memang 3 hari belakangan ini sedikit bermasalah, saya tidak pernah sampaikan perihal itu tapi saat ditelepon semalam beliau seperti orang yang tahu kalau ada yang tidak beres dengan kondisi badan anaknya. “ kamu kok suaranya aneh, bindeng, sakit yah?” berkali-kali beliau tanyakan itu disela-sela percakapan kami , meski sudah saya jelaskan hanya flu karena kehujanan (bagian ini saya bohong ke Bapak karena takut tambah hawatir) tapi suara batuk saya yang terdengar berat menambah kehawatirannya. Dan nyata saja, pagi-pagi sudah SMS menyuruh saya agar pulang kampung lebih cepat.

Saya mengiyakan permintaannya, karena mungkin saja benar apa yang beliau katakan bahwa sakit saya dikarenakan kangen dengan orang tua, meski secara logika sulit dipercaya karena saya bukan orang yang bertahun-tahun tidak pulang seperti bang toyib, terlebih tanggal 3 april kemaren saya pulang kampung selama 3 hari disana. Sebenarnya, dua minggu belakangan ini memang pola makan sedang saya rubah agar lebih sehat dan mungkin saja sakit ini diakibatkan karena lambung saya yang memang sudah bermasalah sejak dulu kaget dengan perubahan pola makan baru, atau memang sedang ada virus yang mengganggu daya tahan tubuh saya, atau entah apa menyebab pasti secara medisnya. 

Pada ahirnya Saya mengerti, ini semata-mata karena kehawatiran meraka terhadap saya yang sejak kecil memang sudah sering merepotkan dan melatih jantung mereka (baca: hawatir) karena sering masuk dan keluar rumah sakit setiap tahunnya, atau bisa jadi sebenarnya mereka yang sangat kangen dengan saya (bagian ini saya mengakui klo ‘GR’ hahaha :D).

Yah, saya akan pulang Sabtu besok dengan kereta keberangkatan jam 06.10 pagi dari setasiun Senen- Jakarta menuju Stasiun Kejaksan – Cirebon, Insya Allah. Semoga Allah memudahkan semua rencana ini dan tentu memberikan kesehatan serta keselamatan untuk saya dan keluarga saya di kampung sana.

Maka nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu dustakan?

Kamis, 08 Mei 2014

Sepele tapi Penasaran

Pagi tadi di angkot menuju kantor. Bapak tua berjenggot dengan anak gadis manisnya kulihat sedang berbincang serius. Bapak tua berjenggot itu kutaksir umurnya mungkin 45thn dan gadis manis yg sedari tadi digenggam erat tangannya, yang selalu menunduk sepanjang berada diangkot itu kutaksir umurnya 19thn. Saya tidak tahu perbincangan awal antara bapak dan anak itu. Tapi ada yang menarik disini, mungkin juga terdengar menggelitik. Saat tiba-tiba saja bapak tua itu bicara begini

"kamu jangan melulu selalu serius, hidup akan terasa sulit. Bagaimana tidak kecoa mati saja kamu ratapi bahkan berniat kamu tahlili. Bagaimana kamu menghadapi masalah yg besar nanti?"

Saya merasa sedikit tersindir perihal terlalu serius menjalani hidup. Tapi saya bingung tidak habis pikir, benarkah sigadis sampai meratapi saat kecoa mati bahkan berniat menahlilinya?

Masih terfikir dibenak saya hingga saat ini tentang si gadis yg meratapi kematian kecoa. Apa kecoa adalah binatang kesukaannya? Ah tp rasanya kok tidak mungkin, atau itu hanya kiasan dari bapak tua. Entahlah,  sampai saat ini saya belum menemukan jawabannya. Ditengah perjalanan bapak tua dan anak gadis itu turun dari angkot sebelum sempat kutanyakan maksud sebenarnya.

Eh tapi, tidakkah saya sadar. Bahwa hal sepele seperti ini saja masih juga saya fikirkan hingga detik ini. benarkah hidup terlalu serius kujalani?

Rabu, 07 Mei 2014

Kamu atau Saya

Kamu pernah sangat rindu dengan seseorang tapi tidak berani  menyapanya, kemudian panik ketika status BBMnya “meriang” tapi kamu tidak bisa berbuat apa-apa?.  Kamu pernah sangat menyayangi seseorang  tapi tidak bisa menunjukkannya karena ada batasan-batasan yang tidak sanggup untuk kamu langgar?. Kamu pernah merasa yakin bahwa seseorang  adalah bagian dari tulang rusukmu atau kamu adalah bagian dari tulang rusuknya tapi orangtua tidak merestui?. kamu pernah menjanjikan memperlihatkan sesuatu tapi keadaan memaksa kamu pergi sebelum menepati janji itu?. Kamu pernah berlari menembus hujan dengan terus tersenyum padahal matamu basah karena menangis?.  Kamu pernah ahirnya menyerah setelah berjuang keras melupannya tapi semakin sayang yang kamu rasakan?. Kamu pernah merasa kalah kemudian bangkit untuk tidak meratapi?. Kamu pernah menangis menyesali kebodohan-kebodohan yang pernah terjadi tapi kemudian kamu ulangi?. 

Kamu pernah? Bagian yang mana?

Jumat, 02 Mei 2014

Restu Tuhan

'Kamu pernah mengatakan perihal kesendirian adalah sebuh pilihan'

'Aku hanya sedang menjaga apa yang sudah seharusnya terjaga'

'Lalu apa yang sebenarnya sedang kamu jaga?'

'Kebersamaan yang direstui Tuhan'

'Ah, kamu selalu punya jawaban. Lantas kebersamaa seperti apa yg kamu impikan?'

'Kebersamaan yang menghadirkan cinta Tuhan'

Aku diam, tertegun sendu mendengar kalimat syahdu terucap darimu (lagi), kamu selalu membuat aku tidak mampu berkata apapun setelah itu.

'Fi.. jika manusia saja punya peraturan maka tentu saja Tuhan juga punya, dan aku hanya ingin menjaga hingga waktunya tiba kebersamaan diikat dengan janji suci dan tentu restu Tuhan membersamainya'

Aku sudah terlanjur tidak bisa berkata-kata. Andai saja Tuhan merestui kita bersama mengucap janji suci. Ah, berandai memang selalu menggiurkan. 

Dan kamu tidak pernah tahu, diam-diam aku berdoa berharap mampu mengetuk restu Tuhan

Selasa, 29 April 2014

Indahnya Saling Mengingatkan

Pagi tadi tepat pukul 05.30 WIB

Entah bermuara dari mana sepagi ini grup BBM keluarga sudah rame dengan masalah perjodohan yang ditujukan untuk saya. Saya yang merasa tidak pernah ada perbincangan apapun mengenai itu dengan wali saya Bapak, Ummi, Kakak atau bahkan dengan siapapun merasa gerah, kondisi badan yang sedang kurang baik karena sudah beberapa hari ini pekerjaan memaksa saya untuk lembur serta tamu bulanan yang datang bertepatan membuat volume emosi saya sedikit error pengaturannya (alibi, padahal selalu sensitive kalo ngomongin masalah perjodohan) walhasil saya terpancing, dan sepagi ini sudah memarahi 2 adik sepupu.

Masalah jodoh memang sudah diatur oleh Allah, dan saya mengimani perihal diperintahkanNya untuk berusaha, Berdo’a serta memantaskan diri sebab “ … wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (QS. An-Nuur : 26)

Perjodohan biasanya menjadi hal yang wajar terjadi di kalangan pesantren tradisional, terutama di kampung saya. Kata mereka, tujuannya agar menjaga Nasab atau garis keturunan, sebab mereka sudah mengenal betul tentang bagaimana Agamanya, hingga bibit, bebet dan bobotnya. contohnya Kakek dengan Nenek, Paman dengan Bibi, kakak dengan kakak ipar saya, meraka adalah hasil dari perjodohan yang tentu sudah terencana dengan matang sejak dini. Tapi menurut saya, perjodohan yang direncanakan tidak selalu harus benar-benar terjadi sesuai dengan kehendak, sebab kita hanya manusia. Jika memang sudah Allah jodohkan maka kedua hati akan ditautkan dan segala prosesnya dimudahkan, tapi jika memang Allah takdirkan tidak berjodoh seharusnya kita tidak memaksakan, sebab kita hanya manusia yang cukup sampai di tahap berusaha dan berdoa, memutuskan siapa jodoh kita adalah bagian Allah.



Pagi itu, diperjalanan menuju kantor satu pesan di HP saya terima, dari teman kantor, rutinitas pagi hari untuk memberikan semangat dan mengingatkan dalam hal kebaikan masih istiqomah beliau jalankan, kurang lebih begini isinya :

“kesempurnaan manusia terletak pada usaha untuk terus menerus memperbaiki diri hingga kematiannya. Saat kita diuji itu adalah ladang/kesempatan yang Allah berikan untuk bagaimana seharusnya kita bersikap. BERSABARLAH, sebab “apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan “ kami telah beriman” sedang mereka tidak diuji? “ (QS. Al-Ankabut: 2)”


Ah benar-benar menohok, Astaghfirullah, semoga Allah mengampuni dan adik sepupu memaafkan, tidak sepantasnya saya begitu, semoga Allah selalu menjaga. Begitulah indahnya persahabatan karena Allah, saling mengingatkan dalam hal kebaikan. terimakasih Pak... Jazakallah Khoiron Katsiron. 

Kamis, 09 Agustus 2012

Apa Salahnya Menjomblo?


Masih ingat dengan masa-masa SMA dulu?, aku rasa semuanya sepakat jika memory  tentangnya masih tersimpan baik dalam otak kita, karena biasanya masa SMA begitu  banyak hal baru yang kita dapat, kebanyakan meraka bilang masa dimana kita mencari jati diri, masa pedewasaan/pembelajaran, masa yang sangat berwarna, masa-masa yang indah, dan aku sepakat dengan kata “indah”  namun bukan berarti didalamnya tidak ada masalah atau masa setelahnya tidak indah ya teman-teman :h:

Membicarakan masalah SMA  pasti selalu melekat dengan hal-hal seperti prestasi diorganisasi, kakak angkat dan adik angkat, persahabatan dan “percintaan”, karena kesemuanya itu sangat mendominasi. tapi yang akan saya bahas disini perihal percintaannya saja teman-teman , sebab jika tidak entah akan berapa lembar  hasilnya. Baiklah langsung ke inti penbicaraan.

Berawal dari teman kemudian pacaran, tidak sedikit juga yang mengawaliya dengan kakak  adik angkatan dulu baru pacaran, begitulah kira-kira proses singkat yang aku amati. Tapi itu semua tidak berlaku untuk aku, proses percintaan yang aku alami sangat unik dan menggelikan. Penasarankan? Beginilah prosesnya “Berteman kemudian berteman, kakak adik angkatan kemudian  masih dengan kakak adik angkatan”,*emo cemberut* huuuff temen-temen boleh tertawa karena tau bahwa tidak ada  yang bermuara ke pacaran. Entah karena apa awalnya aku juga tidak faham, “akunya kali yang engga welcome?” Ah engga juga kok, “pilih-pilih?” Apalagi itu, “kalo begitu ndak laku?” Enak ajaaaa, aku yakin bukan karena itu, sebab sewaktu kelas X dan XI ada dua orang yang menyatakan cintanya padaku *eciiieeee*. Menurut salah satu temenku, itu semua karena aku yang terlalu cuek dan sibuk dengan segudang kegiatan organisasiku, Bendahara OSIS, ketua MADING, Kesenian (qasidah) dan Sekretaris ROHIS, mana ada waktu untuk pacaran katanya, setelah kufikir-fikir ada benarnya juga walaupun tidak sepenuhnya tepat.

Perasaan ingin ada yang mengerti, ingin ada yang merhatiin lebih, ingin seperti teman-teman lainnya sangat ada dalam hati, tapi selalu hilang dan timbul, terlupakan jika sudah sibuk dengan agenda OSIS dan MADING, belum lagi jadwal ngajiku *walopun kadang ngaji sambil tidur :)*. “Terus pernah jatuh cinta ngga?” Wah sembarangan nih klo ada yang nanya begini, aku manusia normal kali sob *emo manyun* jawabannya adalah seriiiiinggg :), melihat cowo pintar banget nahwu dan sorof aku langsung jatuh cinta, ngeliat cowo pinter aku juga langsung jatuh cinta, ngeliat cowo santun, baik hati, dan rajin duha apalagi hehehe *pletok, dilempar bakiak*, iyalah sob siapa pula yang ngga kesemsem sama cowo yang aku sebutin diatas apalagi saat itu ababil banget. Jawaban yang sebenarnya adalah pernah jatuh cinta. Tentu saja kawan, karena Allah menganugerahkan cinta pada setiap mahluk yang bernyawa, pada manusia, binatang dan tumbuhan hanya saja pengekspresiannya yang berbeda, terlebih cinta memiliki tingkatan/kelas *kaya sekolah aje*, hanya saja saya tidak pernah mengutarakannya dan mengikatnya dengan suatu hubungan yang disebut pacaran. Bukan karena kehebatan saya yang mampu menahan rasa cinta, atau kehebatan saya yang tahan untuk tidak berpacaran, melainkan karena keyakinan saya tentang banyaknya kemudhorotan dari pacaran, dan berbahayanya pacaran, dan juga tentu saja karena Allah yang menjaga hati ini.

Walaupun dulu saya bersekolah di Madrasah Aliyah Negri (MAN) yang notabennya Agamis dan lagi berada dilingkungan Pesantren dan siswa siswinya didominasi oleh santri, tidak sedikit juga yang terikat dengan tali percintaan *walaaupun gaya pacarannya ga separah jaman sekarang*, sekeras apapun pesantren melarang dan setegas apapun sekolah mengancam, pacaran tetap ada, sebab  kata kuncinya ada pada prinsip pribadi masing2 yang kemudian Allah gerakkan untuk tidak melakukannya.


Sebenarnya perihal proses saya yang tidak pernah bermuara pada pacaran dulu hingga sekarang tidak lain karena saya merasa masih sangat rapuh imannya, masih sangat dangkal ilmu agamanya, belum mampu mengendalikan hawa nafsu, terlebih masih terus menus belajar mengerti tentang cinta yang sesungguhnya. Bagaimana bisa saya berani untuk berpacaran sedangkan iman saya masih sangat rapuh, sedangkan pacaran identik dengan berpegangan tangan mesra, jalan berduaan, malam mingguan, bahkan berciuman *nauzubillah..* bukan, bukan saya merasa suci, tentu saja banyak sekali dosa *semoga Allah mengampuni*, saya juga pernah bersalaman dengan laki-laki (Salam organisasi) dan kesalahan-kesalahan lainnya yang saya yakin sangat menggunung, saya hanya tidak ingin menambah dosa yang diakibatkan dari pacaran, karena setan tidak akan berhenti menggoda kita dari atas, bawah, kanan dan kiri, terlebih saya semakin takut dengan gaya pacaran muda mudi jaman sekarang, ikatan pacaran seolah memberikan kunci/izin masuk kepada setan untuk menggoda. dan masa-masa SMA itulah ujian terberat untuk mempertahankan kejombloanku.

Jomblo bukan suatu kesalahan tapi pilihan, bukan salah kedua orang tuaku yg mendidik, bukan juga karena lingkungan atau tempat tinggalku yang di kelilingi puluhan pesantren *kampung pesantren*, dan bukan juga karena wajahku yang pas-pasan atau badanku yang gemuk sebab setauku  pacaran hanya akan mengotori hati dan kesucian cinta itu sendiri, terlebih Islam tidak pernah mengajarkan perihal itu, Menjomblo adalah pilihan yang insya Allah diridhoi Allah bukan karena tidak laku teman, tapi karena kita ingin menjaga diri kita dari hal-hal yang Allah murkai. Janji Allah pasti teman bahwa perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, begitu juga sebaliknya,  jadi jangan takut disalahkan, karena menjomblo bukan suatu kesalahan melainkan pilihan/prinsip. Dan jangan pernah galau karena menjomblo teman :).



"Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk."
 (QS. Al-Israa': 32)

“Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” 
(QS Az Zumar: 53)








 

Selasa, 07 Agustus 2012

Sebab Engkau yang berkuasa


Masjid Baiturrahim H. Rais Kramat Lontar. Malam itu seusai sholat tarawih Nia yang sedari tadi terlihat sangat sedih menghampiri, dia duduk menunduk disampingku sesekali mengusap air matanya menungguku selesai bersalam-salaman, entah apa yang membuatnya terlihat begitu hancur kala itu

"Assalamualaikum Nia" sapaku membuyarkan lamunannya

belum juga sempat kutanyakan mengapa, tubuh mungilnya sudah jatuh kepelukanku, bergetar hebat dan menangis sejadinya, dia selalu begitu jika sedang dalam masalah, dia sangat manja terhadapku. reaksiku selalu sama seperti waktu dulu, ketika dia menangis menceritakan kartu ATMnya yang tertelan oleh mesin. Aku diam memberinya sedikit ruang kemudian kubalas dia erat, mengusap punggung dan kepalanya, namun ada yang berbeda kali ini, lima menit sudah berlalu tapi kata tak kunjung kudengar, hanya tangis dan pelukannya yang semakin erat seolah tak ingin ditanya, biasanya dia selalu tak sabar ingin segera menceritakan permasalahannya. penasaran, kuputuskan untuk melepasnya, memandangnya lama, oh Rabb ada luka dimatanya, luka yang entah apa penyebabnya, begitu dalam hingga aku tak kuasa melihatnya, kupeluk lagi dia erat, sangat erat, berharap bisa sedikit menenangkannya, tapi tangisnya semakin pecah. Satu jam sudah berlalu, nia masih menangis, ah tapi kurasa sudah cukup memberinya waktu, Nia melepaskan pelukannya seolah  mengerti kehawatiranku

"ada apa de, ko nangis?" ucapku memulai perbincangan

" Nia tau nia harus ikhlas atas semua yang Allah tetapkan untuk nia" ucapnya dalam isak yang kujawab dengan anggukan pelan

"waktu nia kecopetan, ATM ketelen, sampai ga punya uang sama sekali kaka selalu bilang...hiks....hiks...." kalimatnya terputus karena tangisnya yang semakin menjadi 

".....nia harus sabar dan ikhlas... hiks...hiks.... kalo Allah akan menggantinya lebih banyak lagi, kalo Allah sedang menguji kesabaran nia " lanjutnya masih dengan tangis

"iya kamu betul de " potongku sambil mengusap airmata dan membetulkan jilbabnya

"tapi kali ini nia harus bagaimana kaka....." tangisnya tumpah, benar-benar tumpah, membuat hati yang mendengarnya ngilu. 

"mamah meninggal ka..." lanjutnya pelan, sangat pelan namun mampu merontokkan iman, mengeringkan kerongkongan dan meluluhlantahkan kesabaran. bukan hanya tangisnya yang memuncak, bendungan air mataku pun bobol, sekuat tenaga kutahan, berusaha menenangkan diri, menguatkan diri sebelum berperang untuk menenangkannya. aku peluk dia sangat erat, berusaha memberi energi yang sebenarnya sudah entah keberadaannya

" Innalillahi wainna Ilaihi rojiun, Allahummaghfirlahaa warhamhaa wa aafihaa wa'fu'anhaa..... ucapku dalam doa

dua jam sudah keberadaan kami di masjid ini, kuusap air matanya, ku rapikan jilbabnya dan kupapah dia keluar menuju kosanku yang hanya lima langkah dari masjid tanpa kata, dia tidak berontak tubuhnya lemas menurut saja kutuntun hingga ke pembaringan.

Di kosan. Setelah sedikit tenang nia bercerita kalau kemarin pagi mamahnya meninggal setelah sholat subuh tanpa sebab sakit atau apapun, hari dimana nia harusnya mengikuti lomba tilawah Al-qur’an tingkat jawa barat, kabar itu dia dengar dari salah satu paman yang menjemputnya dikosan untuk ke bandung. Ah aku bingung harus bagaimana, sudah lama aku tahu kalo Nia anak semata wayang, sedang ayahnya sudah meninggal sejak lima tahun umurnya, dan artinya hanya kerabat jauh yang nia punya saat ini, dan yang tidak habis fikir olehku adalah nia langsung nekat pergi ke Jakarta setelah pemakaman ibunya selesai, tapi aku faham kenapa dia melakukan itu, karena dia sangat terpukul, terlebih karena disana tidak ada yang bisa dia ajak untuk berbagi, semua kerabatnya begitu cuek, mungkin karena posisi nia yang hanya sebagai anak angkat ibunya, oh Rabb aku yakin rencanamu selalu indah, tapi ku mohon berilah nia kekuatan, pintaku dalam doa

“Nia harus kuat, harus ikhlas karena pada hakekatnya semua adalah milik Allah. kamu, kakak, papah, mamah, Langit, bumi dan semua kehidupan milik Allah” ungkapku sehalus mungkin

“ kaka yakin nia bisa melewati ini dengan ikhlas dan tawakkal. Nia percayakan bahwa Allah tidak menciptakan/menghendaki segala sesuatunya dengan percuma, nia harus tetap yakin bahwa rencana Allah adalah yang terbaik untuk kita” lanjutku
Kulirik nia hanya mengangguk dan sesekali mengusap air matanya

“ini adalah bulan suci ramadhan, kaka yakin nia masih ingat betapa banyak orang yang mendambakan meninggal dibulan ini karena janji Allah akan kebebasan siksa kubur bagi mereka. Insya Allah mamah dan papa sudah sangat bahagia disana, mereka adalah orang yang insya Allah penghuni syurga”

Kuperhatikan matanya terpejam dengan mulutnya bergerak mengamini perkataanku

“Aamiin, Allahummaghfirlahaa warhamhaa wa aafihaa wa'fu'anhaa.....  Ya Allah nia ikhlas atas kepergian mamah, jaga dia, tempatkanlah dia di tempat yang terbaik Allahummaghfirlii waliwalidayya warhamhuma kama robbayani soghiro Berikanlah kelapangan hati serta kemudahan atas segala sesuatunya kepadaku” ucapnya lebih tenang

Ku rangkul dia ku amini setiap kata yang keluar dari mulutnya, Alhamdulillah niaku sangat luar biasa, menenangkannya tak sesulit yang ku bayangkan, ah lega rasanya dia sudah sangat dewasa, Al-Quran menuntunnya menjadi pribadi yang semakin menakjubkan. Gumamku sebelum ahirnya ku bisikkan niatku mengantarkannya pulang ke bandung untuk mengurus pengajian dirumahnya besok.

Jujur bahwa ada secercah kehawatiran dalam hati tentang bagaimana kelak dia menghadapi setiap jengkal kehidupannya sendiri, tanpa kedua orang tua disisinya, tentang siapa yang akan menjadi penggati mengobarkan bara semangat, tentang kepada siapa dia akan bermanja mengadu segala apapun jika tidak ada mereka, kedua orang tuanya, dan lain-lain tentangnya. Nia sudah tenang, tapi aku yang kini menangis memikirkannya. Astaghfirullah…. Begitu lemahnya hati saya, kenapa saya lupa bahwa ada yang lebih berhak atas semuanya, atas nia, kedua orang tuanya dan atas kehidupan dan mati kami, semua telah tertulis di Lauh Mahfudz tanpa ada yang terlewat sediktipun. 

Malam itu penuh luka, tapi sungguh banyak pembelajaran yang kudapat, tentang sabar dan ikhlas, tentang kematian yang sesungguhnya teramat dekat dengan kita dan tentang keyakinan akan indahnya rencana Tuhan.


“Sungguh Kami benar-benar akan menguji kamu sekalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjuang dan orang-orang yang sabar di antara kamu sekalian.”
 (QS. Muhammad:31)

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahalanya tanpa batas.”
(QS. Az Zumar:10)


"Musibah yang engkau terima semata-mata karena Allah, adalah lebih baik bagimu daripada nikmat yang menjadikan engkau lupa mengingat Allah."
 (Ibnu Taimiyyah)



Kamis, 03 Mei 2012

Sekelumit Kisah


Lega rasanya UTS telah berlalu, satu minggu belajar dngan kapasitas lebih membuat otak seakan mengeluarkan asap (hihi  lebay yah). Bagaimana tidak, saya dengan aktifitas monoton setiap harinya  yang menurut saya sudah lumayan menguras tenaga dan fikiran harus menambah aktifitas baru demi mencapai hasil UTS yang memuaskan, heeemmm maklumlah pemirsah saya bukan termasuk orang yang mempunyai daya ingat yang bagus  hehehehe.



Beginilah kurang lebih aktifitas saya setiap harinya. Pagi hari harus sudah siap dengan masakan yang menarik untuk bekal makan siang dikantor nanti, jam 07.30 harus sudah meluncur dengan si biru M04 yang selalu setia (hehehe Mikrolet  pemirsah), dan tepat  jam  08.00 bekerjapun dimulai hingga  senja menjelang,  pukul 16.30 dengan tergopoh-gopoh  keluar dari kantor menuju Gedung Harapan (baca:kampus) hingga pukul 21.30 kaki saya baru keluar dari kelas cita-cita, gimana mau konsen menerima pelajaran, untuk berusaha agar tidak mengantuk karena lelah saat penjabaran mata kuliah saja sudah sangat sulit. Dan sebab itulah saya harus menambah waktu belajar dirumah  lebih panjang  jika menjelang ujian (Sistem Kebut Semalam pemirsah hehehe). 
 
Biasanya dimulai dari pukul 22.00 aktifitas dilakukan didalam kosan, dari mandi, menyiapkan keperluan untuk ke kantor, menengok sisa bahan masakan untuk bekal besok, jika dirasa kurang, langsung meluncur ke superkarket terdekat, semua aktifitas itu saya usahakan harus segesit mungkin sebab Pukul  00.00 sudah harus ke alam mimpi, karena aktifitas tambahan sudah menanti  pukul 02.00. yah, pada jam itulah saya berusaha sebaik mungkin mengupas, menelaah, mempelajari hingga faham betul semua materi mata kuliah yang akan diujikan sore hari nanti.  Tanpa jeda , sampai azan subuh berkumandang, aktifitas belajar terhenti untuk menunaikan kewajiban. Tilawah setelah subuh yang biasa kulakukan juga kuganti dengan me-muroja’ah semua yang sudah kupelajari tadi. 

Begitulah kira-kira, ribet  sekali yah pemirsah. Tapi  memang itulah yang terjadi. Dengan segala kekurangan yang saya miliki, saya hanya ingin berusaha lebih , mencoba segala cara untuk mewujudkan harapan – harapan  tanpa mengabaikan kewajiban / kegiatan yg sudah berjalan sebagaimana mestinya, bukan hanya untuk mendapatkan nilai UTS yang memuaskan tentunya, tetapi dalam hal apapun.  Hanya berusaha, lalu menyerahkan semua hasil pada-Nya.  Seperti kalimat bahasa arab yang menjadi spirit banyak orang “ Man Jadda wajada”  siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkannya. 

Begitulah sekelumit kisahku, sangat sederhana. Usaha yang saya lakukan belum seberapa, banyak diluar sana yang lebih luar biasa dan itu sangat memotifasiku agar melakukan usaha yang besar, bahkan lebih besar agar mendapatkan hasil yang besar pula.


Selamat siang pemirsaah..
Bagaimana kabar kalian? 
Bagaimana kabar Iman dan Hati hari ini?

Selasa, 24 April 2012

Gelisah Oh Gelisah

Semoga ini bermanfaat, sama sekali tidak ada maksud menggurui karena saya sendiri masih sangat belajar, selamat membaca, mohon maaf jika ada salah kata  ^_^
Gelisah kerap hadir melanda kita (ada yang lagi gelisahkah sekarang??), banyak sekali penyebab dari perasaan gelisah ini timbul, namun jika perasaan ini sudah datang, maka hari-hari dicekam oleh perasaan yang sepi, kekhawatiran terus datang menemani kesunyian diri, dan kadang hidup merasa tidak berarti (ah lebay banget yak). 

Bila gelisah maka akan bertambah resah 
Hiduppun akan terasa smakin susah 
Beraktivitas selalu serba salah 
dan bingung kemana harus melangkah 

tapi itulah kenyataan hidup yang sering kita alami (tapi ga gitu-gitu amatsih).
Sering kali jika kegelisahan datang, ia harus dibayar dengan harga yang mahal, karena ia sangat menyita waktu dan tenaga yang tidak sedikit, hasilnya; wajah terlihat menjadi kusut dan hidup menjadi semrawut.

Memang sulit dimengerti, kenapa gelisah terkadang datang menyelimuti hati. betapapun kita berusaha menepisnya, tetapi semakin kita tepis justru semakin berat kegelisahan

Tidak ada obat yang paling mujarap ketika penyakit itu datang. kecuali kita harus terus mencari apa yang menyebabkan kita gelisah. karena hadirnya setiap perasaan tidaklah mungkin datang dengan sendirinya kecuali ada sesuatu sebab yang mengawalinya.

Beberapa psikologi mengatakan: kegelisahan dan cemas adalah wajar dan dimiliki setiap orang. bukankah setiap hari kita selalu dihadapkan pada masalah-masalah hidup?. Memang, hidup tak bisa lari dari masalah. karena semakin lari dari masalah,  hidup semakin bermasalah. dan cara terbaik menyelesaikan masalah adalah dengan mencari akar masalah. sehingga kegelisahan tidak mendatangkan banyak masalah.

Dalam pandangan psikolog (lagi); dua hal yang melatar belakangi hadirnya kegelisahan adalah karena lemahnya rasa percaya diri. selain itu kegelisahan hadir karena angan-angan yang tidak realistis, atau terlalu berlebihan mengharapkan sesuatu tetapi tidak diimbangi dengan kemampuan atau usaha. Tetapi yang lebih pasti adalah kegelisahan hadir karena keyakinannya akan taqdir (ketetapan Allah) tidak sempurna (melemahnya iman).

Ya, melemahnya Iman adalah salah satu penyebab kegelisahan. Bila kita serahkan hidup ini dengan berbagai persoalannya kepada Allah yang didasarkan atas keyakinan yang mutlak kepada-Nya, akan membuat hati dan jiwa tegar dan teguh dalam menghadapi problem dan tantangan hidup. karena itu, mengimani Allah dengan berbagai atribut-Nya, baik sifat maupun perbuatan-Nya, adalah suatu keharusan.


Orang yang beriman diibaratkan sebuah gunung yang tegar. sekalipun gunung disekeliling goncang, angin topan menerjang, petir bergemuruh, tetapi ia tetap tegar tidak bergeming, kokoh tidak tergoyahkan.  orang yang tidak mempunyai keimanan yang benar akan selalu menderita kehampaan rohani dan selalu merasa kesempitan diri, tetapi orang yang beriman dengan benar, hidupnya selalu diselimuti rasa aman dan kedamaian pikiran.


Apabila hati dipenuhi oleh iman, maka seluruh indra, perasaan dan anggota tubuh tergerak untuk melakukan kebaikan dan amal sholeh. dan setiap iman bertambah dalam hati, maka kekuatan kebaikanpun akan bertambah, lalu hati akan terasa lapang, aman, tenang dan damai.


"Dialah yang telah menurunkan ketenangan kedalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah disamping keimanan mereka yang telah ada" (Qs. Al-Fath (48) : 4 )






* Mari terus perbaiki dan tingkatkan keimanan kita sahabat ^_^ , selalu mentaati perintah dan menjauhi segala larangan-Nya, karena kegelisahan yang hadir karena menyadari betapa banyak dosa dan kesalahan, adalah wujud dari kesadaran iman. Sebab orang yang beriman akan senantiasa resah jika ketaatannya berkurang. Keep hamasah, semangat semangat semangat ^_^ *

oh.. My Beloved Sister


My Dearest...
Bahagia itu bukan dari ada atau tidak adanya seseorang, atau terjadi atau tidaknya suatu peristiwa

bahagia itu pilihan dear..
bukankah sering kuingatkan " bersukurlah slalu atas hidupmu agar kau tahu dimana bahagia itu berada"

tidak jugakah kau mengerti?, sepanjang kita bisa mensyukuri atas apa yang kita miliki, maka disaat itulah kita akan merasa bahagia.

yah, bahagia itu bersyukur. dan aku sudah sangat bahagia karena memilikimu

Your sister
-Zy-

Senin, 23 April 2012

Take and Give

Assalamu'alaikum Sahabat semua.... lama tidak menyapa setelah sakit kemaren. Sehat semuakan? semoga *berdoa* baiklah, sajian kali ini agak serius yuk *senyum lebar*
Seringkali orang menjadi terheran-heran melihat fenomena mengapa seseorang itu menjadi sangat dermawan, mengapa seseorang itu menjadi sangat pemurah, atau mengapa seseorang itu menjadi sangat ringan tangan membantu orang yang kesulitan.
Beragam alasan bisa kita dapatkan , bisa jadi orang dermawan karena ingin dipuji dan disanjung orang lain sebagai seorang yang suka berderma, bisa jadi seseorang itu sangat pemurah karena dia mempunyai perhitungan agar dia mendapatkan sesuatu dari yang barusan diberinya, atau mungkin juga orang menjadi sangat ringan tangan karena ada pamrih-pamrih tertentu yang nantinya dia harapkan dapat dia terima.
Secara umum memberi adalah sesuatu aktivitas yang menyebabkan berkurangnya sesuatu yang kita miliki, apapun. Sehingga ditinjau dari sisi perhitungan apapun maka ketika memberi berarti akan mengurangi asset yang kita miliki. Itu tadi adalah perpekstip yang terbentuk atau persepsi atau pandangan dari sisi kehidupan duniawi.
Sementara dari sisi agama, banyak sekali anjuran, perintah ataupun himbauan agar kita menjadi orang-orang yang bersifat pemberi atau menjadi orang yang dermawan, nah apabila kita tinjau dari perspektif sebagaimana tadi maka apakah kemudian agama menjadikan orang tersebut “bangkrut” ? karena bisa jadi kemudian muncul orang-orang yang karena dorongan agamanya menjadi orang yang sangat pemberi ,atau menjadi orang yang sangat dermawan. Dan ini kalaulah kedermawanan itu secara matematis berarti mengurangi asset maka logikanya asset dari orang yang pemberi tadi atau orang yang dermawawn tadi lama –kelamaan akan berkurang banyak. (ah ribet ya kawan bahasanya tapi lanjut sajalah..) Kemudian yang menjadi pertanyaan apakah pernah terjadi seseorang yang dermawan, dan ikhlas karena dorongan agaman kemudian menjadi bangkrut? Dan ternyata jawabannya bahwa belum pernah dalam sejarah terjadi orang yang sangat dermawan , rajin memberi, kemudian bangkrut, mengapa?
Rahasia tentang masalah ini sebenarnya terletak pada "tauhid", yakni sejauh mana keyakinan seseorang dalam meyakini perintah-perintah dari Allah dan Rasulnya, memang secara hukum duniawi sebagaimana tadi sudah kita bahas, bahwa jelas sekali ketika kita memberi maka dengan sendirinya telah berkurang asset kita, akan tetapi kemudian Allah dengan ke MahaanNya, memiliki skenario tersendiri, yakni menambah asset orang tersebut melalui beragam cara, beragam bentuk,beragam metoda, baik langsung maupun tidak langsung yang ujung-ujungnya dalam perjalanan waktu maka asset orang si pemberi tadi bertambah. Itulah yang kita namakan Take dari Allah SWT, jadi untuk mendapatkan Take nya Allah SWT maka kita harus mau untuk GIVE.
>>> Fenomena Take and Give dalam dunia bisnis.
Salah Seorang pernah bercerita bahwa dia sama sekali buta dengan ilmu marketing akan tetapi fakta menunjukkan bahwa dialah seorang yang justru mampu memberikan kontribusi market terbesar dibanding dengan divisi atau direktorat pemasaran yang dia bentuk diperusahaan tersebut. Apa yang menjadi rahasianya, maka dia mengatakan bahwa “Saya setiap ketemu dengan calon klien atau siapapun yang berpotensi menajdi klien saya, maka yang terpikir oleh saya adalah niat ikhlas untuk dapat memberi atau berkontribusi bagi kemajuan perusahaan tersebut, kebetulan dia berlatar belakang Ekspert dibidang Financial Enginering, sehingga kemanapun dia siltaurahim, kemanapun dia ketemu klien, maka mula-mula yang dia tawarkan adalah bukan produk perusahaannya akan tetapi sapaan lembutnya, bersahaja dan penuh sopan santun “Apa yang bisa kami Bantu untuk perusahaan Bapak, kebetulan saya punya kompetensi ini dan itu, kebetulan saya punya network kesana dan kesitu, barangkali ada yang bisa dimanfaatkan?, maka rata-rata para klien dengan senang hati menyambut uluran tadi, dan jadilah dia menjadi konsultan yang free of charge. Dan kemudian apa yang terjadi, tatkala dia asik menyimak paparan progress report dari Direktur Marketing dan jajarannya tentang susahnya menembus perusahaaan-perusahaan yang menajdi target marketnya, tiba-tiba telepon diseberang sana berdering, dari salah satu CEO yang menanyakan apakah produk perusahaannya tadi dapat diuji coba ditempatnya, ketika dia mengatakan kepada Direktur Pemasaran dan jajarannya agar menindaklanjuti tawaran uji coba tadi, maka dengan serta merta mereka terbengong-bengong karena perusahaan tersebut ternyata yang merupakan salah satu perusahaan yang paling sulit ditembus, mereka bercerita bahwa proposal tidak pernah bisa sampai ke level CEO, pada level bawah mereka sudah dijegal,sehingga akhirnya gagal. Lalu mereka serempak menanyakan apa kiat Bapak bisa dapat prospek ini, dia hanya menjawab singkat “Give!!!”
Inilah barangkali yang sering terlupa oleh kita, kekuatan sang Maha Kuasa yang mampu membolak balikkan hati manusia sering tidak pernah kita perhitungkan. Dalam Prophetic Management justru kekuatan ilahiah menjadi faktor yang harus menjadi fokus perhatian, salah satu bentuknya adalah bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai ilahiah tadi dalam konteks hubungan bisnis. Dan tentu yang menjadi dasar adalah niat yang ikhlas,dan ketika sudah ikhtiar berserah dirilah kepada Yang Maha Segalanya Allah SWT. Jadi kalaulah berkembang ilmu-ilmu marketing tentu itu hanyalah sebagai sebuah pendekatan saja, jangan kita sombong dengan ilmu itu saeolah-olah semua apa yang kita mau dapat kita capai.
hooaaammmmm jadi ngantuk gara-gara terlalu serius...

Kamis, 19 April 2012

Nikmat Tuhan manakah yang pantas kudustakan??

Ruang Musolla dengan ukuran minimalis yang selalu menjadi ruang penyejuk hatiku, ruang yang kuhampiri di sela-sela aktivitas rutin yang cukup menyita waktu, ruang yang menjadi tempat istirahatku di dalam shalat.
Musolla kampus. Selalu ada rasa nyaman, tentram dan menyejukkan atau mungkin juga karena aktivitasku hari ini yang sangat padat di kantor, belum lagi harus menyelesaikan dua kelas (kuliah)ditambah keadaanku yang masih sangat lemah.
Senja itu, di dalamnya kubersimpuh, kutengadahkan wajah menyusuri langit-langit ruang sederhana tersebut, sejeda kemudian tertunduk dalam diiringi hela nafas yang panjang, cukup berat terasa bergetar jiwaku dalam alunan hati, duhai Rabbi... Segala puji bagi-Mu, ya Allah, yang menjadikan ujian sebagai tanda cinta bagi hamba-MU.
Seusai solat, sebentar beristirahat Sekelebat rekam memori melintas benak. ah begitu kerdilnya saya, lima hari saat sakitku begitu berat terasa, mengeluh, merintih, menangis tanpa henti. Penyakit ini memang sering sekali kambuh, salahku juga yang tidak begitu pandai menjaga kondisi tubuh, sakit kali ini entah kenapa begitu berat, entah kenapa tidak begitu sabar saya menghadapinya, entah begitu terasa putus asa.
Astaghfirullah, Lalu nikmat Tuhan manakah yang pantas kudustakan?
Ampunilah dosaku ya Rabbi.... Ya Rabbi yang Mahamulia, yang hati-hati kami terletak di antara jemari-Mu, yang Engkau Maha Membolak-balikkannya atas kehendak-Mu,yang kokohkan atap langit tanpa tiang penyangga, yang hamparkan bumi tanpa ujung terpandang bola mata. Duhai dzat yang Mahatahu apa yang tersembunyi di dalam setiap hati, yang Maha Menutup aib yang sekiranya menodai jiwa, ya Rabbi yang Mahasegala. Hamba memohon ampunilah segala dosa-dosaku, hamba mengharap, dan hamba bertawakal atas jalan yang Engkau tentukan. Jadikan jalanku jalan menuju-Mu, jalan cahaya-Mu, jalan para pejuang perindu-Mu, dan jadikan ujung perjalananku adalah pengampunan-Mu, ridha-Mu, rahmat-Mu, wajah Mahamulia-Mu. Allahumma aamiin.
sakit yang mendera sejak lima hari yang lalu adalah sebuah pembelajaran yang teramat besar, perjalanan cahaya yang selalu membuatku penuh syukur adalah nikmat yang begitu manis menghias jiwa.
Jika hari ini adalah rangkaian kesulitan, kepenatan, kesedihan, kegundahan, lalu bagaimana dengan hari kemarin yang telah hadir begitu banyak kemudahan, kebahagiaan, ketenangan? Bukankah tak ada nikmat-Nya yang pantas kudustakan? Semua hadir silih berganti, dimana hal satu menyeimbangkan hal yang lainnya, bukankah bahagia adalah untuk syukur dan kesedihan adalah untuk sabar? ah lagi-lagi penyesalan yang teramat, sungguh begitu kerdilnya saya, "Zy... nikmat Tuhanmu yang manakah yang pantas kau dustakan??? (QS. Ar-Rahman : 13)"
Berderai dalam keharuan dan rasa malu yang membuncah pada-Mu, ya Rabbi, untuk banyak nikmat-Mu yang belum mampu tersyukuri. ampunilah... ampunilah...ampunilah ya Rabb..
‎"Ya Allah, jadikanlah aku orang yang banyak bersyukur kepada-Mu, banyak berdzikir kepada-Mu, banyak beribadah kepada-Mu, mentaati-Mu, amat tenang bersama-Mu, dan benar-benar kembali dan bertaubat kepada-Mu." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi).
waaduuhhh telat masuk kelas.... #tissu manah tissu
Zy

Senin, 16 April 2012

Problematika Hati

"dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Rabbmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu berdiri" (Qs. Ath-Thur :48)
Salam semangat kawan-kawan.... sedikit akan saya share mengenai Problematika Hati. sedikit menggelitik memang, karena kali ini yang akan saya bagi menyinggung tentang Tuhan. tidak masalahkan, toh pada hakikatnya kita hidup karena ada yang menghidupkan. heeemm mungkin ini efek dari keadaan saya yang sudah tiga hari ini tidak baik (sakit), mohon doa semoga Allah tambahkan sabar dan segera disembuhkan. semoga tidak membosankan ya kawan... langsung kita simak yuk.
Dalam dekapan masalah yang begitu berat menghimpit, terkadang hati kecil sering lirih berujar; "ya Allah , entah berapa kali pintaku terucap diiringi linangan air mata yang kerap mengalir deras, entah sudah berapa kali diri ini berharap akan datangnya perubahan dan perbaikan, kenapa belum juga Engkau bukakan pintu kemudahan untukku?? apalah artinya aku hidup jika selalu didera kemalangan " Astaghfirullah, naudzubillah.. semoga kita termasuk orang-orang yang bersabar dan selalu bersyukur. dari Bukhori dan Muslim, Rasulallah SAW bersabda " Janganlah seseorang dari kamu mengharapkan mati disebabkan oleh penderitaan yang menimpa padanya, maka apabila keadaan memaksa, maka berdoalah; ya Allah lanjutkanlah hidupku ini, selama hidup ini lebih baik bagiku, Dan segerakanlah matikan diriku ini, apabila mati itu lebih baik bagiku" (Muttafaq alaih)
seringkali kita merasa kemiskinan, kekurangan hidup, sulitnya mencari nafkah, sakit dan belum datangnya jodoh adalah musibah. Maka sesungguhnya kekayaan, kemewahan, kebersamaan bahkan kepopuleran adalah musibah bagi orang-orang yang tidak mampu menjaganya. Bahkan itu adalah pintu datangnya kehinaan bagi mereka yang tidak mampu bersabar dalam kenikmatan. kata pepatah yang selalu saya ingat "kekayaan dan kebahagiaan adalah bukan milik orang yang mengumpulkannya, tetapi milik orang yang menikmatinya".
Jika saja kita mau membandingkan tentang musibah yang kita derita dengan pemberian Allah yang tidak terhingga, pasti hati kita diselimuti pujian kepada-NYA, mulut kita tak henti-hentinya melantunkan syukur.
bahkan jika kita membuka mata batin kita untuk menatap keMahabesaran Allah. Sesungguhnya rasa malu kita kepada Allah, ketika musibah datang kita mengemis kasih Allah, agar dia merubah penderitaan kita menjadi kebahagiaan, tapi ketika kebahagiaan itu telah kita raih, tidak jarang kita memperlihatkan ketidak syukuran. Terkadang betapa kita menjadi manusia yang tidak tahu balas budi yah??
Kehidupan yang kita alami adalah proses perjuangan yang tak pernah henti . Ada saat dimana kebahagiaan begitu akrab menemani, tetapi disaat yang lain penderitaan begitu senang bersemayam didalam hati. Sungguh, dua keadaan ini memerlukan kekuatan agar kita tetap bertahan kepada kebenaran. Jika kita tidak memiliki kekuatan, maka bukan saja kehidupan akan terasa menyulitkan, tetapi hari demi hari akan selalu dihinggap rasa ketakutan.
Harus yakin, bahwa ada kemudahan setelah kesusahan. Mari untuk tidak bersedih, tidak merasa terhina karena deraan kemiskinan, tidak merasa sepi dalam kesendirian, dan tidak merasa hampa dalam ketiadaan. Sebab perasaan seperti inilah yang mungkin akan menumpulkan mata batin kita tentang kemahabesaran Allah.
Bersandar kepada Allah, mengadukan nasib diri dengan ketawadhuan, dan terus intropeksi, karena penyebab semua ini sesungguhnya bukan karena Allah tidak berpihak kepada kita, melainkan semua itu lahir dari kesalahan diri yang begitu banyak melanggar larangan-Nya.
Semoga Allah membuka pintu hati kita, khususnya saya agar mampu menemukan hikmah dibalik setiap musibah yang datang,dan yakin bahwa dibalik setiap musibah yang menyakitkan jika kita bersabar dan bersyukur, tersimpan kebaikan yang begitu banyak.
semoga ini bermanfaat, tanpa sedikitpun ada maksud menggurui, justru ini adalah bukti betapa saya masih sangat jauh dari Allah, betapa saya masih sangat menjadi manusia yang tidak tahu balas budi. semoga Allah mengampuni.
Jakarta, 16 April 2012
Zy

Kamis, 12 April 2012

Coba - Coba ^_^

Ng-Blog. Asik, menyenangkan. jawabku simpel saat salah satu teman kampus menanyakan perihal itu. Awalnya latah. hoo latah?? baiklah saya ganti kata latah. Awalnya ikut-ikutan temen bikin blog. Blog temenku itu lucu dan sangat menginspirasi, banyak cerita unik, banyak juga cerita yang berasal dari dalam hatinya, layaknya jejaring sosial Facebook yang dijadikan untuk ajang curhat oleh  kebanyakan facebooker. sama dengan temenku, menjadikan Blog sebagai ajang curhatnya. seru juga sih, karena cerita/curhatan dikemas dengan bahasa yang menarik dan asik untuk dibaca, banyak informasi juga yang saya dapat dari sana. dan dari situ saya tertarik untuk bergabung, walaupun saya terbilang sangat awam, buktinya blog saya masih sangat sederhana, tapi cuek saja lah, sambil belajar, mencoba, kalau tidak dimulai ng-blog ya tidak bakal bisa, iya toh?? hehe

Cerita awal membuat blog gimanatuh?
Awal pembuatan banyak sekali kesulitan yang saya alami. "Masukkan alamat email dan pasword", dengan santai saya masukkan alamat e-mail saya, tapi berulang kali gagal, huufff sempat uring-ringan jugasih, karena alamat email yang saya gunakan menggunakan yahoo,  ahirnya saya berinisiatif sendiri membuat e-mail menggunakan gmai. setelah beberapa menit ahirnya bisa  (GAPTEK banget ya :( ), dari kejadian itu ahirnya saya simpulkan "ohh.. mungkin membuat blog tidak bisa menggunakan email yahoo" (ooppss tapi ini kesimpulan saya doang loh yang sama sekali ga ngerti blog, kebenarannya belum akurat :D). perjalanan masih sangat panjang (bagi orang yang gaptek seperti saya), masih harus mengatur tata letak, desain, dan lain sebagainya. mengotak-atik blog sampai dua hari (kalo tidak salah) masih belum juga bisa sebagus blog temen saya, ahirnya tanpa pikir lagi dengan PDnya saya langsung membuat tulisan perdana saya "Derita Ibu Kota" di Blog ini, ah yang penting nulis dulu lah pikirku kala itu. Memang bener kata pepatah "malu bertanya sesat dijalan" tidak mau bertanya karena malu ya jadi lama bisanya.

sekarang sudah baguskah? sudah mahirkah?
heemmmmm masih sangat jauh dari kata bagus. Masih sangat sederhana. Sangat biasa, bukan hanya blognya, tulisannyapun begitu. Aku masih memakai prinsip "yang penting belajar nulis dulu" hehehehe padahal sambil belajar memperbaiki blognya juga bisa kali.... tapi belum juga saya lakukan itu.

Alasannya?
Aktifitas yang padat (hihihihi gayaaaaa bangeeett), dari senin-jum'at jam 08.00-17.00 saya bekerja di sebuah yayasan sosial di jakarta, setelah itu 17.00 langsung menuju kampus untuk kuliah sampai larut malam, jadi saya hanya punya waktu menjelang tidur dan hari minggu saja, itupun jika saya masih punya energi untuk ng-blog. Yang kedua, fasilitas yang saya gunakan sangat sederhana. Hanya HP, bukan Laptop ataupun komputer.

Banyaaaak alasaaaaaaaaaaaaaaa :D

Tidak ada rencana untuk nanya atau cari tau lebih lanjut cara memperindah blog?
adaaaaaaaaaaaaa, jelas adadong. pengen banget lebih bagus lagi blognya, senengdeh liat blog temen-temen bagus banget. ada buku tamunya, kategori, dan macam-macam kreasi lainnya.. aku beluummm bisaaaa... mupeng banget kalo liat blog temen-temen :(


Nanya sama temen-temenya disini aja deh...
gimana caranya yaaa???
heeeeemmmmmm



Senin, 02 April 2012

Tugas dan sejuta keasyikannya

Tanah Abang adalah tempat tujuan kami. Saya, Maemunah dan Fatmawati Subetri. Kami adalah teman satu kelompok untuk tugas matakuliah Enterpreneurship. enterpreneurship??? ya terdengar sedikit menggelitik memang, tapi tidak bagi kami, karena kami mahasiswi semester 4 jurusan manajemen administrasi, fakultas ekonomi. Materinya sudah bisa ditebak, begitu juga dengan segudang tugasnya. dan salah satu tugas inilah yang membawa saya dan teman-teman hingga ke tanah abang.

siapa yang tidak kenal tanah abang. Saya fikir semua sudah mengetahuinya, walaupun saya yakin sebagian besar dari kalian banyak yang belum berkunjung ke sana. Pusat penjualan terbesar di indonesia ini terkenal dengan barang murah berkwalitas tinggi, semua ada disini, dari baju, celana jeans, pakaian muslim, sajadah, mukenah, sandal, sepatu, aksesoris dan lain sebagainya, semua dijual dengan harga yang fantastik namun tetap berkwalitas tinggi. tapi jangan salah rumus berbelanja harus tetap diingat, yaitu pintar-pintar memilih barang dan menawar harga (hihihi iya doong tetep harus teliti dan ngga mau rugi :D).

Ok. kembali ke saya, maemunah dan fatma. Tujuan kami adalah untuk ikut berdagang disini, dan barang dagangan yang kami pilih adalah "kerudung cantik" dengan kwalitas bahan nomor satu. awalnya ini adalah bisnis pribadi online saya via BlackBerry Messenger (BBM) dan kebetulan tema tugas bertepatan, jadi ya kalo kata pepatah "sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui", hanya saja bedanya untuk tugas kita harus benar-benar terjun berjualan langsung. Untuk masalah pendanaan, ada pemisahan antara bisnis pribadi dengan bisnis bersama, jelas dong... inikan pembelajaran awal buat temen-temen jadi harus profesional mengikuti prosedur yang memang sudah ditentukan dalam tugas. Posisi saya selain sebagai pihak pertama yang menyediakan barang dagangan, saya juga sebagai pihak kedua yang membeli dan menjual kembali barang itu bersama teman-teman. masalah pembagian  yang menyangkut dengan modal dan laba semua sudah kami atur dan telah disepakati bersama (tidak saya jelaskan disini yaa.. hehehe nanti ketauan lagi modalnya berapa)  dan demi sebuah bisnis, tugas dan pengalaman kami berangkat penuh riang. Tanah Abang I'am coming..... :D.


Perjalanan yang cukup melelahkan, karena membutuhkan waktu sekitar satu jam setengan untuk bisa sampai di sana. tanpa berfikir panjang, kami langsung bergegas menuju salah satu ruko yang memang sudah disediakan oleh paman fatma. Satu ruko sederhana yang dengan ikhlas om baskoro sediakan untuk praktek dan penelitian tugas kami (terimakasih banyak om #bighug kiskiskis muachh). tanpa canggung kami keluarkan barang yang sudah kami beli sekitar satu minggu sebelumnya dari bisnis pribadiku (ehehehehe..).

eksis jeprat - jepret dulu sebelum berjualan hihihihi :D (kanan : Zy, tengah : maemunah, kiri : fatma)
Persiapan tokopun selesai. waktunya untuk berjualan :D....
"ayu bu, silahkan mampir. boleh dilihat dulu ...." suaraku mengawali eksperimen pertama kami (hihihi pantas ya..:D) kemudian dilanjutkan suara fatma dan maemunah yang dengan semangat juga menawarkan barang kami. Tidak begitu lama, sekitar lima belas menit kami sudah mendapatkan pembeli "silahkan bu, cari kerudung apa? ada pashmina cantik, segi empat dari bahan paris juga ada" koarku sambil menunjukkan contoh kerudung.



Pashmina kupu-kupu
segi 4 Paris mawar emily

setelah tawar-menawar ahirnya ibu sriyanti yang berasal dari Jakarta timur itu membeli 5 kerudung dagangan kami. Alhamdulillah.... senang bukan kepalang, kerja keras kami terbayar (Serasa punya tambahan nyawa.. hehe). Setelah ibu sri, disusul dengan pembeli lainnya, walau hanya satu dua kerudung yang mereka beli tapi itu sudah  membuat kita tersenyum sangat lebar dan berpelukan berulang-ulang kali.


sembilan kerudung yang terjual disana, sedikit memang tapi itu tidak  membuat semangat kita menurun. Setelah Tanah Abang, lokasi kita selanjutnya adalah door to door. menarik sekali, kami menjual dan menawarkan langsung dari rumah ke rumah para penduduk, lebih tepatnya para tetanggakosan dan sanak family kami hingga barang dagangan kami terjual habis (masih sisa satu kerudungsih, tapi ahirnya fatma beli hihihihhihihi).
heeemmmm pengalaman yang sangat mengasyikkan dan banyak pelajaran berharga yang kami dapat dari tugas ini. semoga kelak bermanfaat.

terimakasih Mae dan Fatma ^_^ #bighug kiskiskiskis.. muuuaaaccchhhh

Jumat, 30 Maret 2012

Suara tentang NEGERI TEKA TEKI

huuhhh.... semakin carut marut saja negeri ini... Banyak kasus korupsi, kolusi, nepotisame, dan pengelabuan (baca; penipuan) hukum. Ekonomi dikuasai oleh asing, politik dijadikan alat adu domba, mementingkan diri sendiri dan golongan. Keamanan terusik dari berbagai ketidakstabilan negeri ini. masyarakat hidup dalam kecemasan, kecenderungan bertindak kriminal dan perbuatan-perbuatan asusila lainnya sebagai pelampiasan efek dari kemiskinan nilai dalam rentetan permasalahan yang jika kita uraikan tidak cukup halaman ini untuk membahasnya. Lalu harus bagaimana kita? Solusi apa yg harusnya diambil? pertanyaan demi pertanyaan melayang dibenak kita semua. GALAU, layaknya puisi Gus Mus yang satu ini

NEGERI TEKA TEKI oleh : Gus Mus

jangan tanya, tebak saja

jangan tanya apa
jangan tanya siapa
jangan tanya mengapa
tebak saja

jangan tanya apa yang terjadi
apalagi apa yang ada di balik kejadian
karena disini yang ada memang
hanya kotak-kotak teka-teki silang
dan daftar pertanyaan-pertanyaan

jangan tanya mengapa
yang disana dimanjakan
yang disini dihinakan,
tebak saja
jangan tanya siapa
membunuh buruh dan wartawan
siapa merenggut nyawa
yang dimuliakan Tuhan
jangan tanya mengapa,
tebak saja

jangan tanya mengapa
yang disini selalu dibenarkan
yang disana selalu disalahkan
tebak saja

jangan tanya siapa
membakar hutan dan emosi rakyat
siapa melindungi penjahat keparat
jangan tanya mengapa,
tebak saja

jangan tanya mengapa
setiap kali terjadi kekeliruan
pertanggungjawabannya tak karuan
tebak saja

jangan tanya siapa
beternak kambing hitam
untuk setiap kali dikorbankan
tebak saja

jangan tanya siapa
membungkam kebenaran
dan menyembunyikan fakta
siapa menyuburkan kemunafikan dan dusta
jangan tanya mengapa
tebak saja

jangan tanya siapa
jangan tanya mengapa
jangan tanya apa-apa
tebak saja

rembang – oktober 1997

(Heeemmm pembahasannya sok iya banget ya kawan ^_^)  Bicara dari sudut pandang saya. Negeri yang kaya ini sudah selayaknya mendapat perhatian khusus oleh bangsanya sendiri. Kesalahan yang dilakukan oleh para penguasa berimbas pada rakyat dan ahirnya mempengaruhi nilai-nilai kehidupan yang ada dalam masyarakat itu sendiri. Tapi tidak akan ada habisnya klo kita mencari dan menyalahkan siapa yang salah dan siapa yang benar, kemudia siapa yang patutnya disalahkan.... 

Bicara dari sudut pandang saya (lagi). Harusnya ada PERUBAHAN, kalau kita hususnya saya yang tidak bisa banyak bertindak untuk perubahan negeri ini, harusnya terus  bermuhasabah n berusaha berubah, membentuk diri menjadi pribadi yang ihsan, pribadi yang peka dan peduli, pribadi yang cerdas, pribadi yang berintelektual, pribadi Robbani, minimal berusaha menjadi pribadi yang terus meningkat lebih baik lagi. alangkah dahsyatnya jika para generasi muda yang kelak akan menggantikan mereka para penggerak bangsa berhasil memiliki pribadi seperti yang disebutkan diatas. Bukan malah semakin memperkeruh keadaan negeri yang memang sudah gila ini, misalnya rusuh antar mahasiswa, berDEMO tidak sesuai aturan dan lain sebagainya.

Ahir kalimat dari sudut pandang saya yang sungguh masih sangat jauh dari kriteria pribadi yang unggul seperti diatas, hanya ingin menyampaikan, mari melakukan perubahan, sekecil apapun itu, karena saya sudah kehabisan kata untuk para petinggi negara jadi saya hanya ingin lebih mengajak melakukan perubahan untuk para generasi muda. Yang mahasiswa ataupun siswa, belajarlah, kembali kebangku kuliah atau kelas kalian. Jadilah Juara. Jadilah Orang Hebat, yang kelak menjadi Direktur, yang kelak menjadi Manager, yang kelak menjadi pengusaha besar yang benar, atau bahkan yang kelak memimpin negara ini. Majukanlah negara ini dengan prestasi kita, bangsa kita kelak ditentukan oleh kita.

Salam perubahan  ^_^

-Zy A-Fikriyah (Kiky)-

Rabu, 28 Maret 2012

Senjaku di Angkot 04

Lamunanku dalam perjalanan hendak ke Kampus.
Angkot biru muda jurusan Salemba-Rawasari (04) ini adalah salah satu tempat favoritku, bukan karena angkotnya yang nyaman atau supirnya yang rupawan, melainkan nge-temnya yang aduhai sungguh membosankan, belumlagi macetnya yang ngga ketulungan. Pukul 16.35 aku keluar dari Kantor menuju Kampus.

Awalnya memang terasa sangat membosankan, tapi setelah terbiasa dan tahu bahwa ng-tem adalah salah satu budaya dia (angkot) mau tidak mau harus ngejalananin itu juga, kalo kata abang supir "kalo ga mau ngerasain ng-tem ya naik mobil pribadi" heeemm ya bener juga sih... semenjak itu pola fikir kurubah, sebisa mungkin melakukan hal yang penting dan bermanfaat disaat-saat seperti itu, seperti nulis misalnya, murojaah, menghafal, bahkan tidur atau apapun yang bisa bikin hati tidak lelah, memprotes karena lama nge-tem atau emosi karena memang sedang sangat terburu-buru tidak ada gunanya, karena semua itu tidak mempengaruhi prinsip supir (pengendara angkot) "sebelum angkot penuh oleh penumpang ya tidak  jalan" ya memang justru kita yang harus menyesuaikan dengan budaya nge-tem mereka dan macet yang memang sudah mendarah daging di Jakarta ini, misalnya, memprediksikan waktu berapalama angkot nge-tem, berapa lama perjalanan hingga ketempat tujuan agar semuanya sesuai dengan harapan kita, minimal tidak membuat hati lelah, atau cari alternatif  lain seperti ojeg misalnya, dan lain-lain. Kalo kata pepatah " hidup itu tergantung bagaimana kita yang menjalankannya" ya benar sekali, klo kita benar-benar memenej hidup kita dari hal terkecil apapun semua akan sesuai dengan apa yang kita harapkan, kalo kita melakukan sesuatu maka akan terjadi sesuatu (hukum sebab akibat)  tentunya kecuali jika Allah berkehendak lain (Takdir). haduuuuhh jadi kemana-mana nih jadinya...

Angkot jurusan Salemba-Rawasari memiliki kapasitas penumpang yang sama seperti angkot-angkot pada umumnya, jarak Rawasari ketempat tujuanku Salemba juga terbilang dekat, hanya saja jalur yang ditempuh harus melewati Jl. Percetakan Negara yang terkenal sedikit macet, jadi membutuhkan waktu yang lumayan untuk sampai ke Kampus (Salemba), tapi saya bersyukur karena dari angkot ini banyak terlahir puisi, sajak, cerpen, artikel dan tugas lainnyapun terselesaikan. Dan sejak itulah, sejak pola fikir kurubah aku sangat menyukai setiap waktu luangku, termasuk berada diangko. Dan inilah tempat favoritku ^_^


ini ceritaku, bagaimana ceritamu????


Selasa, 20 Maret 2012

Engkau dan Rindu

Dalam ingatan, engkau dan rindu telah kukekalkan
Kuabadikan di tiap tetirah zaman.
Mengenangmu, yang aku tahu hanya tentang rindu yang selalu menggebu 
Tak peduli kau telah meninggalkanku !
 

Senin, 19 Maret 2012

Siluet


Sepenggal episode dalam perjalan pernah menghadirkan satu sketsa yang “bertuan”,
Menjadi materi pelajaran dan mengisi raport kehidupan.

Lalu satu siluet yang “bernama” hadir di ujung jalan,
Membangun kembali pilar-pilar keberanian untuk menegakkan mimpi yang pernah berkeping.



Tapi disini..
Ada Jeda,
Ada yang harus dijaga.



Dan semua akan baik-baik saja selama tidak ada batasan yang di langgar.
Karna semua, harus kembali bersandar pada Aturan dan Kehendak-NYA.

Cinta



Engkau adalah kertas dan aku tintanya.
Lihatlah huruf, itu adalah anak kita dan Tuhan penyairnya

Dan Aku mencintaimu dengan kebiasaanku yang biasa.
Kebiasaan yang slalu menceritakanmu dihadapan Tuhan saat apapun, saat malam, saat pejam..........



.....................................................................................................

Setiap hari aku slalu belajar cara sederhana untuk mencintaimu,
semacam; menitip doa di sela bantal tidurmu misalnya :)

ya, Doa adalah caraku bercerita tentangmu kepada Tuhan,
cara merindukanmu saat kita saling diam
saat kita tak pernah mengenal namun saling merindu


-Zy-